Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Menjelang Idul Fitri, Ibu Kota Jakarta semakin ditinggalkan para penghuninya pulang kampung alias mudik. Tak ayal kegiatan ini menjadi momen seru para perantau. Namun perjalanan yang menempuh jarak ratusan kilometer rasanya perlu persiapan matang agar tidak mengalami mabuk perjalanan.
Dilansir dari theguardian, ada lima cara untuk menghindari mabuk perjalanan.
1. Hindari pemicu
Jangan bepergian dengan pesawat kecil. Pesawat kecil goncangannya lebih buruk dibandingkan yang berukuran besar. Jika Anda berada di atas kapal, duduklah di tengah, di mana ada sedikit gerakan.
Di dalam mobil, pilihlah didekat supir karena tempat terburuk adalah di kursi belakang. Di bagian ini lebih sulit untuk melihat keluar jendela. Sayangnya, ini adalah tempat anak-anak biasanya duduk.
"Orang-orang paling rentan terhadap penyakit perjalanan dari usia 8-12 tahun. Orang dewasa yang menderita migrain juga lebih rentan" kata John Golding, seorang profesor psikologi terapan di University of Westminster.
2. Jaga mata
Penjelasan terbaik untuk mabuk perjalanan adalah teori konflik sensorik. Teori ini tentang menempatkannya pada ketidakcocokan antara apa yang dilihat mata Anda dan informasi tentang gerakan yang terdeteksi telinga bagian dalam Anda. "Jika Anda bisa mendapatkan pandangan dari luar dan referensi cakrawala, itu membantu," kata Golding.
Jangan membaca atau melihat telepon, cobalah untuk tetap tenang.
"Melakukan percakapan bisa saja tidak membantu, karena ketika kita berbicara, kita hampir selalu menggerakkan kepala kita sebagai bagian dari itu," kata Louisa Murdin, seorang konsultan dalam bidang audio vestibular di trust NHS milik Guy dan St Thomas.
Nikotin juga cenderung membuat mabuk perjalanan menjadi lebih buruk, sama seperti makan besar atau minum alkohol sebelum bepergian. Sementara itu menurut studi mendengarkan musik bisa menjadi cara terbaik.
3. Jelajahi langkah-langkah pengobatan
Langkah selanjutnya bisa menggunakan obat-obatan yang bebas mengandung hyoscine, seperti halnya antihistamin. Tetapi obat ini dapat menyebabkan penglihatan kabur dan kantuk. Obat cinnarizine, yang ditemukan dalam obat mabuk perjalanan juga memiliki lebih sedikit efek samping.
Ambil sekitar dua jam sebelum bepergian karena setelah mulai merasa sakit, obat tidak berguna. Tubuh Anda akan menghentikan isi perut Anda bergerak lebih jauh ke dalam usus, yang berarti obat tidak akan diserap dengan benar. Memakan jahe rupanya tidak begitu kuat untuk menghiangkan mabuk, begitupun dengan gelang yang mengklaim untuk mencegah mabuk perjalanan melalui akupresur pun sama sekali tak membuktikan kemunjurannya.
4.Awali nafas
Pernapasan terkendali atau menarik nafas sama efektifnya dengan obat. "Jika Anda berkonsentrasi pada pernapasan, teratur dan konsisten, itu bisa menghambat muntah," kata Golding.
5. Pembiasaan
Strategi jangka panjang yang paling efektif adalah yang digunakan militer, yakni pembiasaan."Jika Anda terbiasa duduk di belakang mobil, jadi Anda tidak lagi mabuk mobil, itu tidak selalu melindungi Anda dari mabuk laut." kata Golding. (M-3)
Baca juga : Berkenalan dengan Anthropocene
Jumlah tersebut turun 24% dibandingkan jumlah uang tunai yang disiapkan pada musim lebaran tahun sebelumnya.
"Tabayyun merupakan cara berpikir yang mengedepankan kehatian-hatian dalam menyikapi informasi, situasi dan problem yang dialami umat Islam pada khususnya."
Untuk mengobati rasa rindu dengan suasana Lebaran di Tanah Air, KBRI Singapura juga menyiapkan makanan berupa ketupat sayur.
Sebagian besar pengunjung Monas juga menantikan pagelaran Air Mancur Menari yang akan ditampilkan pukul 20.00 WIB dan 21.00 WIB.
MASYARAKAT diimbau menjaga pola makan dan minum saat merayakan Lebaran bersama keluarga agar kondisi kesehatan tetap stabil.
LIMA mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berhasil meraih prestasi gemilang di panggung dunia.
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved