Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Nasa Temukan Galaksi Terjauh, Terbentuk 280 Juta Tahun setelah Big Bang

Abi Rama
31/1/2026 22:17
Nasa Temukan Galaksi Terjauh, Terbentuk 280 Juta Tahun setelah Big Bang
Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA menunjukkan galaksi MoM-z14.(Dok: NASA)

NASA kembali mencetak sejarah dalam eksplorasi alam semesta. Melalui James Webb Space Telescope (JWST), para astronom berhasil mengonfirmasi galaksi terjauh yang pernah diamati: MoM-z14, yang terbentuk hanya sekitar 280 juta tahun setelah Dentuman Besar (Big Bang). Temuan ini diumumkan oleh tim peneliti internasional dan dipublikasikan melalui laman resmi NASA.

Galaksi MoM-z14 dipastikan keberadaannya lewat instrumen Near-Infrared Spectrograph (NIRSpec) milik Webb. Pengamatan menunjukkan galaksi ini memiliki redshift 14,44, artinya cahaya dari MoM-z14 telah menempuh perjalanan sekitar 13,5 miliar tahun sebelum akhirnya sampai ke Bumi. Angka tersebut sangat dekat dengan usia alam semesta yang diperkirakan 13,8 miliar tahun.

“Dengan Webb, kita dapat melihat lebih jauh dibandingkan sebelumnya, dan yang kita temukan ternyata sangat berbeda dari perkiraan awal,” ujar Rohan Naidu, peneliti MIT.

Galaksi yang Mengejutkan karena Terlalu Terang

MoM-z14 membuat astronom tercengang karena tingkat kecerahannya yang luar biasa. Galaksi ini termasuk dalam kelompok galaksi awal yang ternyata jauh lebih banyak dan lebih terang dibandingkan prediksi teori sebelum Webb diluncurkan.

Para peneliti bahkan menyebut jumlah galaksi terang di alam semesta awal bisa mencapai 100 kali lebih banyak dari perkiraan sebelumnya.

“Ada jurang yang semakin lebar antara teori dan hasil observasi terkait alam semesta awal,” kata Jacob Shen, peneliti pascadoktoral MIT.

Tak hanya terang, MoM-z14 juga menunjukkan kandungan nitrogen yang sangat tinggi, sesuatu yang dianggap tidak lazim untuk galaksi yang terbentuk begitu dini. Secara teori, nitrogen dalam jumlah besar seharusnya baru muncul setelah beberapa generasi bintang terbentuk.

Petunjuk tentang Bintang Supermasif

Karena muncul sangat awal dalam sejarah kosmik, para ilmuwan menduga MoM-z14 mungkin dihuni oleh bintang-bintang supermasif yang terbentuk saat alam semesta masih sangat padat. Bintang jenis ini diyakini mampu menghasilkan nitrogen jauh lebih banyak dibandingkan bintang modern.

Menariknya, kandungan nitrogen serupa juga ditemukan pada bintang-bintang tertua di Bima Sakti, yang selama ini dianggap sebagai “fosil” dari alam semesta awal.

Kunci Memahami Era Reionisasi

Penemuan MoM-z14 juga membuka petunjuk penting tentang era reionisasi, masa ketika cahaya bintang-bintang pertama mulai menembus kabut hidrogen purba yang menyelimuti alam semesta awal.

MoM-z14 menunjukkan tanda-tanda telah membersihkan hidrogen di sekitarnya, menandakan galaksi ini kemungkinan berperan besar dalam proses tersebut. Era reionisasi selama puluhan tahun menjadi misteri, dan kini mulai terungkap berkat kemampuan Webb.

Sebelumnya, Teleskop Hubble menemukan galaksi GN-z11 yang terbentuk sekitar 400 juta tahun setelah Big Bang. Webb kemudian melampaui rekor itu dengan menemukan galaksi-galaksi yang bahkan lebih awal.

Para astronom percaya temuan galaksi-galaksi terang di masa awal alam semesta bukan sekadar kebetulan. Ke depan, Nancy Grace Roman Space Telescope milik NASA diharapkan mampu memperluas pengamatan dan menemukan ribuan galaksi serupa berkat bidang pandangnya yang jauh lebih luas.

“Untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di alam semesta awal, kami membutuhkan lebih banyak data dan lebih banyak galaksi untuk dibandingkan,” ujar Yijia Li dari Penn State University. (NASA/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya