Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Sudah banyak ahli yang mengatakan bahwa perubahan iklim telah memengaruhi kondisi cuaca di berbagai belahan dunia. Tetapi, sangat jarang yang meneliti bagaimana dampaknya terhadap perbedaan suhu atau cuaca di siang dan malam hari.
Daniel Cox dari University of Exeter, Inggris ialah salah seorang peneliti yang mengamati hal tersebut. Melalui makalah yang terbit di jurnal Global Change Biology, ia mengatakan bahwa kini malam lebih panas dari pada sebelumnya.
Daniel dan tim mengungkapkan hal itu setelah membandingkan kenaikan suhu di siang dan malam hari sejak 35 tahun belakang hingga 2017 silam. Menurut mereka, pemanasan global sebenarnya telah meningkatkan suhu keduanya setidaknya dengan rata-rata 0,25 C. Akan tetapi, mereka juga mengutarakan bahwa lebih dari separuh daratan dunia, kini rupanya memiliki perbedaan suhu pada malam dan siang hari.
Sebagai contoh, kawasan Eropa, Afrika Barat, Amerika Serikat bagian barat, dan Asia Tengah sekarsnh cuacanya lebih panas. Sebaliknya cuaca siang hari lebih panas di Amerika Serikat bagian selatan, Meksiko dan Timur Tengah. Perubahan itu terjadi karena perubahan iklim telah berimbas pada perubahan awan. Saat tutupan awan meningkat, sinar matahari terhalang di siang hari, akan tetapi awan justru menahan lebih banyak panas dan kelembapan di malam hari. Fenomena seperti ini lah yang menyebabkan malam menjadi semakin panas.
Daniel dan tim, lantas menjaskan perubahan ekosistem ini dapat memengaruhi ekosistem. "Jadi, perubahan asimetris antara suhu siang dan malam di berbagai belahan dunia akan memiliki konsekuensi besar bagi spesies yang menghuni wilayah tersebut dan kemampuan mereka untuk beradaptasi dalam menghadapi perubahan iklim", kata mereka, seperti dilansir The Guardian, tutur Daniel, Jumat, (2/10).
Spesies yang hanya aktif pada malam atau siang hari saja, kata Daniel, akan sangat terpengaruh dengan perubahan ini. Meningkatnya perburuan yang dilakukan anjing liar Afrika di malam hari, misalnya, adalah salah satu contoh dari pengaruh tersebut dan berpotensi mengganggu rantai makanan. Daniel dan tim juga telah mengamati pertumbuhan vegetasi. Menurut mereka, salah satu konsekuensi besar dari perubahan suhu cuaca ini telah mengakibatkan pertumbuhan vegetasi berkurang di malam hari. (The Guardian/M-2)
Prestasi ini menegaskan komitmen Pertamina dalam mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan, memperkuat riset terapan, serta menghadirkan solusi teknologi.
Penderita Restless Legs Syndrome (RLS) memiliki risiko lebih tinggi terkena Parkinson dibandingkan orang yang tidak mengalami gangguan tersebut.
Riset ini bertujuan memberikan panduan bagi elit politik sekaligus edukasi bagi masyarakat mengenai kompetensi pemimpin yang benar-benar dibutuhkan di Indonesia.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
Upaya peningkatan kualitas nutrisi masyarakat Indonesia terus diperkuat melalui riset dan publikasi ilmiah yang berkelanjutan.
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
Kawasan mangrove, yang berperan penting sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat keanekaragaman hayati, menjadi salah satu fokus rehabilitasi.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved