Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGIT malam musim dingin dikenal sebagai waktu terbaik untuk menikmati keindahan bintang. Udara yang lebih dingin membuat atmosfer menjadi lebih jernih, sehingga bintang-bintang tampak lebih terang dan jelas. Di antara pemandangan tersebut, rasi Orion menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian, terutama tiga bintang yang membentuk sabuknya.
Tiga bintang sabuk Orion, yaitu Alnitak, Alnilam, dan Mintaka merupakan bintang superraksasa biru yang tingkat cahayanya luar biasa terang. Berdasarkan laporan dari Space.com, bintang-bintang ini memiliki luminositas rata-rata lebih dari 200.000 kali cahaya Matahari, menjadikannya salah satu objek paling terang di wilayah galaksi kita.
Ketiga bintang sabuk Orion tergolong sebagai blue supergiant, jenis bintang yang sangat langka dan termasuk paling bercahaya di Bima Sakti. Bintang-bintang ini masih berusia muda secara kosmik, tetapi memiliki suhu yang sangat panas dan warna kebiruan yang mencolok.
Jarak ketiganya dari Bumi berada di kisaran 900 hingga 2.000 tahun cahaya. Meski terletak sangat jauh, cahaya yang dipancarkan begitu kuat hingga masih tampak jelas dengan mata telanjang dari Bumi. Karena cahayanya yang dominan, bintang-bintang biru ini secara visual menguasai cakram galaksi, tempat lengan-lengan spiral Bima Sakti berada, termasuk lengan tempat tata surya kita berdiam.
Bintang-bintang sabuk Orion juga merupakan bagian dari Gould’s Belt, yakni kumpulan longgar bintang-bintang terang yang membentang di sekitar galaksi. Sabuk ini pertama kali dipelajari astronom Benjamin Apthorp Gould pada abad ke-19 dan terdiri dari banyak bintang superraksasa biru yang sejajar dengan bidang Bima Sakti.
Kelompok ini dikenal sebagai asosiasi bintang, yakni sekumpulan bintang muda yang terbentuk dari awan gas yang sama. Karena massanya sangat besar, bintang-bintang ini membakar bahan bakarnya dengan cepat, memadukan unsur-unsur ringan menjadi unsur yang lebih berat di inti mereka.
Tingkat terangnya yang luar biasa tersebut ternyata harus dibayar mahal. Bintang superraksasa biru hanya memiliki umur hidup beberapa juta hingga puluhan juta tahun, jauh lebih singkat dibanding Matahari yang diperkirakan bisa bertahan hingga 10 miliar tahun.
Sebagai perbandingan, bintang yang lebih kecil dan lebih dingin, seperti katai merah, justru dapat bertahan sangat lama. Bahkan, bintang katai merah paling redup secara teori bisa hidup hingga satu triliun tahun atau lebih.
Menariknya, Orion tidak akan selalu tampak seperti sekarang. Dalam jangka waktu yang sangat panjang, rasi ini akan terlihat semakin redup dan berubah bentuk. Hal ini disebabkan pergerakan tata surya kita yang menjauh dari Orion dengan kecepatan sekitar 12 mil per detik. (Space/Z-2)
Planet Jupiter dan Venus akan tampil dalam pertunjukan cahaya sebelum fajar, dan kali ini, pertunjukan itu akan ditemani oleh sang bintang paling terang: Sirius.
Vega adalah salah satu bintang paling terkenal di langit malam. Berada di konstelasi Lyra, Vega tidak hanya mudah dikenali karena kecerahannya
SPICA adalah bintang terang ke-15 di langit dan yang paling terang di rasi bintang Virgo. Dikenal juga dengan nama Alpha Virginis, Spica berjarak sekitar 250 tahun cahaya dari Bumi.
Temukan 11 bintang paling terang di langit malam, seperti Sirius, Canopus, dan Betelgeuse. Panduan lengkap untuk pengamat bintang dan astronomi
Gerhana matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026. Simak fase, waktu puncak, lokasi pengamatan, dan alasan Indonesia tidak bisa menyaksikannya.
Gerhana Matahari total adalah salah satu pertunjukan langit paling menakjubkan yang bisa disaksikan manusia. Tapi ada kabar mengejutkan: fenomena itu tidak akan selamanya ada.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Gerhana ini tidak aman untuk dilihat tanpa pelindung mata dengan filter matahari.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved