Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENCOBA mendeskripsikan sebuah ikatan kebangsaan yang menjadi sumber kekuatan dan kreativitas pemuda dalam menghadapi pergerakan sosial dan budaya secara global, tiga musikus kondang Tanah Air baru-baru ini memroduksi album yang lirik lagunya dekat dengan semangat nasionalisme. Tiga musikus itu ialah Parlin Burman, Rio Ricardo, dan Dede Kumala.
Parlin atau yang akrab disapa Pay (mantan gitaris Slank) bersama Rio dan Dede memproduksi lima lagu dalam album bertajuk 'Nyanyian Rumah Indonesia'. Adapun judul lagu tersebut ialah 'Anak Negeri', 'Sempurnaku di Sini', 'Sejarah', 'Garuda', dan 'Indonesia Rumah Kita'.
"Dengan aransemen musik kekinian dibalut videografi yang membangkitkan rasa cinta Tanah Air dengan penggarapan profesional. Untuk mencapai target Sosialisasi Kebangsaan yang meluas, album ini akan diproduksi sebanyak 500 ribu hingga 1 juta copy," begitulah keterangan tertulis dalam sampul salinan komposisi lagu, yang kini dapat dinikmati melalui kanal Youtube, Nyanyian Rumah Indonesia itu.
Lagu-lagu yang dibawakan oleh musikus seperti Iwa K, Emmy Tobing, Dul Jaelani, Shanna Shanon, Sandy Canester, hingga Lobow Ilyas tersebut, juga sempat diulas lebih jauh dalam 'Bedah Musik Kebangsaan', yang berlangsung di Universitas Indonesia (UI) dan disiarkan secara daring, Rabu, (16/12).
Selain Dede dan para musikus, pembicara yang hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, serta Dosen dan Peneliti Tetap Program Vokasi Humas UI, Devie Rahmawati.
Menurut Yudian, perpaduan antara seni, khususnya seni musik dan semangat kebangsaan sebenarnya sudah dimiliki bangsa Indonesia sejak lama, salah satunya ditandai dengan terciptanya lagu 'Indonesia Raya' oleh W.R. Supratman. Dengan semangat perjuangan para pemuda kala itu, 17 tahun setelah lagu dibuat, didapatlah hasil yang sangat besar yakni kemerdekaan negara Republik Indonesia.
"Inilah contoh mukjizat pemuda. Yang pertama ada Sumpah Pemuda, dan kedua adalah Proklamasi yang insyaallah abadi. Mengapa? Karena di sini masih banyak pemuda. Saya juga mendapat arahan khusus dari Presiden Joko Widodo, untuk fokus dengan generasi milenial. Melalui apa? Satu melalui musik, film, olahraga, dan kuliner. Dan hari ini adalah salah satu wujud dari arahan presiden," imbuhnya.
Musik dan lagu dalam album 'Nyanyian Rumah Indonesia', lanjut Yudian, merupakan contoh nyata media alternatif dalam pembinaan wawasan kebangsaan dan Pancasila. Melalui musik ini, BPIP mencoba mewujudkan arahan presiden bekerjasama dengan Komisi II dan UI untuk menyapa para pemuda yang ke depannya akan menjadi pemimpin melalui apa yang mereka suka.
'Supaya Pancasila itu terasakan bukan dalam istilah bahasa Jawa 'ndakik-ndakik'. Jadi ada Pancasila dalam tindakan salah satunya dengan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan. Dari situlah tertanam rasa nasionalisme," katanya. (M-4)
Founder sekaligus Pemimpin Umum Suratkabar Kampus UI Salemba, Antony Z Abidin, menekankan pentingnya warisan nilai profesionalisme dan etika jurnalistik.
Universitas Indonesia menggandeng Bank Sampah Alamanda Sejahtera dalam kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang menyasar anak-anak sekolah dasar di Kota Bekasi.
FEB UI melaksanakan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa edukasi pengelolaan sampah organik dan anorganik bagi ibu rumah tangga.
Universitas Indonesia bersama Universitas Sumatera Utara memberikan layanan kesehatan dan pendampingan psikososial bagi penyintas banjir bandang di Sumatra Utara
Salah satu terobosan dalam program ini adalah penempatan unit filter air bersih dan fasilitas internet di Puskesmas Batipuh Selatan.
Kegiatan ini bertujuan membekali relawan dengan pengetahuan dan keterampilan dasar Psychological First Aid sebagai respons awal dalam situasi krisis dan bencana.
ADA yang menarik dari teks Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 sebagai gerakan nasionalisme paling awal dan nyata
KETUA Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, menegaskan pentingnya membentuk generasi muda yang tangguh dan berjiwa nasionalis. Generasi muda harus siap berkorban untuk negara.
Nama “Bones” yang berarti tulang diangkat sebagai simbol kerangka nilai kebangsaan, fondasi yang menyatukan masyarakat Indonesia.
Sehingga film apapun yang dimunculkan ke publik yang mengangkat isu nasionalisme, termasuk film animasi viral yang akan tayang di bioskop pada 17 Agustus ini.
Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Bali Wayan Koster yang dalam beberapa program pembangunan telah menempatkan nasionalisme sekaligus mencintai produk lokal Bali.
Media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved