Rabu 07 Desember 2022, 10:25 WIB

Sederajat, Semartabat

Irvan Sihombing, Wartawan Media Indonesia | Opini
Sederajat, Semartabat

Dok. Pribadi
Irvan Sihombing

 

KUNJUNGAN tersebut hanya berlangsung singkat. Tidak sampai 3 jam. Namun, para peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2022 pulang membawa segudang cerita. Dan tentunya perubahan paradigma.

Ini terjadi pada akhir pekan lalu, tepat pada Hari Disabilitas Internasional yang jatuh setiap 3 Desember. Sebanyak 20 mahasiswa menyambangi Sekolah Luar Biasa Rawinala cabang Dolok Sanggul. Mereka berasal dari berbagai kampus di Tanah Air dan program tersebut dipusatkan di Universitas Sumatera Utara (USU), Kota Medan.

Medan dan Dolok Sanggul terbentang sejauh 279 km. Perjalanan ditempuh lebih dari 12 jam karena rombongan melakukan beberapa kali perhentian. Sore sudah hampir jatuh ketika peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2022 tiba di Sekolah Luar Biasa Rawinala cabang Dolok Sanggul.

Wakil Direktur Bidang Penelitan & Pengembangan Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala Pendeta Masriany Sihite menceritakan kunjungan itu kepada saya, Senin (5/12/2022) kemarin. "Saya pikir mereka pasti sudah lelah. Tapi ternyata bagus banget konsentrasi mereka," kata Masriani.

Sebanyak 20 mahasiswa dan pendamping langsung berinteraksi dengan anak-anak disabilitas. Kegiatan ini menghadirkan pengalaman baru yang tidak terlupakan. Mereka kini memahami bahwa anak-anak disabilitas sejatinya bisa bercanda dan bermain sama seperti orang normal pada umumnya. Para mahasiswa kemudian meletakkan jauh-jauh anggapan bahwa anak-anak tersebut merupakan sosok yang harus dikasihani.

Perubahan paradigma terhadap kaum disabilitas memang sangat diperlukan. Diharapkan kunjungan ke-20 mahasiswa itu bisa bermultiplikasi agar terbentuk masyarakat inklusi terhadap orang-orang dengan disabilitas dan dalam konteks yang lebih luas negara mampu menghadirkan kebijakan yang aksesibel.

Disabilitas ialah kondisi seseorang mengalami hambatan permanen secara fisik maupun intelektual yang menyebabkan dia terhalang untuk berpartisipasi penuh dalam kehidupan masyarakat. Penyebabnya adalah lingkungan yang tidak aksesibel. Lingkungan di sini terbagi menjadi dua.

Pertama adalah paradigma atau konstruksi sosial yang melekat terhadap orang-orang disabilitas. Kedua adalah lingkungan dalam konteks pelayanan dan fasilitas umum yang tidak aksesibel.

Penggunaan kata disabilitas juga dirasa lebih tepat karena ada makna yang mendalam, yakni sebuah perjuangan, ikhtiar untuk menggugah banyak pihak, dan advokasi agar hak-hak kelompok disabilitas dipenuhi. Bahwa anak-anak disabilitas sesungguhnya punya potensi tapi jadi terhambat karena lingkungan yang tidak aksesibel.

Lebih dari itu, Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang baru saja berlalu diharapkan bisa menghadirkan perubahan paradigma. Bahwa sejatinya kita semua sederajat, semartabat, tidak kurang, tidak lebih. Hanya beda potensi karena disebabkan oleh faktor lingkungan.

Baca Juga

Dok Pribadi

Leitmotive Eliminasi Kusta

👤Perigrinus H Sebong, Pengajar FK Unika Soegijapranata 🕔Rabu 08 Februari 2023, 08:00 WIB
Salah satu ganjalan terbesar mencapai eliminasi kusta secara menyeluruh adalah leprostigma. Sumber leprostigma bisa dari stereotip agama,...
Dok. Pribadi

Pilar Kemandirian Muhammadiyah

👤Abd Rohim Ghazali Wakil Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Direktur Eksekutif Maarif Institute 🕔Rabu 08 Februari 2023, 05:00 WIB
SEJARAH Muhammadiyah ialah sejarah kemandirian. Sejak usia sangat dini, KH Ahmad Dahlan, pendiri organisasi itu, sudah berkorban dengan...
Dok UGM

Bisakah Kemandirian Pangan Kedelai di Tengah Krisis Pangan Global?

👤Atris Suyantohadi, Peneliti Senior Kedelai Fakultas Teknologi Pertanian, UGM,  Ketua Asosiasi Masyarakat Kedelai Lokal Nusantara (Asmakara) 🕔Selasa 07 Februari 2023, 23:40 WIB
KEDELAI merupakan salah satu komodi pangan sebagai sumber protein nabati yang menyehatkan, juga dikenal murah dan terjangkau oleh sebagian...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya