Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Yayan Ruhian kembali bermain di film laga. Kali ini, dalam film waralaba Filosofi Kopi dari Visinema Pictures, Ben & Jody. Ia berperan sebagai Aa Tubir, ketua geng pembalak yang dibayar oleh pengusaha untuk memuluskan niat mereka.
Aa Tubir juga akan menjadi musuh utama Ben dan Jody yang diperankan Chicco Jerikho dan Rio Dewanto. Bersama keempat anak buahnya, Aa Tubir menyekap Ben dan Jody serta tokoh masyarakat adat, agar upaya pembalakan hutan yang dilakukan berjalan lancar sesuai yang dikehendaki atasan.
Di film itu, Kang Yayan juga menjadi koreografer laga. Ia merancang cara kelahi karakter Ben dan Jody, serta cara kelahi anak-anak muda dari masyarakat adat yang diperankan di antaranya oleh Agniny Haque (Tambora) dan Hana Malasan (Rinjani).
Mengenai perannya, Kang Yayan mengatakan Aa Tubir adalah gambaran mengenai situasi yang jamak terjadi di Indonesia, saat banyak pengusaha nakal menyewa jasa ‘preman’ untuk memuluskan rencana perusahaan mereka. Tidak jarang, tangan para preman digunakan untuk menyingkirkan perlawanan yang muncul di lapangan.
“Saya pikir begitu nanti penonton sudah menonton film Ben & Jody, saya rasa banyak yang akan tersentil hatinya. Bahwa di dalam realita sehari-hari, ada beberapa lapisan bawah, tengah, dan atas, ada yang hidupnya rukun dan damai, tiba-tiba harus tertimbun ‘lumpur.’ Sementara, tidak sedikit yang mainnya ‘lumpur’ dia tidak mau terkotori. Sampai-sampai muncul orang-orang yang dijadikan mereka yang terlihatnya yang main ‘lumpur,’” kata Kang Yayan kepada Media Indonesia saat wawancara di Swiss Belinn Simatupang, Jakarta Selatan, (14/1).
Meski baginya Aa Tubir adalah sosok yang nasionalis dan idealis, tetapi ia adalah karakter yang tetap realistis. Sehingga, ia menuruti siapa yang membayarnya demi urusan perut. Tentu, Kang Yayan melihat ada kekuasaan yang lebih besar yang mengendalikannya sebagai kaki tangan.
“Mereka yang tidak mau terkotori tangannya, ya pakai tangan Aa Tubir. Orang tahunya ya Aa Tubir. Padahal ada mereka yang lebih berkuasa di atasnya.”
Film Ben & Jody disutradarai Angga Dwimas Sasongko, dan akan tayang di jaringan bioskop pada (27/1). (M-2)
Snider menegaskan bahwa dirinya tidak mampu lagi memenuhi standar performa enerjik yang menjadi ciri khas Twisted Sister.
Profil Pandji Pragiwaksono, komika Indonesia dan pendiri Stand Up Indo. Simak perjalanan karier, karya, dan kiprahnya di dunia stand up comedy.
Siapa Boiyen? Ini profil lengkap Yeni Rahmawati, komedian dan pedangdut yang kini jadi sorotan usai menggugat cerai suaminya di PA Tigaraksa.
DKI Jakarta menyelenggarakan doa bersama lintas agama dan hiburan lainnya termasuk konser.
MEMPERINGATI delapan dekade perjalanan organisasi, Pengurus Pusat Pemuda Katolik melaksanakan kunjungan kasih ke Panti Asuhan Pelayanan Kasih Bakti Mandiri, Sabtu (15/11).
Kolaborasi antara Loket, Indodana, dan TikTok dalam forum ini menegaskan pentingnya sinergi antara data, layanan finansial, dan pemasaran digital.
Meski proses aplikasi riasan memakan waktu, Angga Yunanda menyebut tantangan terberat justru muncul saat proses pembersihan setelah syuting selesai.
Selain duet komedian Oki Rengga dan Lolox yang memberikan penyegaran lewat sisi humor, film Tiba-Tiba Setan turut diperkuat oleh deretan aktor dan aktris ternama.
Chuck Norris bukan sekadar meme. Lewat Chun Kuk Do, ia merevolusi bela diri Barat dengan sistem hybrid dan kode etik ksatria yang mendunia.
Hanya sembilan hari sebelum kepergiannya, Chuck Norris sempat mengunggah video di media sosial yang kini menjadi sangat emosional bagi para penggemar.
Chuck Norris mengembuskan napas terakhirnya di sebuah fasilitas medis di Pulau Kaua'i, Hawaii, pada Kamis (19/3/2026) pagi waktu setempat.
Aktor laga legendaris Chuck Norris meninggal dunia di usia 86 tahun di Hawaii. Simak perjalanan karier bela diri dan daftar film ikoniknya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved