Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Perubahan iklim tampaknya bukan satu-satunya penyebab kerusakan hutan. Kebakaran juga menjadi salah satu penyebab utama perubahan besar pada sedimen, lahan basah, dan vegetasi.
Penyebab berkurangnya paru-paru dunia itu diungkapkan Andres Holz bersama rekan ilmuannya. Pengungkapan itu dilakukan setelah meneliti serbuk sari dan sisa arang di lokasi bekas kebakaran hutan, di Patagonia Barat, Amerika Selatan.
Dalam studi itu, kata Holz, menemukan perubahan secara drastis pada wilayah tersebut. Padahal dalam catatannya, wilayah itu tidak pernah berubah setidaknya sampai 2.000 tahun silam. Ketika kebakaran hutan terjadi, ada pergeseran yang cukup signifikan terhadap komposisi rawa dan hutan. Keduanya kemungkinan dipicu kombinasi variabilitas iklim dan deforestasi secara besar-besaran, yang muncul setelah kedatangan manusia.
"Iklim saja tidak mampu mengubah komposisi dominan di hutan-hutan ini. Sebaliknya, perubahan skala besar dan jangka panjang terlihat setelah ada aktivitas kebakaran pada ekosistem," tuturnya, seperti dilansir Science Daily.
Mengutip studi yang dilakukan sebelumnya, Holz lantas memperkirakan frekuensi kebakaran hutan akan meningkat pada abad 21. Pengingkatan itu sangat mungkin terjadi apabila didukung dengan peningkatan gas rumah kaca, yang sekaligus mempercepat perubahan pada ekosistem. Penelitian Holz ini diterbitkan dalam jurnal ‘Frontiers in Ecology and Evolution’ Januari tahun 2018. (M-3)
Baca juga : Partikel Polusi Udara Masuk Hingga Plasenta
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Studi terbaru mengungkap sisi emosional hilangnya gletser dunia. Dari tujuan wisata "kesempatan terakhir" hingga ritual pemakaman es, bagaimana manusia merespons kepunahan gletser?
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
Analisis global terhadap 31.000 spesies pohon mengungkap tren mengkhawatirkan: spesies pohon yang tumbuh lambat mulai punah, digantikan pohon cepat tumbuh yang rapuh.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
Di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim dan pemanasan laut, diskusi tentang energi dan kelautan kini tidak lagi berdiri sendiri.
Peneliti mengungkap mekanisme seluler yang membantu tanaman tetap tumbuh meski cuaca ekstrem. Temuan ini menjadi kunci masa depan ketahanan pangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved