Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI virus korona atau dikenal dengan sebutan covid-19 membebani seluruh negara, termasuk Indonesia.
Di kala keprihatinan ini, Koordinator Peneliti Rapid Test Covid-19 Unpad dari Fakultas MIPA Universitas Padjajaran, Muhammad Yusuf, melihat pada akhirnya hadir banyak gerakan inovasi terkait teknologi di dalam negeri untuk membantu ketersediaan alat penanganan kepada pasien positif.
Direktorat Riset Pengabdian kepada Masyarakat dan Inovasi (DRPMI) Universitas Padjajaran, Departemen Pusat Riset Bioteknologi Molekuler dan Bioinformatika, berhasil membuat alat tes cepat (rapid test) berbasis antigen untuk mendeteksi infeksi virus covid-19 bersama dua mitra industri.
Sebelumnya, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Yayasan Pembina Masjid (YPM) Salman ITB berhasil memproduksi ventilator portabel Vent-I. Lalu ada Universitas Airlangga (UnAir) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam konsorsium riset Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga sedang mengerjakan pembuatan alat rapid test virus korona menggunakan antibodi imunoglobulin G (IgG) dan imunoglobulin M (IgM) di dalam darah.
Hal itu mengingat selama selama pandemi terjadi, Indonesia masih harus mengimpor pendeteksi covid-19 berupa alat rapid test dan polymerase chain reaction (PCR), termasuk reagen dan swab stick-nya.
“Sekarang yang membuat rapid test lokal itu bukan hanya Universitas Padjajaran. Alhamdulillah sekarang banyak yang membuat, seperti Universitas Gajah Mada (UGM), lalu ada Universitas Airlangga. Kemarin, saya dengar Universitas Indonesia (UI) sudah ada yang bisa buat swab stick sendiri. Artinya, ketika sudah muncul gerakan inovasi, harapannya dengan kita bisa memproduksi sendiri, industrinya juga tumbuh,” jelas Yusuf saat dihubungi, Rabu (1/7).
Baginya, di samping keprihatinan terhadap wabah ini, juga patut disyukuri perihal banyak pihak-pihak yang bergerak dan berinovasi sebab ada banyak penyakit infeksi di Indonesia.
Namun, untuk penanganan penyakit infeksi bahkan dari aspek deteksinya saja, Indonesia masih harus mengimpor. Padahal, deteksi dan penanganan penyakit infeksi itu urgensi.
Dia mengibaratkan dengan makanan tempe dan tahu yang selama ini orang pikir itu makanan tradisional Indonesia, dimakan oleh mayoritas masyarakat sehari-hari bahkan masyarakat kecil sekalipun. Akan tetapi, kacang kedelainya justru impor. Padahal, seperti untuk penyakit infeksi, ada urgensi variasi genetik yang khas dari setiap virus. Dengan begitu, untuk deteksinya kita harus mengembangkan sendiri, apalagi virus yang mudah bermutasi.
Jadi, kalau misalnya alat deteksi virusnya impor dari suatu negara, sedangkan antigen atau zat yang merangsang respons imunitas untuk mencari penyebab penyakitnya itu berbeda di negara produsen dan di Indonesia, nanti dikhawatirkan alat tersebut tidak bisa dipakai.
“Contoh saja untuk yang selama ini kami deteksi, yaitu virus cikungunya. Virus cikungunya ada beberapa jenis. Kami selama ini impor untuk deteksinya itu dari Korea, misalnya. Ketika di Korea, dia mengembangkannya itu untuk antigen segi lima. Padahal, virus yang ada di kita bentuknya segi enam. Maka, alat itu tidak akan bisa dipakai,” kata Yusuf.
Oleh karena itu, menjadi urgensi kenapa Indonesia seharusnya bisa mengembangkan pendeteksi secara mandiri ketika banyak penyakit infeksi di negara ini dan kemudian ada isu keragaman genetik.
“Karena bisa jadi yang kita impor itu tidak akan terpakai karena bentuk antigennya juga berbeda,” jelas Yusuf. (M-2)
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
SENTRA Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) Polres Kebumen, Jawa Tengah, memastikan setiap makanan MBG yang akan disalurkan kepada penerima manfaat telah melalui proses rapid test.
Vulvovaginitis yang bergejala keputihan, nyeri, dan gatal amatlah mengganggu. Ketepatan diagnosis menentukan efektivitas pengobatannya.
Testing dan tracer dilakukan untuk Mencegah terjadinya klaster Covid-19 di lingkungan sekolah selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Gus Muhaimin mendesak aparat kepolisian dan dinas terkait untuk mengusut temuan ribuan limbah bekas alat tes antigen di sepanjang pantai di Selat Bali.
Akses tes Covid-19 yang cepat dan andal, dan mengurangi penyebaran infeksi seiring semakin banyaknya orang kembali melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari di Indonesia.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan tarif baru untuk layanan Rapid Test Antigen di Stasiun dari sebelumnya Rp45.000 menjadi Rp35.000.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved