Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
Google merancang sistem kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI) yang dapat mendeteksi masalah kesehatan. Mulai dari kulit, rambut, hingga kuku.
Sistem tersebut akan dapat mendeteksi berbagai masalah pada kulit, rambut, dan kuku melalui tangkapan gambar yang diunggah pengguna.
Saat ini sistem tersebut tengah dalam uji coba. Sistem yang direncanakan bernama Dermatology Assist Tool tersebut ditargetkan akan dirilis untuk publik di tahun ini.
Kepala Pusat Penelitian Kanker, University of Southampton, Tim Underwood, mengatakan kalau dikembangkan dengan maksimal, diharapkan aplikasi tersebut akan bisa membantu tenaga ahli memberikan perawatan yang lebih tepat dengan kondisi setiap pasien.
"Pemanfaatan AI baik itu dalam penanganan kanker atau bidang kesehatan lain harus bisa membantu menghadirkan dialog perawatan apa yang paling sesuai dan diinginkan pasien," ujar Underwood, dilansir dari bbc.com, Kamis, (20/5).
Google menyatakan saat ini sistem AI yang mereka kembangkan telah mampu mendeteksi 288 kondisi atau masalah pada kulit manusia. Meski begitu, Google tak bermaksud menjadikan teknologi tersebut sebagai pengganti pelayanan medis secara langsung oleh tenaga ahli.
Pengembangan teknologi tersebut telah dilakukan Google dalam tiga tahun terakhir. Uji coba dilakukan pada 65 ribu gambar dengan kondisi kulit yang beragam. (M-2)
GOOGLE melakukan sedikit pembaharuan pada tampilan aplikasi layanan penyimpanan berbasis cloud mereka yakni Google Drive, dengan menghadirkan fitur 'Buka dengan Vids'.
Para ilmuwan menggunakan prosesor kuantum Google untuk mensimulasikan teori gauge, memperlihatkan perilaku partikel dan tali penghubungnya.
Peta Pesta cuma inisiatif sederhana saat pandemi. Tujuannya sederhana, yaitu membantu para pemilik venue lokal di Jakarta tetap terhubung sama komunitasnya.
Data menunjukkan, 82% konsumen lokal mencari bisnis lewat Google, dan profil yang rapi bisa meningkatkan kepercayaan hingga 29%.
Fitur ini hadir lewat layanan Google Lens yang bisa mengenali objek pada foto atau gambar, lalu menampilkan informasi yang relevan.
GOOGLE merilis fitur Flight Deals, alat yang bisa membantu pengguna melakukan pencarian tiket pesawat berbasis AI. Fitur ini akan diluncurkan minggu depan,
Dermafirm merupakan jenama skincare yang telah dikenal di berbagai belahan dunia atas fokusnya pada skincare dermatologis yang berbasis sains.
Marina percaya bahwa Gen Z merupakan generasi yang lahir dan tumbuh di era digital dan generasi yang membentuk masa kini.
Sebagai bentuk apresiasi, Aliah dan Bianca juga menerima beasiswa pendidikan senilai Rp100 juta serta perawatan eksklusif dari MS Glow Beauty selama satu tahun penuh.
Sebagai bagian dari pendekatan holistik, Altruva juga memperkenalkan layanan body regenerative contouring melalui Altruva NeoCurve, treatment eksklusif dengan teknologi EmSculpt Neo.
dr. Keum menekankan pentingnya perawatan yang dipersonalisasi dalam estetika, memastikan bahwa setiap rencana perawatan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik klien.
Kegiatan tersebut juga dianggap sebagai terobosan Wardah menggabungkan konsep halal beauty, kecanggihan sains dan teknologi, serta keahlian dermatologi.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved