Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DI salah satu sudut Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, suasana menyeramkan dan tegang menyelimuti wahana rumah hantu bernama 'Gudang Angker Batavia'. Terletak di Rumah Akar, bangunan bersejarah era kolonial yang dikelilingi oleh tumbuhan tua selama berabad-abad, kini telah diubah menjadi tempat wisata horor. Setiap sudut kawasan tersebut dipenuhi dengan aura menakutkan.
Detil yang diperhatikan begitu teliti, dengan berbagai properti yang menambah keseraman lokasi, mulai dari boneka tua bergaya Belanda hingga pemandangan pekerja yang disiksa layaknya masa kolonial, serta batu nisan kuno yang tampaknya mengucurkan tetesan darah.
Gita, seorang pengunjung berusia 25 tahun, berbagi pengalaman berharganya saat mengunjungi wahana tersebut. Meskipun berasal dari Manado, Sulawesi Utara, ia nekat datang ke kawasan Kota Tua setelah melihat keramaian di media sosial.
Baca juga : 3 Rekomendasi Wisata Hits di Jakarta, Banyak Spot Foto yang Instagramable
"Kesannya horor banget di dalam wahana itu," kata Gita, menceritakan pengalamannya pada hari Minggu (21/4).
Selama menjelajah di dalamnya, Gita terkejut dengan aksi para talenta hantu di dalam wahana tersebut. Bahkan beberapa temannya menangis ketakutan.
Syifa, yang berusia 29 tahun, juga merasakan ketakutan saat memasuki wahana tersebut. Wajahnya memerah ketika keluar dari ruangan itu.
Baca juga : 3 Wisata Religi di Jakarta, Miliki Bangunan yang Indah dan Bersjarah
"Saya sampai tidak bisa membuka mata karena takut," ujar Syifa.
Sheila, yang menjabat sebagai Humas Gudang Angker Batavia, menyatakan bahwa hal yang membedakan wahana ini dari rumah hantu lainnya adalah pengalaman horor yang alami berkat pemilihan lokasi yang mendukung.
"Yang membedakan adalah lokasi kami yang benar-benar mendukung cerita kami. Lokasi kami memiliki aura horor yang alami," ujar Sheila.
Baca juga : Wisata Monas, Ikon Kota Jakarta yang Menawarkan Banyak Atraksi
Dia juga menjelaskan bahwa konsepnya telah dipersiapkan dengan matang sehingga pengunjung puas dengan pengalaman di wahana tersebut. Dengan empat ruangan, Sheila menjelaskan bahwa ada beberapa tempat yang akan meningkatkan adrenalin pengunjung.
"Alur ceritanya dirancang untuk menghidupkan kembali era di mana gudang ini terbengkalai," tambahnya.
Meskipun suasana menyeramkan dan bisa membuat jantung berdegup kencang, Sheila menegaskan bahwa wahana ini aman karena setiap sudut ruangannya telah dipantau oleh CCTV.
Untuk harga tiket masuk, pada hari biasa adalah Rp 30.000, sedangkan pada akhir pekan adalah Rp 35.000. (Gan)
Penutupan jalan akan difokuskan pada tiga titik utama yang menjadi lokasi pusat kegiatan, yakni Jalan Teh, Jalan Cengkeh, dan Jalan Kunir 2 Dalam.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan wisata Kota Tua Jakarta, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
Petugas Sudin Tamhut Jakarta Barat, Coki, menyebut, 150 personel PJLP Sudin Tamhut diterjunkan untuk melakukan pembersihan.
Dengan integrasi moda transportasi yang kuat, Kota Tua tidak hanya akan menjadi destinasi wisata statis, tetapi juga motor penggerak ekonomi baru bagi Jakarta.
Revitalisasi yang telah direncanakan selama lebih dari satu dekade ini merupakan proyek strategis yang melibatkan kolaborasi lintas instansi dan berbagai disiplin ilmu.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana merevitalisasi kawasan kota tua secara menyeluruh
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
BPBD DKI Jakarta melaporkan 10 ruas jalan dan 16 RT terendam banjir setinggi 10–70 cm akibat hujan deras sejak Sabtu malam (17/1/2026).
Pada pagi hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan hujan ringan. Namun, potensi hujan petir sudah mulai muncul sejak pagi menjelang siang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved