Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebuah penelitian yang baru-baru ini terbit di jurnal Scientific Reports telah melaporkan adanya korelasi antara penggunaan ganja pada remaja dan proses kelahiran. Dalam jurnal tersebut, para ilmuwan mengatakan bayi yang lahir dari ibu dan ayah berusia 29 tahun ke atas, yang rutin menggunakan ganja pada usia 15 hingga 17 tahun, cenderung lebih mungkin memiliki bayi dengan berat badan di bawah rata-rata.
Lebih dari itu, proses kelahiran bayi kemungkinan juga lebih awal atau kurang dari 37 minggu. Usia kehamilan ini lebih muda jika dibandingkan dengan para orangtua yang semasa muda tidak pernah menggunakan ganja.
Lindsey Hines, sang peneliti dari Bristol Medical School mengatakan ganja adalah obat terlarang yang paling umum digunakan di kalangan remaja. Maka dari itu, temuan ini seharusnya dapat menjadi landasan bagi sejumlah negara, yang dewasa ini telah melonggarkan kebijakan penggunaan obat terlarang termasuk ganja pada remaja.
“Sudah ada bukti bahwa penggunaan ganja pada remaja sering meningkatkan risiko kesehatan mental yang buruk. Tetapi hasil penelitian kami telah menunjukkan kemungkinan adanya efek lebih lanjut yang mungkin tidak pernah diantisipasi oleh individu," terangnya, seperti dilansir dari Independent, Kamis, (26/8).
Hines selanjutnya mengatakan penelitian sebelumnya juga telah mencoba mengamati korelasi penggunaan tembakau dan proses kelahiran. Hasil penelitian menunjukan hal yang kurang lebih serupa, dimana para bayi yang lahir prematur di kemudian hari cenderung lebih memiliki risiko pada masalah kesehatan.
“Tapi semakin kita mempelajari penggunaan ganja pada remaja, semakin bermasalah kelihatannya. Mengingat aktor politik dan industri kian berkembang untuk legalisasi penggunaan ganja, maka ada kebutuhan mendesak untuk penelitian yang lebih besar dan lebih baik untuk memahami bahaya yang timbul dari penggunaan ganja pada remaja,"
imbuh George Patton, rekan penelitian Hines dari University of Melbourne and Murdoch Children’s Research Institute.(M-4)
SUBDIT 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja seberat kurang lebih 3 kilogram di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
AS mengirimkan ganja itu menggunakan paket ekspedisi berisi serbuk kopi untuk mengelabui polisi.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
SATRESKOBA Polres Cimahi berhasil menggagalkan peredaran ganja sebanyak 100 kilogram atau setara 1 kuintal yang dikemas dalam dua koper.
SEORANG pengedar narkotika jenis ganja seberat 1,3 kilogram (kg) ditangkap di wilayah Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (19/2).
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus peredaran narkotika jenis ganja dengan total berat 9,4 kilogram di wilayah Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved