Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH kabar gembira datang dari Universitas Colorado bagi penderita jantung di Inggris. Institusi pendidikan itu baru merilis hasil penelitian mereka di mana penyakit mematikan itu mengalami penurunan hingga 20%. Penurunan itu terjadi 2-3 hari setelah pergantian musim gugur yang berpengaruh pada durasi istirahat seseorang.
Rusaknya durasi tidur seseorang dipercaya menjadi penyebab meningkatnya angka serangan jantung. "Jika anda berulang kali kekurangan kuota tidur penuh --7-8 jam dalam semalam-- selama lebih dari empat minggu, dapat berubah menjadi kondisi kronis yang mengancam kesehatan," tutur Anggota British Sleep Society, skaligus penulis buku 'How To Sleep Well', Dr Neil Stanley sebagaimana dilansir Daily Mail.
Tahun lalu, sebuah penelitian menunjukan 460ribu jiwa di Inggris yang tidak memiliki sejarah riwayat penyakit jantung turunan, sehat dan bugar, secara dramatis menunjukan peningkatan risiko terserang penyakit jantung, karena sering mengorbankan durasi tidur. Mereka rata-rata tidur kurang dari enam jam dalam semalam, termasuk dalam seperlima warga yang berpotensi mengalami serangan jantung, ketimbang mereka yang memiliki durasi tidur selama 7-8 jam semalam.
Meningkatnya potensi serangan jantung pada dasarnya bukan hanya berkenaan dengan waktu yang dihabiskan di atas tempat tidur. Namun juga pada kualitas tidur turut berpengaruh.
"Keletihan di siang hari dan bangun di malam hari dapat meningkatkan kadar hormon yang meningkatkan tekanan darah," terang salah satu Profesor dari Institut Ilmu Kardiovaskular dan Medis Universitas Glasgow, Naveed Sattar.
Ironinya, meningkatnya risiko serangan jatung yang diakibatkan adanya 'hutang' durasi tidur itu tidak dapat diatasi dengan tidur siang, atau istirahat panjang di akhir pekan. Sebuah penelitian di Tiongkok menunjukan memejamkan mata di siang hari tidak dapat mengobati kerusakan durasi tidur yang disebabkan gelisah di malam hari.
Selain itu, kerusakan durasi tidur juga dipercaya dapat mengganggu metabolisme tubuh. Ritme sikardian yang tidak baik memengaruhi efisiensi pengolahan makanan, energi, gula darah, dan tekanan darah, yang dikenal sebagai faktor penentu meningkatnya risiko serangan jantung.
Pertahanan terbaik terhadap masalah serangan jantung, menurut para ahli, dapat diatasi dengan cara sederhana. Setiap orang hanya perlu tidur lebih awal agar memperoleh kondisi tubuh yang lebih prima. Disarankan untuk tidur satu jam lebih awal dan dilakukan secara konsisten, agar selain terhindar dari serangan jantung, juga terbebas dari gangguan pernapasan, psikologis, bahkan kematian dini. (M-3)
Baca juga : Studi: Nenek Moyang Semua Manusia Diyakini Berasal dari Bostwana
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Dengan dukungan sensor pemantau aliran darah dan denyut jantung, jam tangan pintar dapat merekam aktivitas jantung secara berkelanjutan selama digunakan oleh pemiliknya.
Serangan jantung umumnya disebabkan oleh masalah mekanik pada pembuluh darah, sementara kematian jantung mendadak lebih berkaitan dengan sistem kelistrikan organ tersebut.
Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan penyakit jantung adalah keterlambatan diagnosis.
Kebocoran aliran darah pada jantung dapat memicu tekanan tinggi pada paru yang berujung pada kondisi fatal yang disebut Sindrom Eisenmenger.
Berbagai penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, kanker, hingga gagal ginjal kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved