Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM astronom internasional telah menemukan fenomena kosmik yang langka. Merek menemukan bintang katai putri berukuran ultramasif yang dihasilkan dari penggabungan katai putih dengan bintang lain dan bukan dari evolusi bintang tunggal.
Penemuan ini dilakukan dengan pengamatan ultraviolet sensitif Teleskop Luar Angkasa Hubble NASA. Di samping menunjukkan katai putih langka ini mungkin lebih umum daripada yang diduga sebelumnya.
Secara teori, katai putih memiliki massa hingga 1,4 kali massa Matahari, tetapi katai putih yang lebih berat dari Matahari sangatlah langka. Objek ini yang disebut katai putih ultramasif dapat terbentuk melalui evolusi sebuah bintang masif tunggal atau melalui penggabungan katai putih dengan bintang lain, seperti pasangan biner.
Peneliti utama program Hubble, Boris Gaensicke, mengungkapkan hingga saat ini benda luar angkasa tersebut masih nampak seperti katai putih biasa. Tetapi penglihatan dari ultraviolet Hubble menunjukkan katai putih tersebut memiliki sejarah yang sangat berbeda dari apa yang diduga, yaitu adanya karbon di atmosfer bintang katai putih tersebut. Para astronom menjuluki katai putih ini sebagai WD 0525+526.
Penemuan yang dipublikasikan di jurnal Nature Astronomy ini menandai pertama kalinya katai putih lahir dari tabrakan bintang diidentifikasi melalui spektrum ultravioletnya. Tabrakan semacam ini dapat membakar atmosfer hidrogen dan helium dari bintang-bintang yang bertabrakan. Tabrakan itu meninggalkan lapisan tipis hidrogen dan helium di sekitar sisa penggabungan yang memungkinkan karbon dari inti katai putih melayang ke atas yang mana dapat dideteksi oleh teleskop.
Penemuan katai putih ini membawa misteri bagi tim peneliti, terutama adanya suhu ekstrem dan kelimpahan karbon rendah. Garis spektral dari unsur-unsur yang lebih berat dari helium menjadi lebih redup pada panjang gelombang yang nampak sedangkan katai putih tersebut memiliki suhu yang lebih panas. Uniknya, sinyal spektral ini tetap terang dalam ultraviolet yang mana Hubble berada pada posisi unik untuk mendeteksinya.
“Kami ingin memperluas penelitian kami tentang topik ini dengan mengeksplorasi seberapa umum katai putih karbon diantara katai putih serupa dan berapa banyak penggabungan bintang yang tersembunyi diantara keluarga katai putih normal. Itu akan menjadi kontribusi penting untuk pemahaman kita mengenai biner katai putih dan jalur ledakan supernova,” jelas Antoine Bedrad, pemimpin studi dari University of Warwick. (NASA/Z-2)
Astronom menggunakan Teleskop Hubble menemukan bintang kerdil putih WD 0525+526 yang terlihat normal, namun terbentuk dari tabrakan dua bintang.
Astronom temukan jet protobintang raksasa dengan kecepatan 3,5 juta km/jam dan panjang 32 tahun cahaya. Simak penemuan luar biasa Teleskop Hubble ini.
Teleskop Hubble berhasil mengabadikan IRAS 23077+6707, piringan protoplanet raksasa berbentuk mirip roti lapis. Temukan keunikan "Dracula’s Chivito" di sini.
Hubble menangkap citra galaksi Mrk 178 yang penuh misteri. Meski kecil, galaksi ini menyimpan bintang Wolf-Rayet raksasa yang menantang pemahaman astronom.
Peneliti menggunakan data Hubble untuk melacak partikel hipotetis Axion melalui suhu bintang kerdil putih. Meski belum ditemukan, batasan baru alam semesta terungkap.
Astronom telah merilis sebuah potret baru yang diperoleh melalui teleskop Hubble. Gambar tersebut menampilkan sebuah galaksi berkilauan yang dikenal dengan nama NGC 6000
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved