Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Tak jarang kita menemukan noda kuning bersarang di pakaian. Noda tersebut umumnya muncul di bagian ketiak dan kerah. Keberadaannya tentu aja mengurangi kualitas tampilan pakainan dan kenyamanan ketika digunakan.
Melansir dari theguardian.com, Rabu, (8/9), seorang pakar fesyen dari RMIT University Australia, Georgia McCorkill, mengatakan pada dasarnya noda kuning tersebut muncul akibat kombinasi dari kandungan garam yang muncul dari keringat dan deodoran yang digunakan pengguna pakaian.
Ia mengatakan, keringat pada dasarnya bersifar steril dan tak memiliki sifat meninggalkan jejak di pakaian. Namun, ketika ia bersentuhan dengan bakteri di kulit, keringat bisa menimbulkan bau. Sementara ketika bersentuhan dengan zat kimia dari deodoran keringat bisa menimbulkan noda kuning di pakaian.
Untuk mencegah munculnya bau dan noda kuning di bagian ketiak pakaian tanpa menghentikan penggunaan deodoran, berikut hal-hal yang bisa dilakukan.
1. Segera cuci pakaian
Bakteri yang berkembang biak di pakaian kotor akan membuat noda menjadi lebih cepat muncul dan pekat. Karena itu, segera cuci pakaian ketika selesai digunakan. Jangan mendiamkannya hingga berhari-hari dalam keadaan kotor apalagi di tempat yang tertutup.
2. Cuci manual
Mencuci pakaian menggunakan mesin memang memudahkan. Namun seringkali noda tidak terangkat dengan maksimal dan merata. Untuk mencegah noda kuning di beberapa bagian pakaian sangat disarankan mencuci pakaian secara manual. Setidaknya di bagian yang riskannya saja, seperti ketiak dan kerah.
3. Gunakan minyak kelapa atau ekaliptus
Minyak kelapa dan ekaliptus memiliki kandungan yang lebih cepat mengangkat noda membandel. Carilah produk sabun alami yang mengandung minyak kelapa atau eucalyptus di dalamnya.
4. Ganti deodoran alami
Deodoran umumnya mengandung zat yang tidak ramah pada kain seperti aluminium dan antiperspirant. Cobalah mengganti deodoran dengan yang terbuat dari bahan alami. Saat ini tak sulit mencari produk deodoran alami di pasaran.
5. Pilih bahan pakaian alami
Bahan yang terbuat dari alam seperti katun, wool, dan sutera memiliki respon yang lebih baik dalam menyerap keringat dibandingkan dengan yang terbuat dari bahan lain seperti polyester dan elastis.
Polyester memiliki sifat penahan minyak dari keringat yang kuat. Hal itu membuat pakaian dari polyester lebih sulit dicuci secara maksimal dan kerap berbau. (M-2)
Fenomena post holiday blues atau penurunan suasana hati merupakan hal yang wajar.
Masakan bersantan masih layak dikonsumsi hingga hari ketiga Lebaran, asalkan teknik penyimpanan dan pemanasannya dilakukan dengan benar.
Di tengah suasana Lebaran, penderita penyakit autoimun perlu memerhatikan kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan atau flare up.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Rasa gatal pada ibu hamil biasanya berpusat di area perut dan payudara.
Faktor pertama yang paling berpengaruh adalah perilaku pengemudi di balik kemudi. Gaya berkendara agresif menjadi musuh utama efisiensi baterai.
MAP akan sesuaikan harga jual barang ritel kepada konsumen imbas melemahnya rupiah
KINERJA penjualan eceran pada April 2024 diprakirakan melanjutkan pertumbuhan, baik secara tahunan maupun bulanan. Hal tersebut tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) April 2024
FR James sebagai salah satu pelaku dalam bisnis pakaiani berupaya untuk memberikan produk fashion yang tidak lagi terkotakkan batasan usia,
Peritel lokal pakaian jadi untuk pria, Manzone kembali mempersembahkan Koleksi Festive yang terinspirasi dari keindahan kultur dan juga motif sambut ramadan
Tahun ini, Aleza mempersembahkan 10 koleksi apparel, ditambah dengan koleksi-koleksi pelengkap seperti prayer set, hand bag, dan hampers.
Hadirkan desain T-shirt terbaru dari dua arsitek terkemuka asal Swiss Herzog & de Meuron dari Swiss dan ikon budaya pop Jepang Utraman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved