Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Musik konon bisa memicu respon emosional yang kuat. Namun, ternyata bukan hanya lantaran suara penyanyi, lirik, dan juga irama. Respons emosional terhadap musik terbukti juga bersumber pada stereotipe yang kita miliki terhadap genrenya.
Dilansir Neuroscience News, Minggu (22/11), seorang peneliti musik bernama Profesor Emery Schubert yang berasal dari bidang Seni dan Ilmu Sosial di University News South Wales, Australia serta Dr. Marco Susino di Flinders University, Australia menemukan bahwa manusia menggunakan stereotipe dan pengalaman masa lalu saat menanggapi musik secara emosional.
“Beberapa orang tampaknya sudah menetapkan respons emosional mereka bahkan tanpa mendengarkan musiknya, karena memiliki prasangka atau stereotipe pada genre musik tertentu,” ujar Susino.
Dalam riset tanpa mendengarkan musik sama sekali ini, para peneliti sekadar menggunakan lirik serupa dengan menyertakan label genre yang berbeda-beda untuk mengetahui respons responden.
“Dengan penelitian ini, kami dapat memprediksi bahwa seseorang akan memiliki respons emosional terhadap musik, bahkan tanpa perlu menyimaknya, hanya karena stereotipe budaya tentang musik tersebut," kata Schubert.
Misalnya, tanpa perlu memutar musik apa pun, lirik berlabel 'heavy metal' menghasilkan respons emosional yang sama sekali berbeda daripada ketika lirik yang sama disebutkan kepada pendengarnya sebagai "Gagaku Jepang".
Dalam studi sebelumnya yang sama tentang stereotipe tentang musik hip hop atau musik heavy metal, tercatat genre ini dikaitkan dengan kemarahan, ketakutan, dan rasa jijik. "Mereka dianggap memiliki nilai negatif dibandingkan dengan lirik yang sama ketika diberi label sebagai ‘musik pop," ucap Schubert.
Susino menambahkan, itu menandakan tanggapan emosional kita sebagian didasarkan pada perspektif dan ekspektasi kita terhadap musik bersangkutan, ketimbang karena konten yang diekspresikannya.
Mereka berkesimpulan, temuan studi ini menunjukkan betapa pentingnya musik dalam mendobrak stereotipe budaya. “Cara Anda menantang stereotipe adalah dengan membenamkan diri dalam budaya itu,” katanya. “Jika kita ingin menjadi lebih baik sebagai individu dan secara kolektif, kita perlu menantang beberapa asumsi yang kita buat. Dalam hal itu, saya pikir musik dapat digunakan untuk membantu meruntuhkan beberapa penghalang yang ada antara budaya dan stereotipe yang berbeda." (NeuroScienceNews/Yulia Kendriya Putrialvita/M-2)
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menekankan bahwa pemulihan pascabencana harus lebih dari sekadar penyediaan kebutuhan material, tetapi juga trauma healing
Di tangan Garin Nugroho, Yogyakarta tampil bukan sekadar sebagai kota tujuan wisata, melainkan ruang hidup tempat tradisi dan kreativitas bertemu.
Tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ini mengembangkan prototipe produk menggunakan metode SCAMPER.
Kebudayaan memiliki nilai strategis bagi Jawa Tengah,
Mengenali, memahami, dan berbagi pengetahuan tentang budaya lain menjadi kunci penting dalam membentuk generasi muda yang terbuka dan berwawasan global.
Usia Situs Gunung Padang berupa pundan berundak di daerah itu dibangun pada 6.000 Sebelum Masehi (SM).
Fokus diskusi mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari AI, Internet of Things (IoT), smart mobility, digitalisasi rantai pasok, hingga pengembangan keterampilan masa depan.
Prestasi ini menegaskan komitmen Pertamina dalam mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan, memperkuat riset terapan, serta menghadirkan solusi teknologi.
Penderita Restless Legs Syndrome (RLS) memiliki risiko lebih tinggi terkena Parkinson dibandingkan orang yang tidak mengalami gangguan tersebut.
Riset ini bertujuan memberikan panduan bagi elit politik sekaligus edukasi bagi masyarakat mengenai kompetensi pemimpin yang benar-benar dibutuhkan di Indonesia.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved