Rabu 26 Januari 2022, 11:51 WIB

Catatan Lagu Hey Jude Dijual Sebagai NFT

Fathurrozak | Weekend
Catatan Lagu Hey Jude Dijual Sebagai NFT

VALERIE MACON / AFP
Memorabilia The Beatles lainnya termasuk pakaian dan gitar dijual sebagai NFT oleh putra John Lennon, Julian Lennon.

 

Memorabilia The Beatles lainnya termasuk pakaian dan gitar dijual sebagai NFT oleh putra John Lennon, Julian Lennon.

Catatan asli Paul McCartney untuk lagu Hey Jude dijual, setidaknya secara digital, oleh anak John Lennon, Julian Lennon.

Anak gitaris The Beatles John Lennon, Julian Lennon, telah mengumumkan rincian penjualan memorabilia The Beatles. Mulai dari pakaian, gitar, dan not lagu. Tapi, barang-barang tersebut tidak dijual dalam bentuk fisik, melainkan sebagai token yang tidak dapat dipertukarkan (Non Fungible Token-NFT).

Julian Lennon berusia lima tahun pada 1968, ketika ayahnya John Lennon meninggalkan ibunya, Cynthia, untuk Yoko Ono. Paul McCartney pergi menemui Julian di rumah keluarga Lennon di Surrey dan menemukan nada dan awal mula ide dari lirik untuk Hey Jude di dalam mobil. Awalnya berjudul Hey Jules, itu dimaksudkan untuk menghibur Julian muda – take a sad song and make it better.

“Saya tahu itu tidak akan mudah baginya. Saya selalu merasa kasihan pada anak-anak dalam perceraian ... Saya memiliki ide (untuk lagu itu) pada saat saya tiba di sana,” kata McCartney suatu ketika tentang momen penciptaan lagu tersebut, dikutip dari The Guardian, (26/1).

Lagu itu langsung menjadi hit, menjadi single terlaris pada tahun itu di Inggris dan AS. Catatan menunjukkan McCartney menyusun lagu menjadi empat bagian yang berbeda. Dimulai dengan ‘suara dan piano’ dan diakhiri dengan ‘LONG SLOW FADE.’

Penawaran dimulai dari $30.000 (Rp430 juta lebih). Benda lain yang dijual sebagai NFT adalah tiga gitar Gibson dan dua pakaian John Lennon, mantel Afghanistan yang ia kenakan di film Magical Mystery Tour dan di pesta peluncuran album Sgt Pepper's Lonely Hearts Club Band serta jubah hitam yang dia kenakan di film Help!

“Saya telah mengumpulkan barang-barang pribadi ini selama sekitar 30 tahun, dan saya agak muak dengan semua itu yang terkunci di lemari besi, di mana saya harus menyimpannya karena saya tidak menginginkannya menjadi rusak.”

Julian Lennon berharap penjualan itu akan menjadi cara unik untuk melanjutkan warisan ayahnya. Sebagian dari hasil lelang, yang berlangsung pada 7 Februari, akan disumbangkan ke yayasan filantropi Julian, White Feather Foundation. (OL-12)

 

Baca Juga

123rf

Setop Minum Paracetamol Saat Hamil

👤Thalatie K Yani 🕔Kamis 19 Mei 2022, 15:40 WIB
Penelitian terbaru menemukan paracetamol yang dikonsumsi saat hamil bisa menyebabkan anak...
ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/tom

Desa Tinalah Yogyakarta Jadi Jawara di Creative Tourism Destination Award 2022

👤Fathurrozak 🕔Kamis 19 Mei 2022, 15:05 WIB
Desa Wisata Tinalah di Yogyakarta memboyong tiga penghargaan di Creative Tourism Destination Award...
AFP

Indikator Iklim Kritis Memecahkan Rekor pada 2021

👤Adiyanto 🕔Kamis 19 Mei 2022, 10:42 WIB
Kekeringan dan banjir memicu kenaikan harga pangan yang diperparah pada tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya