Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Guru Besar Geolinguistik FIB, UI, Prof. Dr. Multamia RMT Lauder S.S., M.Mse., DEA menjelaskan kerapuhan eksistensi budaya Indonesia kini juga berhubungan dengan bahasa daerah. Diperkirakan sebanyak 266 bahasa daerah berstatus lemah dan 75 di antaranya berstatus sekarat.
Sayangnya, kondisi kebahasaan itu jarang disadari oleh masyarakat. Minimnya jumlah penutur, dan tidak adanya sistem tulisan pada bahasa daerah juga menjadi kecenderungan yang muncul pada fenomena kerapuhan eksistensi budaya tersebut.
"Nah, dalam hal ini para ahli bahasa dapat membantu dengan membuatkan ortografi atau sistem ejaan supaya penduduk setempat bisa menuliskan adat istiadatnya, resep kulinernya, atau tata cara tradisi setempat," tuturnya, dalam gelar wicara virtual 'Urgensi Pelestarian Bahasa Daerah Sebagai Kekayaan Bangsa dan Penyokong Bahasa Nasional, yang menjadi rangkaian Festival Bahasa dan Sastra 2021 Media Indonesia, Rabu, (27/10).
Dengan adanya ortografi, lanjut Multamia, bahasa daerah bisa diturunkan dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Bahasa daerah yang tidak memiliki ortografi pada gilirannya hanya akan bergantung pada transmisi lisan. Hal demikian dirasa tidak cukup kuat untuk mewariskan bahasa, terlebih dewasa ini juga ada tantangan lain, dimana sebagian orang mulai enggan menuturkan bahasa daerah.
"Untuk apa kita berbahasa daerah lagi? Untuk kerja yang diperlukan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, tidak perlu bahasa daerah. Nah, dia tidak menyadari, bahwa bahasa daerah itu ialah yang menentukan jati diri dia," ujar Multamia.
Multamia menyadari usaha mempertahankan eksistensi bahasa daerah bukanlah perkara yang mudah. Perlu adanya kesadaran dan pemahaman si penutur. Meski begitu, ia juga menjelaskan bahwa punahnya bahasa daerah berakibat pada hilangnya kekayaan warisan bangsa.
Dalam paparannya, Multamia menjelaskan bahwa bahasa daerah yang jumlah penuturnya, sekurang-kurangnya 1000 orang, dapat dikategorikan sebagai bahasa yang masih memiliki daya hidup dan masih mungkin untuk direvitalisasi. Kurang dari 1000, proses revitalisasi akan terasa berat karena transmisi bahasa daerah dari generasi orangtua pada anak akan sangat minim.
Untuk langkah konservasi ini, hal lain yang tidak boleh dilupakan ialah kompleksitas situasi kebahasaan yang ada di Indonesia. Jika ditangani secara sporadis, kata Multamia, semua bahasa daerah yang semula terancam punah akan lebih cepat sekarat sehingga menuju kematian bahasa.
Sebagai upaya percepatan, lanjutnya, revitalisasi bahasa daerah dapat dimulai dengan bahasa sekarat terlebih dahulu, yang dari segi penutur, dapat dimulai dengan komunitas yang bertutur di bawah 500 orang.
"Saya juga berterimakasih ke Badan Bahasa yang telah menyelesaikan pemetaan bahasa daerah. Tetapi yang saya inginkan itu juga penelitian sastranya setara dengan penelitian bahasa di seluruh Indonesia. Kalau kita bisa menemukan, dan mendeteksi di seluruh Indonesia ada 718 bahasa, minimal kita juga bisa mendapatkan informasi 718 sastra daerah. Sehingga kita betul-betul mendapatkan khazanah budaya itu secara komperhensif," imbuhnya. (M-2)
Kegiatan ini berlangsung 2 hari pada 24 - 25 Januari 2026 berlokasi di Ex Hanggar Teras Pancoran, Jakarta Selatan..
Dalam momentum Hari Disabilitas Internasional, sebuah festival inklusi bertajuk Limitless Fest 2025 digelar melalui kampanye keberlanjutan Bangun Bangsa.
Festival ini lahir bukan sebagai seremonial semata melainkan menjadi gerakan sosial yang dirancang sistematis, monumental, dan berkelanjutan.
Setiap aktivitas dirancang berdasarkan misi utama Facebook: menciptakan hubungan yang tulus dan kebersamaan penuh tawa yang lahir dari partisipasi para pengguna di Indonesia.
Sekitar 3.000 pengunjung bergerak dari satu titik ke titik lainnya untuk menikmati keseluruhan rangkaian Soundrenaline yang tersebar di Lapangan Benteng, hingga simpul kota.
Sekitar 1.400 peserta dari belasan kota berkumpul di Ancol, Jakarta, Sabtu (22/11), mengikuti Fun Walk 5 km dalam rangkaian perayaan 75 tahun BPK Penabur.
Dengan sayembara cerpen ini generasi kita 'dipaksa' untuk menulis dengan baik dan benar.
Ketika pandemi Covid-19 hadir dan merubah segala aktivitas manusia, puisi turut mengalami perkembangan serta dapat pula menjadi medium untuk merekam momen tersebut.
Pelelangan akan berlangsung di festival yang digelar Media Indonesia pada 29 Oktober 2021.
Tiga puisi karya Remy akan dilelang bagi donasi anak yatim piatu covid-19.
Acara Indonesia Berpuisi yang digelar Media Indonesia diikuti belasan pejabat negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved