Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KARAKTER pendidikan perguruan tinggi di Indonesia dan Korea Selatan memiliki perbandingan yang cukup signifikan terutama dalam pengembangan riset atau penelitian.
Eks Rektor di Cyber University of Foreign Studies, Hankuk University pada 2014-2017 yang kini menjabat sebagai Rektor Universitas Siber Asia (Unsia), Cho Jang Youn, mengungkapkan profesor di Indonesia memiliki waktu yang sedikit untuk melakukan riset atau penelitian karena waktunya dihabiskan untuk mengajar di kampus.
"Profesor di banyak universitas di Korea Selatan hanya mengajar 6 jam per minggu, atau maksimal 9 jam. Di Indonesia bisa sampai 20 jam. Jadi, para profesor tidak punya waktu untuk riset lebih lanjut," kata Cho, Rabu (18/6).
Perbedaan lainnya yakni kualitas sekolah pascasarjana dinilai kurang optimal untuk melakukan riset. Sehingga ke depan banyak profesor tidak tahu bagaimana cara melakukan riset. Untuk itu sangat penting untuk bekerja sama dengan universitas di Korea Selatan, Singapura, atau universitas-universitas di Amerika Serikat.
"Poin selanjutnya yakni lingkungan universitas juga yang tidak karena di Indonesia ada 3.277 universitas tapi skala univeristas yang sangat kecil yang hanya punya 1.000, 2.000, bahkan 500 mahasiswa, tidak bagus. Sementara di Korea Selatan hanya ada 200 universitas," ungkap rektor asing pertama di Indonesia itu.
Menurutnya universitas seharusnya bersifat spesialisasi. Cho mencontohkan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang terkenal di bidang pertanian, Institut Teknologi Bandung (ITB) di bidang teknik dan spesialisasi lainnya baik di bidang IT, bisnis, dan lainnya.
"Jadi, lebih baik berspesialisasi. Jadi, universitas di Korea biasanya berspesialisasi. Universitas kuat di bidang kedokteran, atau sains, atau farmasi," ungkapnya.
Cho yang sudah 5 tahun menjabat sebagai rektor di Unisa membawa misi untuk membuka peluang bagi siapapun bisa duduk di jenjang perguruan tinggi.
"Banyak anak yang kehilangan kesempatan untuk pendidikan karena sebagian besar dari mereka secara ekonomi kurang mampu. Jadi, lebih baik membawa universitas ke mereka dengan cara memberikan akses yang mudah, berkualitas, dan terjangkau," ungkapnya.
Biaya kuliah di Unisa jauh lebih murah hanya Rp3 juta per semester. Tujuan utama universitasnya ingin menjadikan kualitas pengajaran terbaik.
"Jadi, saya membuat pusat riset untuk keunggulan pengajaran. Jadi, sekarang kami mempelajari bagaimana cara meningkatkan kualitas pengajaran. Sekarang, saya sudah mendirikan pusat keunggulan pengajaran. Dan bulan depan saya akan membuka pusat karier masa depan," ungkapnya.
"Jadi, universitas Siber Asia yang paling penting adalah human touch. Kita harus bekerja erat dengan mahasiswa," pungkasnya.(H-2)
Prestasi ini menegaskan komitmen Pertamina dalam mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan, memperkuat riset terapan, serta menghadirkan solusi teknologi.
Penderita Restless Legs Syndrome (RLS) memiliki risiko lebih tinggi terkena Parkinson dibandingkan orang yang tidak mengalami gangguan tersebut.
Riset ini bertujuan memberikan panduan bagi elit politik sekaligus edukasi bagi masyarakat mengenai kompetensi pemimpin yang benar-benar dibutuhkan di Indonesia.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
Upaya peningkatan kualitas nutrisi masyarakat Indonesia terus diperkuat melalui riset dan publikasi ilmiah yang berkelanjutan.
IPB University berada di atas target nasional untuk jumlah profesor, dengan proporsi dosen bergelar profesor yang telah melampaui 20% dari yang ditetapkan Kemdiktisaintek.
Kejuaraan yang akan berlangsung pada 19-22 Juni 2025 tersebut merupakan bagian dari festival tenis antar profesor yang diselenggarakan oleh Asosiasi Tenis Profesor Indonesia (ATPI).
Studi Prof Siti menggunakan metode generalized vector autoregressive untuk mengukur volatility spillover antar entitas dalam konglomerasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto melontarkan sindiran terhadap sejumlah pihak yang mengkritik program makan bergizi gratis (MBG)
DUNIA akademik kita seakan tidak pernah sepi dengan masalah etika
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved