Jumat 26 Februari 2021, 07:05 WIB

Lukisan Ini Buktikan Adanya Spesies Angsa Indah di Mesir Kuno

Bagus Pradana | Weekend
Lukisan Ini Buktikan Adanya Spesies Angsa Indah di Mesir Kuno

C.K. Wilkinson/ University of Queensland
Lukisan dari era Mesir Kuno yang mencitrakan spesies angsa yang indah yang diyakini sudah punah.

 

SAAT meneliti beberapa fragmen lukisan kuno dari Mesir yang berusia 4600 tahun, Dr. Anthony Romilio peneliti Universitas Queensland, Australia, kagum terhadap sebuah lukisan yang memuat beberapa ekor angsa berbintik.


Romilio mengatakan bahwa unggas tersebut aneh karena mirip seperti angsa modern berdada merah (Branta ruficollis). Namun, unggas yang terdapat dalam lukisan tersebut memiliki warna dan pola berbeda yang sangat mencolok pada tubuh, wajah, dada, sayap dan kakinya. Romilio pun memuji jika angsa tersebut cantik.


"Lukisan itu adalah Angsa Meidum, unggas yang telah lama dikagumi sejak ditemukan pada tahun 1800an dan digambarkan sebagai 'Mona Lisa Mesir'," terang Dr Romilio seperti dilansir phys.org, Rabu (24/2).


Namun anehnya tidak ada tulang dari spesies angsa itu yang ditemukan di situs-situs arkeologi di Mesir. "Anehnya, tidak ada tulang yang serupa yang ditemukan di situs-situs ini," lanjut Romilio.


Ia pun mengungkapkan jika dari perspektif zoologi, lukisan tersebut adalah satu-satunya dokumentasi tentang angsa berpola khas itu. Sebabnya, spesies angsa itu diyakini telah punah secara global. Penemuan angsa tersebut juga telah dipublikasikan di Journal of Archaeological Science: Reports, Selasa (23/2) lalu.


Romilio mengungkapkan bahwa hewan-hewan yang terdapat dalam karya seni kuno bukanlah fiksi. Ia percaya jika hewan-hewan itu pasti telah diidentifikasi, tetapi tidak semua spesies terkonfirmasi secara ilmiah.


"Saya menerapkan kriteria Tobias pada angsa, metode tersebut sangat efektif dalam mengidentifikasi spesies — menggunakan pengukuran kuantitatif fitur utama burung — dan sangat memperkuat nilai informasi bagi ilmu zoologi dan ekologi," paparnya.


Mesir tidak selalu didominasi gurun dan padang yang tandus, di masa lalu menurut Dr Romilio, Mesir juga memiliki sejarah keanekaragaman hayati, dan daerahnya kaya akan spesies yang punah. "Budaya kuno Mesir muncul ketika Sahara masih hijau dan ditutupi padang rumput, danau, dan hutan, yang dipenuhi dengan beragam hewan, banyak di antaranya yang kemudian digambarkan di makam dan kuil," katanya.


Romilio mengatakan bahwa lukisan yang dia teliti berasal dari makam Nefermaat dan Itet di Meidum dan sekarang berada di Museum Barang Antik Mesir di Kairo. Angsa tersebut diyakini pula hidup lebih awal dibanding sapi modern (auroch), antelop, dan keledai.


Secara luas, menurutnya, karya seni kuno memberikan wawasan budaya dan catatan grafis berharga mengenai kekayaan fauna di masa lampau. Dari situ pula maka manusia saat ini bisa menggali informasi mengenai bentuk kehidupan manusia masa lalu. ang hidup berdampingan dengan manusia. (M-1)

Baca Juga

Dok. Crazyone Films.

Cinta yang Tergusur Derap Pembangunan

👤Fathurozak 🕔Selasa 07 Desember 2021, 11:21 WIB
Film ini mengangkat persoalan manusia-manusia yang tersingkir dan harus membangun kehidupan baru mereka atas nama...
MI/Fathurrozak

Perkara Sentuhan Manusia, Ibu, dan Rindu, dalam Film Laut Memanggilku

👤Fathurrozak 🕔Selasa 07 Desember 2021, 11:13 WIB
Sutradara Tumpal Tampubolon berbincang dengan Media Indonesia perihal film pendek terbarunya, Laut Memanggilku. Mulai dari soal boneka...
Instagram @svhoffical

Tentang Dualisme Kehidupan di Koleksi Baru SVH Official

👤Nike Amelia Sari 🕔Senin 06 Desember 2021, 16:05 WIB
Dalam koleksi musim gugur/ dingin 2021/2022 ini digunakan juga konsep slow...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya