Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang mengguyur wilayah Bekasi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di sejumlah kawasan. Air yang menggenangi pemukiman warga tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga memunculkan ancaman baru: kemunculan binatang liar seperti ular.
Beberapa warga melaporkan melihat ular berkeliaran di sekitar rumah mereka yang terdampak banjir. Kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi, mengingat saat banjir besar pada tahun-tahun sebelumnya, petugas juga mengevakuasi beberapa ekor ular dan hewan reptil lainnya dari area yang terdampak.
Beberapa jenis ular yang sering muncul saat banjir di antaranya adalah ular sanca, kobra, dan jenis ular sawah. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak mencoba menangkap ular sendirian, mengingat beberapa jenis ular bisa berbahaya dan berbisa.
"Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan ular atau hewan berbahaya lainnya di sekitar pemukiman mereka. Jangan coba menangkap sendiri, lebih baik hubungi petugas terkait agar penanganannya lebih aman," tulis akun official @damkarpencegahankotabekasi, Selasa (4/3).
Bagi warga Bekasi yang membutuhkan bantuan evakuasi ular dan reptil, tersedia layanan penanganan darurat secara gratis di layanan bebas pulsa 24 jam 112. Relawan siap membantu mengevakuasi hewan-hewan liar yang masuk ke pemukiman akibat banjir. Warga dapat menghubungi nomor layanan darurat yang tersedia untuk mendapatkan bantuan profesional.
Banjir tidak hanya membawa dampak bagi infrastruktur dan kehidupan sehari-hari, tetapi juga memaksa satwa liar keluar dari habitat aslinya. Oleh karena itu, kesadaran dan kewaspadaan warga sangat diperlukan untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan. (Z-10)
Hingga Senin (19/1), banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi antara 10 hingga 200 sentimeter.
Plt Bupati menyampaikan, banjir yang melanda Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, sejak Minggu (18/1) dini hari, bukanlah kejadian baru, melainkan banjir langganan.
Di Kabupaten Karawang dampak banjir cukup luas, yakni melanda 12 kecamatan dan 23 desa, dengan total 3.932 kepala keluarga terdampak.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendatangi langsung permukiman terdampak banjir di Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Senin (19/1).
Pengaturan pintu air oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan PJT juga diharapkan mampu mengurangi risiko banjir kiriman dari wilayah hulu.
Banjir setinggi hingga satu meter melanda 23 desa di 13 kecamatan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sejak Senin malam (7/7), akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa total terdapat 114 Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang terdampak banjir di wilayah Bekasi.
Bantuan berupa bahan makanan, makanan siap konsumsi, air mineral dan pengganti selimut diberikan langsung kepada korban yang tersebar di enam desa terdampak.
Menko PMK) Pratikno mengatakan rehabilitasi akan segera dilakukan, terutama terhadap fasilitas publik yang terdampak banjir di Bekasi.
PEMERINTAH menggelontorkan Rp1,4 miliar dana siap pakai untuk dukungan penanganan bencana, salah satunya banjir di Bekasi.
JAKARTA kerap diterjang banjir yang salah satu penyebab utamanya adalah limpasan air dari wilayah hulu, termasuk Bogor dan Puncak.
Kementan distribusikan obat dan vitamin untuk ternak yang selamat dari banjir Bekasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved