Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Sejumlah penelitian genetika dalam satu dekade terakhir memperjelas pemahaman tentang sejarah manusia. Puluhan ribu tahun lalu, Homo sapiens tidak hidup sendirian. Mereka berdampingan, berinteraksi, dan bahkan melakukan kawin silang dengan beberapa spesies hominin lain. Gabungan data arkeologi, fosil, dan DNA purba memperlihatkan bahwa hibridisasi antarspesies merupakan bagian umum dari evolusi manusia.
Studi pada 2019 menunjukkan bahwa sekitar 50.000 tahun lalu, manusia modern kerap melakukan perkawinan silang dengan Neanderthal, Denisovan, dan dua kelompok hominin lain yang belum teridentifikasi. Temuan tersebut diperoleh melalui “peta pencampuran” yang memetakan kapan dan di mana interaksi genetik berlangsung. Hasilnya menunjukkan pola luas: perkawinan silang terjadi di Eropa pada satu periode, lalu di Asia pada periode lain. Temuan ini menandakan bahwa peristiwa tersebut bukan kejadian tunggal, tetapi berulang.
Hubungan antara Homo sapiens dan Neanderthal adalah yang paling dikenal. Perkawinan silang keduanya terjadi di Eurasia barat dan muncul kembali di Asia Timur. Hingga kini, sebagian masyarakat Eropa dan Asia masih membawa sekitar 2% DNA Neanderthal.
Sementara itu, data genetika menunjukkan adanya percampuran antara Homo sapiens dan Denisovan di Eurasia timur, Asia Selatan maritim, hingga wilayah yang mengarah ke Australia. Populasi Asia Timur bahkan memiliki dua set warisan DNA Denisovan, menandakan sedikitnya dua episode kawin silang berbeda.
Pengetahuan tentang Denisovan masih terbatas karena fosil mereka sangat sedikit, terdiri atas beberapa gigi, pecahan tengkorak, rahang bawah, dan satu tulang jari dari Gua Denisova di Siberia. Namun, dari tulang jari tersebut muncul temuan penting berupa fosil hibrida generasi pertama yang dikenal sebagai “Denisova 11” atau “Denny”.
Laporan Nature 2018 menunjukkan bahwa Denny adalah remaja perempuan yang lahir dari ibu Neanderthal dan ayah Denisovan. Temuan ini memperlihatkan bahwa kedua spesies tersebut hidup berdampingan dan memiliki hubungan yang jauh lebih kompleks daripada dugaan sebelumnya. Analisis lebih lanjut juga menemukan bahwa ayah Denisovan Denny membawa sedikit garis keturunan Neanderthal dari ratusan generasi sebelumnya.
Penemuan ini memperkuat gambaran bahwa evolusi manusia berlangsung melalui interaksi dan pencampuran genetik. Homo sapiens, Neanderthal, dan Denisovan, meski diklasifikasikan sebagai spesies berbeda, cukup berkerabat dekat sehingga dapat menghasilkan keturunan. Hingga kini, gen Neanderthal masih ditemukan pada sebagian masyarakat Eropa, sementara DNA Denisovan dimiliki kelompok tertentu di Asia Tenggara dan berperan dalam adaptasi terhadap lingkungan dataran tinggi.
Serangkaian penelitian tersebut menunjukkan bahwa evolusi manusia tidak berjalan lurus. Hibridisasi menjadi bagian mendasar dari perjalanan manusia modern dan meninggalkan warisan genetik yang masih dapat dilihat hingga sekarang.
Sumber: Inverse, Smithsonian Magazine, IFL Science
Tiga rahang, termasuk satu milik anak-anak, gigi, tulang belakang, dan tulang paha ditemukan di sebuah gua yang dikenal sebagai Grotte à Hominidés di Thomas Quarry di Casablanca, Maroko
Selama bertahun-tahun, para ahli evolusi menghadapi celah besar dalam bukti fosil, khususnya antara satu juta hingga 600.000 tahun lalu.
Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa perilaku berciuman atau kontak bibir sudah muncul sejak 21 juta tahun lalu pada leluhur bersama manusia dan kera besar.
Teori bahwa manusia berevolusi karena kebiasaan berlari jarak jauh sempat menuai perdebatan. Berlari menghabiskan energi lebih banyak dibanding berjalan
Penelitian terbaru menunjukkan Neanderthal bukan manusia gua bodoh seperti anggapan umum. Ini fakta tentang Neanderthal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved