Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH mobil, skuter, dan sepeda tampak tergesa menunggu lampu lalu lintas menyala, siap melintasi salah satu jalan utama Shanghai. Di antara mereka, duduk seorang lelaki tua di kursi roda listrik. Di dekatnya, pengguna kursi roda lain didorong di jalan itu.
Trotoar yang sempi, dan disesaki eretan sepeda sewaan yang diparkir sembarangan, terkadang memaksa orang-orang di kursi roda untuk melewati jalan-jalan pusat kota yang sibuk. Pembangunan kota di Tiongkok sepertinya tidak dirancang untuk keberadaan orang-orang dengan disabilitas seperti mereka.
Trotoar yang tidak rata, landai, dan dibuat asal-asalan, serta akses transportasi umum yang tidak ramah pada disabilitas amat menyulitkan bagi para pengguna kursi roda. Mereka, orang-orang dengan disabilitas ini mengatakan situasinya bahkan lebih buruk di luar kota-kota besar, meski umumnya membaik dibandingkan beberapa tahun yang lalu.
Zhao Hongcheng seorang vlogger, termasuk salah satu yang menyoroti hal ini di Shanghai dan kota-kota lain. Perempuan berusia 31 tahun tersebut mengidap polio saat masih bayi dan telah menggunakan kursi roda sejak berusia 11 tahun.
"Sulit bagi orang (dengan kursi roda) untuk melakukan perjalanan lebih jauh dari dua kilometer (1,2 mil)," kata Zhao, yang videonya sudah lebih dari 500.000 kali dilihat orang
"Pengguna kursi roda juga masih menghadapi kesulitan untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan," tambah Zhao.
Sejauh ini tidak diketahui pasti berapa jumlah pengguna kursi roda di Tiongkok. Tetapi media yang dikelola pemerintah mengatakan ada 85 juta orang cacat dan Presiden Xi Jinping menyebut mereka kelompok dengan kesulitan khusus yang membutuhkan perhatian ekstra.
Pada 2019, Xi mengatakan tidak akan mengabaikan orang-orang dengan disabilitas. Namun, terlepas dari modernisasi yang telah dilakukan, sikap terhadap penyandang disabilitas dan fasilitas bagi mereka tampaknya masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara maju lainnya.
Huang Yan, yang juga menggunakan kursi roda, mengatakan banyak hal berubah secara bertahap.
"Sepuluh tahun yang lalu banyak orang akan melihat orang-orang di kursi roda sebagai sesuatu yang asing," kata pria berusia 39 tahun yang bekerja di e-commerce ini.
Kini Huang dan Zhao, tidak takut memberi tahu pihak berwenang saat mereka menemui masalah. Zhao mengaku pernah ditabrak mobil dari belakang saat berada di kursi roda di jalan di dekat Kota Hangzhou. Untungnya dia tidak terluka parah. Zhao, yang bergelar master, mengaku juga sering dihina hanya lantaran kondisi fisiknya.
"Banyak orang mengira bahwa penyandang cacat tinggal di sebuah pulau dan sama sekali tidak terhubung dengan masyarakat," katanya. (AFP/M-4)
Sejumlah pekerjaan rumah dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di tanah air harus dituntaskan.
Kegiatan ini lahir sebagai respons atas masih adanya kesenjangan antara potensi penyandang disabilitas dengan realitas praktik rekrutmen di dunia kerja.
Upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas membutuhkan kolaborasi nyata antara negara dan masyarakat sipil.
Arifah menekankan pentingnya mendorong kemandirian, serta pembangunan masa depan yang layak bagi anak penyandang disabilitas.
Mitra Netra pun mengajak seluruh pemangku peran untuk memastikan tersedianya kesempatan kerja yang adil bagi penyandang disabilitas netra.
Dalam momentum Hari Disabilitas Internasional, sebuah festival inklusi bertajuk Limitless Fest 2025 digelar melalui kampanye keberlanjutan Bangun Bangsa.
Ketersediaan fasilitas untuk disabilitas akan kepada dunia betapa besar keberpihakan Indonesia terhadap kaum difabel.
Bahwa anak-anak disabilitas sesungguhnya punya potensi tapi jadi terhambat karena lingkungan yang tidak aksesibel.
SETIAP 3 Desember masyarakat dunia memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI), berdasarkan Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nomor 47/3 (1992).
Anang mengatakan para pelanggan bisa naik dan turun di halte sebelum atau sesudah halte yang direvitalisasi.
Begitu juga revitalisasi Halte Transjakarta Kwitang rampung. Bahkan ada keistimewaannya yakni terdapat fasilitas toilet hingga Wifi di halte tersebut.
Peringati Hari Disabilitas Internasional 2021, Baznas Bazis DKI Jakarta menggelar diskusi bersama para penyandang disabilitas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved