Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Astronaut Artemis II Akan Saksikan Gerhana Matahari Total dari Sisi Jauh Bulan

Thalatie K Yani
06/4/2026 07:00
Astronaut Artemis II Akan Saksikan Gerhana Matahari Total dari Sisi Jauh Bulan
Kuartet Artemis II bakal memecahkan rekor jarak terjauh manusia di luar angkasa sekaligus menyaksikan gerhana matahari unik selama 53 menit dari kapsul Orion.(NASA)

PARA astronaut misi Artemis II dijadwalkan mendapat suguhan astronomi langka pada Senin (6/4). Saat melakukan manuver slingshot di sisi jauh bulan, keempat kru akan menyaksikan gerhana matahari total dengan durasi dan sudut pandang yang tidak pernah dirasakan oleh manusia di Bumi.

Fenomena ini terjadi bersamaan dengan momen bersejarah di mana kru Artemis II memecahkan rekor jarak terjauh manusia dari Bumi, melampaui catatan misi Apollo 13 pada April 1970.

Pemandangan yang Berbeda dari Bumi

Meski gerhana matahari total sering terjadi, posisi Orion di luar angkasa memberikan perspektif yang sangat kontras. "Dari sudut pandang kita (di Bumi), bulan dan matahari di langit tampak berukuran kira-kira sama," ujar Kelsey Young, pimpinan operasional penerbangan sains Artemis NASA, dalam konferensi pers Sabtu (4/4).

Namun, bagi kru di kapsul Orion, bulan akan terlihat jauh lebih besar. Akibatnya, matahari akan menghilang dari pandangan mereka selama sekitar 53 menit, tujuh kali lebih lama dibandingkan durasi totalitas maksimal yang bisa disaksikan dari permukaan Bumi.

Misi Ilmiah di Balik Keindahan

NASA tidak hanya membiarkan kru menikmati pemandangan. Para astronaut, Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, ditugaskan untuk melakukan observasi ilmiah terhadap korona atau atmosfer luar matahari.

"Kami menyertakan instruksi bagi mereka untuk mendeskripsikan fitur-fitur yang terlihat pada korona surya, yang pada akhirnya dapat membantu ilmuwan memahami proses ini secara umum," tambah Young.

Selain matahari, mata manusia para astronaut dianggap sangat berharga untuk mengamati permukaan bulan. NASA menilai mata manusia mampu menangkap nuansa warna dan bayangan yang sering kali terlewat oleh kamera robotik. Pengamatan jarak dekat pada bagian sisi jauh bulan yang belum pernah dilihat langsung oleh manusia ini diharapkan dapat memberikan data geologis yang signifikan.

Kado Tak Terduga Akibat Penundaan

Menariknya, kesempatan melihat gerhana ini merupakan "kado" yang tidak direncanakan. Awalnya, Artemis II ditargetkan meluncur pada Februari, namun kendala kecil pada roket Space Launch System (SLS) menggeser jadwal ke jendela peluncuran April.

"Itu adalah sesuatu yang sebelumnya tidak kami sangka akan bisa kami lakukan," kata astronaut Jeremy Hansen. "Namun karena kami meluncur pada 1 April, kami akan bisa melihatnya sekarang, dan itu sangat keren."

Kembali ke Bumi

Gerhana matahari total ini akan dimulai pada Senin pukul 20.35 EDT, sekitar 90 menit setelah Orion mencapai jarak maksimalnya dari Bumi, yakni 252.757 mil (406.773 km). Setelah melewati titik terjauh tersebut, gravitasi bulan akan mengayunkan Artemis 2 kembali menuju Bumi. Para astronaut dijadwalkan melakukan pendaratan di laut (splashdown) pada Jumat (10/4) di lepas pantai San Diego, sekaligus mengakhiri misi 10 hari mereka di bulan. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya