Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Turis Asing Mengutil di Bali Jadi Viral Dunia

Tosiani
31/7/2019 13:50
Turis Asing Mengutil di Bali Jadi Viral Dunia
Barang-barang yang dikutil sekeluarga turis India dari villa di Ubud, Bali.(Facebook Polsek Sukawati)

LAGI-LAGI turis asing berulah di Bali. Setelah seorang influencer asal Inggris yang menolak membayar tagihannya di sebuah kafe di Ubud, baru-baru ini sekeluarga turis asal India tertangkap mengutil handuk dan berbagai perlengkapan kamar di sebuah villa mewah di Sukawati.

Peristiwa pengungkapan pencurian itu menjadi pemberitaan situs media Inggris, Daily Mail, Selasa (30/7). Viralnya video pencurian itu juga membuat netizen-netizen asal India geram atas perilaku saudara sebangsa mereka itu.

Peristiwa pencurian itu sendiri berlangsung Minggu (28/7). Setelah pihak hotel menyadari ada beberapa barang hilang dari kamar keluarga tersebut, manager hotel memanggil polisi.

Dalam video terlihat jika staf hotel membongkar tas milik para turis India itu di area yang tampak seperti tempat parkir. Dari dalam tas-tas ditemukanlah banyak barang milik hotel, mulai dari handuk, wadah-wadah seperti toples, gantungan baju, dan bahkan pengering rambut dan pemanas air. Foto-foto dari barang curian itu juga diunggah di akun Facebook Polsek Sukawati.

Saat penggeledahan, dalam video terdengar seorang turis mengatakan, "Saya bisa membayarnya,".

Meski begitu staff hotel mampu berkata tegas dan menunjukkan kesalahan besar yang para turis itu lakukan. "Cukup, ini bukan soal uang. Saya tahu anda punya banyak uang. Ini perbuatan yang tidak menghargai. Anda datang ke Bali dan anda mencuri, anda tidak menghargai kami," tutur staff hotel tersebut.

Di antara kelompok turis itu terdengar pula yang menyadari kesalahan dan meminta maaf. Polisi Sukawati, melalui akun Facebooknya, mengungkapkan jika pihak tamu telah mengakui kesalahan, meminta maaf, dan mengembalikan barang-barang yang diambil. Serta memberikan kompensasi untuk barang-barang yang belum ditemukan. Sementara pihak hotel tidak membuat tuntutan hukum.

Perilaku turis asing yang buruk di Bali memang bukan baru. Selain yang menyerempet aksi kriminal, seperti keluarga turis India itu, lebih banyak lagi turis membuat keresahan sosial dan lingkungan dengan menjadi peminta sumbangan. Turis-turis yang disebut sebagai begpacker ini kian banyak tertangkap kamera dan diunggah sosial oleh masyarakat di Bali.

Pada awalnya kehadiran turis begpacker ini mengundang simpati karena menunjukkan spirit petualangan dari orang-orang yang kebanyakan anak muda itu, namun lama-kelamaan mereka cenderung tampak seperti orang-orang pemalas yang hanya ingin menikmati hidup tanpa bekerja keras. Dengan dana yang minim mereka pun tidak jarang juga tidur di emperan jalan hingga mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

Kian banyaknya turis macam itupun membawa kekhawatiran akan pariwisata Bali. Sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia sejak dahulu, Pulau Dewata ini sesungguhnya sudah menanggung banyak beban lingkungan dan sosial dari pariwisata. Maka tidak sedikit pihak yang mendesak agar pemerintah pusat maupun daerah melindungi Bali dari imbas pariwisata murah.

Meski begitu, saat Media Indonesia meminta tanggapan Kemenpar mengenai peristiwa pengambilan barang-barang hotel oleh turis India maupun banyaknya begpacker di Bali, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti, meminta untuk tidak membesarkan masalah. "Jangan dibesarkan deh. Langkah pencegahan sudah dibuat oleh Bali,"ujar Guntur, saat dihubungi, Selasa (30/7)

Menurutnya, masalah tersebut sudah cukup diatasi oleh pemda. Ia menambahkan, usai kasus pengutilan yang dilakukan turis India di sebuah villa di Bali, pihak travel agent online dari India, Ixigo juga sudah menerbitkan video berisi apa yang boleh dan tidak boleh dibawa tamu daru hotel. Hal itu dirasa akan efektif menumbuhkan kesadaran para turis. (M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya