Jumat 20 Maret 2020, 01:05 WIB

Belajar Kelola Keuangan Selagi di Rumah Aja

Fetry Wuryasti | Weekend
Belajar Kelola Keuangan Selagi di Rumah Aja

123RF
Transaksi keuangan secara digital makin krusial di tengah pandemi Covid-19.

 

Berlakunya imbauan untuk bekerja, belajar dan berdoa di rumah, setidaknya bisa dimanfaatkan pekerja untuk kembali menilik arus keuangan mereka. Kali ini, teknologi keuangan bermain peran,ketika social distancing  diterapkan. Namun bukan berarti Anda menghabiskan sepanjang hari untuk berbelanja online.

“Teknologi keuangan berperan penting untuk membantu masyarakat saat situasi sulit ini. Melalui kecerdasan buatan,  masyarakat tidak perlu tatap muka untuk bertransaksi. Produktivitas pun terjaga," jelas Alie Tan, CEO Kredivo Indonesia, melalui rilis ysng diterima, Kamis (19/3).

Namun teknologi keuangan harus diiringi dengan kemampuan mengelola keuangan secara sehat dan bijak. Berada di rumah artinya Anda bisa memanfaatkan momen untuk tetap berhemat.

"Seperti tidak mengeluarkan ongkos transportasi, menghemat jajan makan siang dengan makan masakan rumah, menghemat pengeluaran untuk nongkrong di kafe dan sebagainya. Beraktivitas dari rumah seharusnya membuat Anda mampu menabung,"

Waktu luang yang tersedia di rumah bisa menjadi saat yang tepat untuk mengevaluasi pengeluaran selama 3 bulan terakhir. Anda bisa menganalisis apakah pengeluaran Anda terlalu berlebihan atau sudah seimbang dengan pemasukan. Ulasan ini juga bisa jadi refleksi bagi Anda untuk lebih berhemat ke depannya.

Wslau saat ini iklim investasi sedang tidak kondusif, namun Anda dapat mulai belajar tentang investasi, untuk diterapkan saat iklim investasi sudah kembali normal.

Investasi merupakan hal penting bagi masa depan Anda. Dengan mengalokasikan sebagian penghasilan Anda untuk investasi, maka dapat menjadi jaminan ketidakpastian masa depan.

Punya banyak waktu luang, jangan malah menjadi konsumtif. Waktu luang yang ada sering habis dengan scrolling platform belanja online. Jangan terlena, Anda harus tetap menargetkan pengeluaran sesuai dengan kebutuhan dan pemasukan, mencakup rencana beberapa bulan ke depan. Sehingga, cashflow dapat terjaga secara sehat dan dapat terus dikontrol.

Tidak dapat terelakkan bahwa uang kertas memiliki risiko tinggi sebagai sumber dari penyebaran virus dan bakteri. Negara-negara lain seperti Korea Selatan dan Italia yang terjangkit virus COVID-19 saat ini juga telah menarik peredaran uang tunai demi pencegahan penyebaran virus yang meluas.

Untuk itu, di kondisi saat ini peran teknologi keuangan mampu mencegah masyarakat bersentuhan langsung dengan uang kertas. Selain itu, masyarakat juga tetap dapat bertransaksi dari rumah dengan memanfaatkan kehadiran fintech. (RO/M-2)

Baca Juga

123RF

Yang Masih Menjadi Ganjalan dalam Dunia Puisi Indonesia

👤Fathurrozak 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 01:41 WIB
Penyair Joko Pinurbo dan Inggit Putria Marga akan melelang puisi tulisan tangan mereka untuk aksi...
Unsplash.com/Anupam Mahapatra

Ini Penyebab Kulit Kemerahan dan Gatal Usai Berolahraga

👤Nike Amelia Sari 🕔Senin 25 Oktober 2021, 06:11 WIB
Ketika kita berolahraga, jantung memompa darah dan oksigen terlalu banyak ke otot-otot yang sedang...
Dok KCCI

Kedubes Korsel Gelar Hanbok-Batik Fashion Show

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 11:15 WIB
Tujuan acara itu adalah untuk mempromosikan pertukaran budaya Korea-Indonesia dengan memperkenalkan dan mengolaborasikan busana tradisional...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya