Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA overtourism yang dulu banyak terjadi di Eropa kini juga melanda Asia. Dari Bali hingga Kyoto, destinasi terkenal kini kewalahan menampung lonjakan wisatawan yang mengancam keseimbangan lingkungan dan kehidupan warga lokal.
“Bali jelas salah satunya,” kata Gary Bowerman, analis tren perjalanan asal Kuala Lumpur. “Saya juga akan menyebut Kyoto di Jepang, dan mungkin Phuket di Thailand.”
Masalah utama bukan soal luas wilayah, melainkan penumpukan wisatawan di titik-titik populer yang sama. Banyak turis membanjiri destinasi ikonik, membuat pengalaman berwisata tak lagi nyaman, baik bagi pendatang maupun penduduk.
Menurut Pacific Asia Travel Association (PATA), pariwisata di Asia bangkit pesat usai pandemi. Wilayah Asia Timur Laut (termasuk Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan) mencatat pertumbuhan 20% dalam enam bulan pertama 2025. Sementara itu, Vietnam mencatat lonjakan kedatangan internasional sebesar 21%, menjadikan kawasan seperti Ha Long Bay dan Hoi An semakin padat.
“Begitu suatu tempat mendapat status warisan dunia UNESCO, semua orang ingin ke sana,” ujar Bowerman.
Sementara itu, Phuket, Thailand, menghadapi masalah klasik, kemacetan, kekurangan air, dan penumpukan sampah. Pemerintah setempat bahkan berencana membatasi jumlah wisatawan demi menjaga keseimbangan.
Namun situasi terparah terlihat di Bali. Menurut Nikki Scott, pendiri Backpacker Network, pulau ini kini mengalami krisis lingkungan akibat pariwisata berlebihan. “Dari polusi plastik hingga kekurangan air dan banjir besar baru-baru ini, semua berkaitan dengan pembangunan berlebihan dan hilangnya lahan sawah untuk vila dan hotel,” ujarnya.
Kota Kyoto juga menghadapi dilema serupa. Pada 2024, lebih dari 56 juta wisatawan berkunjung ke kota berpenduduk hanya 1,5 juta jiwa itu. Hasil survei Yomiuri Shimbun menunjukkan 90% warga Kyoto mengeluhkan kemacetan, perilaku turis yang tidak sopan, serta kepadatan di transportasi umum.
“Karakter Jepang yang konservatif membuat masyarakat merasa kehilangan keseimbangan ketika satu dari tiga orang di sekitar mereka adalah turis,” kata Yusuke Ishiguro, profesor di Universitas Hokkaido.
Pemerintah kota kini menerapkan kamera pengawas dan pajak hotel, namun belum mampu mengatasi akar masalah. Tahun lalu, Kyoto bahkan melarang turis masuk ke gang pribadi di kawasan Gion setelah geisha mengeluh kerap diganggu wisatawan.
Meski pariwisata menjadi tulang punggung ekonomi banyak negara Asia, keseimbangan antara keuntungan ekonomi dan kelestarian budaya kini semakin sulit dijaga.
“Pemerintah melihat pariwisata sebagai pilar pertumbuhan ekonomi dan citra nasional,” kata Bowerman. “Tapi menegakkan aturan terhadap turis sangat sulit, tak ada negara yang ingin dikenal karena ‘memenjara wisatawan.’”
Para pakar menyarankan agar wisatawan mencari destinasi alternatif dan menghindari musim puncak. “Jangan hanya mengikuti jejak influencer. Bicara dengan warga lokal, mereka tahu tempat-tempat indah yang belum ramai,” saran Nikki Scott.
Fenomena overtourism kini menjadi pengingat, bahkan surga pun bisa runtuh jika tak dijaga keseimbangannya. (CNN/Z-2)
Pullman Bali Legian Beach menggelar perayaan Imlek 17 Februari 2026 dengan buffet khas oriental, live cooking, Chinese dance, dan suasana hangat kebersamaan.
Pullman Bali Legian Beach menghadirkan Timeless Valentine 14 Februari 2026 dengan dinner romantis tujuh hidangan, live acoustic, dan Infinity Pool tepi pantai.
GUBERNUR Bali Wayan Koster akan mengalokasikan dana bantuan bagi Pecalang di seluruh desa adat di Bali. Bantuan tersebut per desa sebanyak Rp 50 juta untuk bantuan bagi Pecalang.
TEGURAN Presiden Prabowo Subianto tentang sampah di Bali saat ini membangunkan kesadaran kolektif masyarakat Bali untuk menangani sampah.
Ruwetnya persoalan pertanahan di Bali kembali mencuat seiring bergulirnya kasus dugaan kriminalisasi yang menjerat Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bali I Made Daging.
GUBERNUR Bali Wayan Koster langsung merespons cepat arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan sampah di pantai Kuta, Bali.
Istilah sustainable tourism kini mulai berevolusi menjadi regenerative hospitality, sebuah konsep di mana pelaku industri tidak hanya berusaha meminimalisasi dampak negatif,
Tren terbaru menunjukkan bahwa bagi Generasi Z, pengalaman kini menjadi faktor utama yang mendorong keputusan perjalanan, melampaui pertimbangan harga semata.
Pembangunan Bandara Internasional Chinchero di Peru menuai kontroversi. Mampukah infrastruktur ini menampung lonjakan wisatawan tanpa merusak kesucian Lembah Suci?
Pulau Sumba semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi unggulan pariwisata Indonesia.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa negara tersebut berhasil menyambut 64 juta pengunjung sepanjang 2025.
Pemerintah Daerah Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, bertransformasi menjadi kawasan pedestrian penuh mulai 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved