Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK pandemi, hobi bercocok tanam dan berkebun memang menjadi tren di banyak warga urban. Nyatanya, selain untuk menghabiskan waktu di rumah, hobi tersebut punya manfaat bagi kesehatan mental.
Psikolog Traci Stein, Ph.D., mengungkapkan penyiangan saat berkebun memungkinkan waktu dan ruang meditasi yang dibutuhkan oleh kesehatan mental diri, selain itu juga dapat merawat bumi. "Saat saya memangkas mawar, koneksi ke bumi membuat saya kuat. Berkebun memelihara kebutuhan saya untuk peduli dan kreatif, menyendiri dan reflektif. Paradoksnya, terlibat dalam aktivitas menyendiri ini memberikan keseimbangan yang memungkinkan saya menemukan kesenangan yang lebih besar dalam komunitas, namun tidak terbatas pada saat berkebun bersama orang lain," katanya, seperti dikutip dari psychologytoday.com, Sabtu (9/10).
Tinjauan literatur tahun 2020 mencatat ada 77 penelitian dari seluruh dunia yang menemukan bahwa berkebun menghasilkan perbaikan terukur pada berbagai dimensi kesehatan dan kesejahteraan. Manfaat kesehatan mental khusus meliputi kecemasan dan depresi berkurang, kualitas tidur menjadi lebih baik, peningkatan keterampilan sosial, peningkatan fungsi kognitif hingga isolasi sosial berkurang.
Penelitian lain menunjukkan bahwa manfaat berkebun meluas ke berbagai kelompok umur umur, dari anak-anak hingga orang tua. Manfaat ini telah ditunjukkan baik pada individu yang sehat maupun mereka yang memiliki berbagai masalah kesehatan, termasuk demensia.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Alzheimer’s Disease menemukan bahwa melakukan kegiatan menanam dan merawat tumbuhan di kebun merupakan cara yang ampuh untuk menjaga kesehatan kognitif, meningkatkan volume otak, dan mengurangi risiko penyakit Alzheimer sampai 50 persen. Ini dikarenakan berkebun membutuhkan konsentrasi yang tinggi.
Berkebun yang menghasilkan bahan pangan, naungan sejuk, atau pun keindahan bagi pandangan akan memberi kita rasa, makna, dan tujuan yang lebih besar dari sekadar kesenangan pribadi. Kita akan merasa berkontribusi pada lingkungan sekitar, baik orang maupun alam. (M-1)
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Poltekes Bhakti Kencana menawarkan tiga program studi strategis yang dirancang berdasarkan kebutuhan pasar kerja
KITA semua mengikuti dengan waspada perkembangan eskalasi konflik dan perang di kawasan Timur Tengah.
Kondisi kesehatan Nadiem Makarim menurun akibat reinfeksi bekas operasi. Eks Mendikbudristek ini terancam operasi lagi di tengah sidang korupsi Chromebook.
Penyumbatan jantung atau Penyakit Jantung Koroner (PJK) terjadi akibat penumpukan plak (lemak, kolesterol, dan kalsium) pada arteri koroner.
Meskipun populer dan estetik, bubble tea menyimpan risiko kesehatan serius seperti paparan timbal, gangguan pencernaan, hingga masalah kesehatan mental. Simak faktanya!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved