Jumat 16 April 2021, 17:10 WIB

Apple Investasikan Rp2,8 Triliun untuk Atasi Perubahan Iklim

Adiyanto | Weekend
Apple Investasikan Rp2,8 Triliun untuk Atasi Perubahan Iklim

Mladen ANTONOV / AFP
Logo Apple dengan daun hijau menandai Hari Bumi di Bangkok, Thailand pada 14 April 2021

 

PERUSAHAAN teknologi Amerika Serikat, Apple  menyiapkan dana US$200 juta untuk diinvestasikan dalam proyek kehutanan komersial penghasil kayu, dengan tujuan meminimalisasi karbon di atmosfer sekaligus menghasilkan keuntungan.

The Restore Fund, demikian nama proyek itu, diluncurkan bekerjasama dengan Lembaga Konservasi Internasional dan Goldman Sachs dan ditargetkan beroperasi pada akhir tahun ini.

"Alam menyediakan beberapa alat terbaik untuk menghilangkan karbon dari atmosfer," kata wakil presiden lingkungan, kebijakan dan inisiatif sosial Apple Lisa Jackson dalam sebuah pernyataan seperti dikutip AFP. Jumat (16/4)

"Dengan menyiapkan dana yang menghasilkan keuntungan finansial serta dampak karbon yang nyata dan terukur, kami ingin mendorong perubahan yang lebih luas di masa depan, mendorong investasi dalam penghapusan karbon di seluruh dunia."

Untuk diketahui, hutan bekerja menarik karbon dari udara, menyimpannya dan menghentikan kontribusi gas/emisi  terhadap perubahan iklim. Dana tersebut bertujuan untuk menghilangkan satu juta metrik ton karbon dioksida setiap tahun dari atmosfer, sama dengan jumlah yang dimuntahkan oleh lebih dari 200.000 kendaraan umum.

Pembuat iPhone yang berbasis di California itu mengatakan, tujuan mereka adalah tidak memberikan dampak iklim untuk semua perangkat yang mereka jual.

"Berinvestasi di alam dapat menghilangkan karbon jauh lebih efektif - dan lebih cepat - daripada teknologi lainnya yang ada saat ini ," kata eksekutif kepala konservasi internasional, M. Sanjayan

"Saat dunia menghadapi ancaman global yang ditimbulkan oleh perubahan iklim, kami membutuhkan pendekatan baru yang inovatif yang dapat mengurangi emisi secara dramatis."

Google earth

Pada hari yang sama, Google juga meluncurkan fitur selang waktu ke layanan Google Earth-nya yang menyediakan tampilan satelit dunia.

Fitur baru ini didasarkan pada puluhan juta citra satelit dari 37 tahun terakhir untuk memungkinkan pengguna melihat secara detail bagaimana wajah planet telah berubah.

"Bukti visual dapat memotong inti perdebatan dengan cara yang tidak dapat dilakukan kata-kata dan mengkomunikasikan masalah yang kompleks kepada semua orang," perusahaan itu dalam sebuah posting blog.( AFP/M-4)

Baca Juga

capetowndiamondmuseum.org

Berlian Ini Terbentuk dari Asteroid yang Menabrak Bumi

👤Galih Agus Saputra 🕔Rabu 19 Januari 2022, 15:00 WIB
Meski tak menyebut secara jelas, spesialis batu mulia rumah lelang Sotheby's Dubai, Sophie Stevens mengatakan carbonado memiliki usia...
AFP/Tolga Akmen

Tebak Kepribadian Melalui Warna Baju

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 19 Januari 2022, 12:35 WIB
Warna baju yang dipakai rupanya juga dapat menggambarkan sifat dan kepribadian...
masterfile.com

Kenali Dampak Tertidur saat Televisi Menyala

👤Galih Agus Saputra 🕔Rabu 19 Januari 2022, 12:00 WIB
Tahukah Anda jika cara beristirahat dengan televisi menyala dapat mengurangi kualitas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya