Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DI balik permukaan laut yang tenang, terbentang “rasi bintang” gunung-gunung raksasa di dasar samudra yang dikenal sebagai seamount. Struktur vulkanik purba yang menjulang setinggi lebih dari 1.000 meter ini menjadi rumah bagi beragam kehidupan laut. Tidak tertinggal populasi hiu yang sangat melimpah.
Seamount memiliki bentuk beragam. Ada sisi yang dipenuhi kawah, berlereng terjal, hingga memiliki dataran puncak yang rata. Beberapa bahkan muncul ke permukaan dan membentuk pulau. Kawasan ini menjadi batas pertemuan antara penghuni terumbu dan satwa laut lepas, menjadikannya titik temu banyak spesies dari berbagai tingkat rantai makanan.
Ada lebih dari 100.000 seamount di seluruh dunia, namun kurang dari 0,1% yang pernah dieksplorasi. “Jumlah seamount vulkanik yang ditemukan dalam dua dekade terakhir meningkat sangat besar,” kata Ali Mashayek, associate professor dinamika iklim di University of Cambridge.
Salah satu penemuan menarik muncul dari ekspedisi di Atlantik, ketika para ilmuwan menemukan konsentrasi hiu yang luar biasa tinggi di sekitar rangkaian seamount dekat Pulau Ascension.
Sam Weber, yang tujuh tahun bekerja sebagai principal conservation scientist di Ascension, menggambarkan pulau tersebut sebagai “titik hijau kecil” di tengah Samudra Atlantik. Di bawah laut, Ascension merupakan puncak gunung berapi bawah laut yang menjadi bagian dari rangkaian seamount yang memanjang hingga Afrika.
Dalam penelitiannya, Weber dan timnya menelusuri tiga seamount sekitar 300 km dari Ascension. Dua di antaranya, Grattan dan Young, berada relatif dekat permukaan. Di sinilah mereka menemukan konsentrasi hiu 41 kali lebih tinggi dibanding laut terbuka, serta keanekaragaman predator besar lima kali lebih tinggi.
“Hiu, termasuk hiu laut dalam dan hiu migrasi, senang berada di sekitar gunung laut – di seluruh samudra di dunia.,” kata Lydia Koehler, dosen di Plymouth University.
Alasannya masih menjadi misteri. Sejumlah teori menyebutkan hewan-hewan ini datang untuk mencari perlindungan, makanan, atau menggunakan seamount sebagai penanda navigasi berdasarkan medan geomagnetiknya.
Dua teori utama yang dikemukakan Weber adalah:
Weber menyebut temuan favoritnya sebagai service station hypothesis: hewan seperti hiu mungkin menggunakan seamount sebagai “rest area” untuk menghemat energi sebelum kembali berburu di laut lepas.
Namun, konsentrasi predator di satu lokasi membuat mereka rentan. “Ancaman terbesar bagi hiu adalah penangkapan ikan yang berlebihan,” kata Koehler. Penangkapan tak sengaja (bycatch) dan praktik bottom trawling menghancurkan habitat dasar laut yang rapuh dan sulit pulih.
Beberapa wilayah mulai memperketat perlindungan. Zona ekonomi eksklusif Ascension ditutup bagi kegiatan penangkapan komersial pada 2019. Pada 2025, IUCN mengadopsi kebijakan global yang mendorong penghentian trawl dasar di seamount sebelum akhir 2026.
“Predator adalah spesies yang paling terdampak oleh penangkapan ikan komersial. … Lindungi seluruh ekosistem,” tutup Weber. (BBC/Z-2)
Para ilmuwan dari berbagai negara melakukan ekspedisi menggunakan kapal riset RRS Discovery untuk mempelajari aktivitas vulkanik di dasar laut Santorini dan gunung api Kolombo.
Axial Seamount, terletak 300 mil dari pantai Oregon, adalah salah satu gunung berapi paling aktif di dunia dengan letusan yang dapat terjadi setiap beberapa tahun.
Sebuah satelit canggih yang baru saja diluncurkan telah berhasil menghasilkan peta dasar laut Bumi yang lebih rinci dari sebelumnya.
Misi Indonesia 2024 menandai tonggak penting dalam eksplorasi dan penelitian kelautan yang berkontribusi pada upaya sains dan konservasi di perairan Indonesia.
Tim ahli kelautan yang dipimpin Schmidt Ocean Institute di California menemukan dan memetakan gunung bawah laut setinggi 3.109 meter di Samudra Pasifik.
UNTUK pertama kalinya di Indonesia, para peneliti mengonfirmasi temuan neonatal atau bayi hiu paus di alam liar. Bayi hiu paus tersebut berukuran hanya sekitar 135–145 sentimeter.
Penangkapan ikan berlebihan, polusi, dan rusaknya habitat laut telah mendorong sepertiga dari 500 spesies hiu di dunia ke ambang kepunahan.
Penelitian terbaru mengungkap asidifikasi laut akibat CO2 dapat merusak gigi hiu, memengaruhi kemampuan berburu, dan mengganggu keseimbangan ekosistem laut.
DNA inti hiu putih di berbagai belahan dunia relatif seragam, tetapi DNA mitokondria justru berbeda-beda.
Studi terbaru mengungkap megalodon, hiu purba raksasa yang menguasai lautan jutaan tahun lalu, bisa mencapai panjang hingga 24,3 meter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved