Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Taiching: Dari banyaknya ular mematikan, Death Adder menempati urutan keempat ular paling berbisa di dunia. Ya, racun ular ini disebut-sebut sebagai bisa paling berbahaya karena dapat bereaksi dengan sangat cepat. Ular ini tersohor dari Australia, tapi rupanya ada juga di Indonesia.
SEEKOR ular beracun merenggut nyawa anggota Satbrimobda Polda Sumatra Barat (Sumbar) yang bertugas di Bawah Kendali Operasi (BKO) Polda Papua, Bripka Desri Sahrondi.
Bripka Desri yang juga tergabung dalam Satgas Amole pengamanan objek vital nasional PT Freeport Indonesia itu dinyatakan meninggal dunia pada Senin (29/7) pagi lalu, setelah sebelumnya digigit ular jenis Death adder. Lalu, Seberapa berbahayanyakah ular jenis Death adder ini?
Ular jenis Death adder yang menggigit Bripka Desri ialah salah satu jenis ular paling berbahaya dan mematikan di dunia.
"Salah satu ular dengan tingkat bisa tinggi. Kebanyakan (korban yang terkena gigitan-red) fatal atau menyebabkan kematian," ujar anggota Reptile Timika Communities (RTC), Jessi Kukuh.
Death adder diketahui banyak tersebar di hampir seluruh wilayah Australia dan Papua bagian selatan, termasuk di Kabupaten Mimika.
Death adder atau nama ilmiahnya Acanthophis memiliki morfologi yang sangat mirip dengan beludak, bertubuh pendek dan gemuk, kepala berbentuk kapak, sisik-sisik di atas kepala berukuran kecil, mata memiliki pupil vertikal, dan taring berukuran panjang.
Ular ini menyerang mangsanya secepat kilat. Serangan Death adder ialah salah satu gaya serangan ular tercepat di dunia dengan waktu kurang dari 0,15 detik saja.
Ternyata, ada tiga spesies Death adder di Indonesia dan sama mematikannya. Spesies itu ialah Acanthophis ceramensis, Acanthophis laevis, dan Acanthophis rugosus. Ketiga spesies ini merupakan famili Elapiade atau keluarga ular yang terdiri dari ular bertaring pendek di depan, seperti kobra, ular karang, mamba, dan taipan.
Acanthophis ceramensis berada di daerah Seram dan Tanimbar yang terdapat di Maluku, sedangkan Acanthophis laevis dan Acanthophis rugosus berada di Papua, khususnya di Merauke.
Death adder diketahui bisa menyuntikkan sekitar 40-100 miligram (mg) racun saraf, sekali gigitan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian hanya dalam waktu 6 jam yang berakibat pada kegagalan fungsi pernapasan.
Apa yang harus dilakukan jika tergigit ular ini?
"Kurangnya pengetahuan tentang ular tersebut, dan penanganan awal saat digigit sehingga kebanyakan berakibat fatal atau kematian," ujar Jessi.
Pemberian antibisa secara cepat, dikatakan Jessi, dapat mengobati gigitan ular jenis ini, dan korban seusai terkena gigitan diperingatkan untuk tidak melakukan reaksi apa pun.
"Tidak menggerakkan anggota tubuh yang tergigit agar racun atau bisa ular tidak semakin terpacu masuk ke darah," kata Jessi.
Death adder menempati urutan keempat ular paling berbisa di dunia, dan disebut paling berbahaya karena racun yang dikeluarkan bereaksi sangat cepat jika tidak langsung mendapatkan perawatan.
Harus hati-hati jika masuk ke area hutan atau tempat yang tidak familier sebelumnya. Setidaknya pakailah pakaian yang aman dan tertutup. Jika memang nasib malang dan tetap tergigit, meminta bantuan medis profesional ialah solusinya. (sciencedaily/Antara)[email protected]
Melalui kompetisi berbasis permainan dan tantangan, peserta diajak untuk belajar memahami konsep, mengasah kreativitas dan daya pikir yang kritis.
Sebuah studi dari University of Plymouth menemukan bahwa mencoret-coret bisa meningkatkan daya ingat anak.
Debu yang mengandung senyawa beracun, seperti silikat dan perklorat, memiliki ukuran yang cukup kecil untuk melewati sistem pertahanan tubuh manusia dan masuk ke dalam aliran darah.
PHE sebagai Subholding Upstream Pertamina, berhasil mencetak prestasi gemilang dengan menemukan cadangan migas terbesar sejak 2009
Tahun 2024, Mars kembali menunjukkan potensi besar bagi eksplorasi luar angkasa. Ini 10 penemuan yang menarik perhatian.
Pada tahun 2011, meteorit Mars yang diberi nama Black Beauty ditemukan di Gurun Sahara. Meteorit ini menjadi salah satu penemuan penting dalam kajian tentang planet merah.
Penelitian baru mengungkap ular dan reptil lainnya buang air dalam bentuk kristal, berpotensi mengobati penyakit asam urat dan batu ginjal pada manusia.
Di AS, gigitan ular berbisa jarang berujung fatal. Setiap tahunnya, sekitar 7.000 hingga 8.000 orang mengalami gigitan ular berbisa hanya lima yang fatal.
Bupati Indramayu Lucky Hakim juga akrab dengan satwa liar melepas ribuan ekor ular ke sawah di Indramayu.
Ular weling (Bungarus candidus) adalah salah satu jenis ular berbisa tinggi yang ditemukan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Lebih dari 100 siswa di Bihar, India, jatuh sakit setelah makan siang sekolah yang diduga tercemar dengan ular mati.
Air yang menggenangi pemukiman warga tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga memunculkan ancaman baru: kemunculan ular liar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved