Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
Makanan pedas sangat identik dengan ragam kuliner Asia, termasuk Indonesia. Banyak sekali jenis kuliner Indonesia menggunakan cabai sebagai bahan bakunya, atau sekadar bahan untuk cocolan (sambal).
Meski membuat makanan menjadi lebih nikmat, di sisi lain makanan pedas juga bisa menimbulkan masalah bagi sebagian orang. Mulai dari perut perih, maag, hingga diare.
Pada usia muda, tubuh akan sekadar bergejolak bila cabai dikonsumsi secara berlebihan. Namun, seiring bertambahnya usia, seseorang umumnya akan semakin tak kuat mengonsumsi makanan pedas.
Dokter spesialis Gastroenterology & Hepatology Singapore General Hospital, Andrew Ong, mengatakan bahwa menginjak usia lanjut, umumnya di atas 40 tahun, berbagai masalah tubuh kerap mulai bermunculan. Mulai dari diabetes, darah tinggi, hingga kolesterol.
"Beberapa jenis obat dari berbagai penyakit tersebut menimbulkan iritasi pada bagian lambung dan usus sehingga menjadi lebih sensitif pada pedas," ujar Andrew Ong, seperti dilansir dari channelnewsasia.com, Sabtu, (20/2).
Andrew mengatakan ketika tubuh menurun kualitasnya, ketahanan terhadap pedas juga akan menurun. Begitu juga ketika tubuh mengalami stres.
"Generasa sandwich yang umumnya memiliki beban hidup berat juga berpotensi mengalami ketahanan tubuh yang lemah terhadap pedas karena tubuh mereka kebugarannya menurun akibat stres," ujar Andrew Ong.
Karena itu, bila merasakan tubuh semakin tak kuat pada rasa pedas, itu tandanya kebugaran tubuh sudah menurun atau menua. Pola hidup sehat dan minim stres menjadi hal yang penting diterapkan bila ingin tetap bisa meniknati kuliner lezat dan pedas hingga hari tua. (CNA/M-2)
Restaurant Week merupakan konsep kurasi di mana setiap restoran menghadirkan dessert edisi terbatas sesuai tema JDW, yang hanya tersedia pada 25 Agustus – 14 September 2025.
C Bakes, brand chiffon cake yang menggunakan 100% bahan alami ini memberikan suguhan promo menarik di hari pembukaan cabangnya di Citra Garden.
Selama 40 tahun dapat menjaga bisnis kuliner dan berkembang hingga merambah seluruh wilayah Indonesia, bukan hal mudah, HokBen, selalu menjaga kualitas.
Hidangan favorit pengunjung antara lain Selat Popia (Kueh Pie Tee), Udang Gulung Tempoe Doeloe, Gulai Fish Head Tasik, Jumbo Prawn Golden Egg-yolk, dan Ayam Goreng Lengkuas.
Kuliner ini menggunakan singkong dan beras padi sebagai bahan utama, sehingga memberikan pilihan nasi instan yang lebih sehat dan kaya serat.
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung meluncurkan promo kuliner eksklusif bertajuk Summertime Flavours di Swiss-Kitchen™ Restaurant sepanjang Agustus 2025.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved