Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BOLA api yang terlihat jatuh dari langit malam di bagian barat dan tengah Jepang itu bikin ramai media sosial. Para pengguna membagikan gambar bintang jatuh tersebut.
Media lokal mengatakan bola api itu diyakini sebagai bolide, meteor yang sangat terang yang meledak di atmosfer.
"Kami yakin semburan cahaya terakhir itu seterang bulan purnama," kata Takeshi Inoue, direktur Planetarium Kota Akashi, kepada kantor berita Kyodo, seperti dikutip AFP, Senin (30/11).
Bola api itu hanya terlihat beberapa detik pada Minggu dini hari, tetapi tertangkap kamera milik penyiar nasional NHK.
"Langit menjadi cerah sesaat dan saya merasa aneh karena tidak mungkin ada petir," kata salah satu pengguna Twitter yang melihat bola api tersebut. "Saya merasakan kekuatan alam semesta!"
"Apa itu bola api? Kupikir ini akhir dunia ..." kata yang lain, men-tweet video meteor yang ditangkap saat mengemudi.
Bintang jatuh yang sama terang terlihat di Tokyo pada Juli lalu dan kemudian diidentifikasi sebagai meteor. Pecahannya ditemukan di prefektur Chiba. (M-4)
Komet C/2026 A1 (MAPS), anggota Kreutz sungrazer yang langka, diprediksi dapat bersinar terang di langit Bumi pada April 2026, seterang Venus, jika bertahan dari panas Matahari.
Teleskop SPHEREx milik NASA mendeteksi molekul organik seperti air dan karbon dioksida pada komet antarbintang 3I/ATLAS, membuka peluang riset asal-usul kehidupan.
Terinspirasi Lord of the Rings, ilmuwan temukan sistem lubang hitam ganda Gondor dan Rohan lewat teknik gelombang gravitasi terbaru.
Sempat diprediksi akan menghiasi langit malam tahun 2020, Komet C/2019 Y4 ATLAS justru hancur berkeping-keping. Kini, astronom menemukan bukti baru sisa fragmennya.
Penelitian terbaru ungkap Bumi berada di 'Goldilocks Zone' kimiawi yang langka. Tanpa kadar oksigen yang tepat, DNA dan kehidupan takkan pernah ada.
Analisis terbaru data Voyager 2 mengungkap mengapa sabuk radiasi Uranus sangat kuat. Ternyata, ada peristiwa cuaca antariksa langka saat misi berlangsung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved