Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ahli paleontologi dari Universitas Wina, Austria, belum lama ini menemukan fosil hiu purba yang hidup di lautan sekitar 150 juta tahun lalu. Fosil ini ditemukan di situs batu kapur Solnhofen di kawasan Bavaria, Jerman.
Kerangka hiu berjenis Hybodontiform Asteracanthus ini ditemukan dengan kondisi yang cukup lengkap dengan panjang 2,4 meter. Satwa ini juga menjadi salah satu hiu terbesar di dunia dengan panjang maksimum yang pernah tercatat mencapai 3 meter.
"Asteracanthus jelas bukan hanya merupakan jenis ikan bertulang rawan terbesar pada masanya, ia juga salah satu spesies paling mengesankan," ujar paleontolog Dr. Sebastian Stumpf, dari Universitas Wina, seperti dilansir oleh dailymail.co.uk, Jumat (15/1).
Menurut Stumpf penemuan hiu dengan struktur kerangka utuh ini merupakan sesuatu yang sangat langka, karena dalam banyak kasus, proses pengawetan fosil pada beberapa jenis ikan memerlukan kondisi khusus dan lingkungan yang tepat.
Hiu Asteracanthus merupakan kerabat terdekat spesies hiu dan pari modern. Spesies ini pertama kali muncul pada masa Devonian akhir yaitu sekitar 361 juta tahun lalu.
Salah satu hal yang menarik bagi para paleontolog yang meneliti kerangka hiu ini adalah struktur giginya yang masih utuh. Terdapat lebih dari 150 spesimen gigi yang masih tertata dengan rapi dengan cusp (pucuk gigi) sentral yang berkembang dengan baik, disertai beberapa cusplet (gigi) yang lebih kecil di kedua sisinya.
Hal ini menunjukkan bahwa Hiu Asteracanthus adalah predator yang aktif pada masanya
Mereka punah pada medio yang sama ketika kepunahan dinosaurus yaitu di akhir Zaman Kapur, sekitar 66 juta tahun lalu. (M-4)
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus perburuan ilegal satwa dilindungi di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo.
Populasi satwa dilindungi di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), seperti macan tutul jawa, elang jawa, dan owa jawa, semakin terancam punah.
Ditpolairud Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menyelamatkan dua ekor penyu laut dilindungi dari upaya perburuan di perairan Desa Henga, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian spesies satwa Indonesia yang sudah terancam punah di alam.
Sebanyak 16 ekor satwa dilindungi berupa 13 ekor elang tikus dan 3 ekor elang bondol di Kabupaten Bangka Tengah, berhasil diselamatkan dari perdagangan satwa ilegal.
Pengungkapan kasus kepemilikan serta perdagangan satwa dilindungi di Polda Kepri, Batam.
UNTUK pertama kalinya di Indonesia, para peneliti mengonfirmasi temuan neonatal atau bayi hiu paus di alam liar. Bayi hiu paus tersebut berukuran hanya sekitar 135–145 sentimeter.
Penelitian terbaru mengungkap gunung-gunung bawah laut atau seamount menjadi pusat kumpulan hiu dan predator besar. Namun habitat unik ini terancam overfishing dan trawl dasar.
Penangkapan ikan berlebihan, polusi, dan rusaknya habitat laut telah mendorong sepertiga dari 500 spesies hiu di dunia ke ambang kepunahan.
Penelitian terbaru mengungkap asidifikasi laut akibat CO2 dapat merusak gigi hiu, memengaruhi kemampuan berburu, dan mengganggu keseimbangan ekosistem laut.
DNA inti hiu putih di berbagai belahan dunia relatif seragam, tetapi DNA mitokondria justru berbeda-beda.
Studi terbaru mengungkap megalodon, hiu purba raksasa yang menguasai lautan jutaan tahun lalu, bisa mencapai panjang hingga 24,3 meter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved