Senin 25 Januari 2021, 19:00 WIB

Ratusan Orang Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Topan Eloise

adiyanto | Weekend
Ratusan Orang Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Topan Eloise

Bruno Pedro / UNICEF / AFP
Banjir akibat Topan Eloise merendam ribuan rumah di Mozambik

BADAI  tropis yang melanda Mozambik pada akhir pekan lalu membuat ribuan orang mengungsi dan menyebabkan banjir parah.  Topan Eloise menerjang pada Sabtu (23/1) dini hari, membawa angin berkecepatan tinggi diikuti hujan lebat yang mengguyur kota pelabuhan Beira, ibu kota provinsi Sofala di Mozambik, serta  distrik Buzi yang berdekatan.

Mengutip data awal yang diungkapkan pihak pemerintah, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Senin (25/1) menyatakan hampir 7.000 orang mengungsi dan lebih dari 5.000 rumah hancur atau rusak di daerah itu. Pada 2019, dua topan dahsyat juga telah memorak-morandalan wilayah tersebut.

Tim tanggap darurat nasional pada Minggu mengkonfirmasi, sebanyak enam prang tewas dan 12  lainnya mengalami cedera serius. Jumlah itu diperkirakan akan meningkat karena skala kerusakan sepenuhnya baru akan diteliti dalam beberapa hari mendatang.

"Begitu banyak tempat yang sudah kebanjiran dan semakin parah," kata juru bicara Unicef ​​Mozambik Daniel Timme, kepada AFP.

"Sungai-sungai meluap  di selatan Beira,”katanya.

Timme mengatakan topan telah secara tidak proporsional mempengaruhi lingkungan kota yang lebih miskin, di mana rumah-rumah yang terbuat dari terpal dan besi, porak-poranda tersapu angin.

“Ratusan orang mengungsi di sebuah sekolah dan sangat membutuhkan makanan, obat-obatan, dan tempat tinggal yang layak,“ tambahnya.

Eloise melanda area  yang dua tahun lalu dihantam dua badai super berturut-turut pada Maret dan April 2019. Pertama, Topan Idai, menewaskan lebih dari 1.000 orang dan menyebabkan kerusakan yang diperkirakan mencapai US$2 miliar.

Timme mengatakan, kala itu para petugas bantuan bergegas menyediakan air minum yang aman untuk warga guna menghindari kolera, yang melanda di tempat penampungan sementara di Beira sekitar dua minggu setelah serangan Idai.

Unicef, badan anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa, memperkirakan sebanyak 176.000 orang telah sangat terdampak Topan Eloise, setengahnya adalah anak-anak.

Walikota Beira Daviz Simango mengatakan salah satu korban adalah seorang gadis berusia dua tahun yang rumahnya roboh ketika orang tuanya sedang keluar. "Kami mengimbau masyarakat untuk mengamati prinsip ketahanan dan rekonstruksi yang lebih baik," kata Simango kepada wartawan, Minggu. (AFP/M-4)

Baca Juga

Ist

Start-up Lokal Ini Padukan Kopi dan Ayam Goreng

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 25 Februari 2021, 22:00 WIB
Ayam goreng merupakan salah satu  makanan yang paling disukai masyarakat...
Daniel ROLAND / AFP

Berburu jadi Gaya Hidup Baru Generasi Muda di Jerman

👤Adiyanto 🕔Kamis 25 Februari 2021, 16:30 WIB
Lisensi berburu kini semakin populer di Jerman, negara yang mayoritas penduduknya gemar mengonsumsi...
Unsplash/ Jason Leung

Koi Tertua di Dunia Diperkirakan Berusia 226 Tahun

👤Galih Agus Saputra 🕔Kamis 25 Februari 2021, 14:45 WIB
Ikan bernama Hanako itu mati pada 1977 dan usianya diyakini masih yang terpanjang hingga saat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya