Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
NASA semakin dekat dengan ambisinya untuk mengirimkan kembali manusia ke wilayah Bulan. Pada Jumat (23/1), empat astronaut yang tergabung dalam misi Artemis 2 resmi memulai masa karantina di Houston, Texas. Langkah ini memastikan jadwal peluncuran tetap sesuai rencana yang ditargetkan pada awal bulan depan.
Masa karantina ini merupakan bagian dari Prosedur Stabilisasi Kesehatan guna memastikan para kru dalam kondisi fisik prima dan bebas dari penyakit sebelum meluncur ke luar angkasa.
"Periode ini, yang disebut program stabilisasi kesehatan, biasanya dimulai sekitar 14 hari sebelum peluncuran," ungkap pejabat NASA dalam pernyataan resminya. "Memulai karantina sekarang memberikan fleksibilitas bagi tim saat bekerja menuju peluang potensial pada periode peluncuran Februari."
Misi Artemis 2 akan membawa tiga astronaut NASA, Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch, bersama astronaut Badan Antariksa Kanada (CSA), Jeremy Hansen. Mereka akan melakukan penerbangan selama 10 hari mengelilingi Bulan menggunakan kapsul Orion.
Meski tidak mendarat di permukaan atau memasuki orbit Bulan, misi ini sangat bersejarah. Ini akan menjadi penerbangan berawak pertama ke wilayah lunar sejak misi Apollo 17 pada 1972.
NASA saat ini membidik jendela peluncuran paling awal pada Februari 2026. Terdapat lima tanggal potensial di bulan tersebut, yakni antara 6-8 Februari dan 10-11 Februari. Jika terjadi kendala, NASA telah menyiapkan jendela cadangan pada bulan Maret dan April.
Selama masa karantina, para astronaut tetap menjalankan aktivitas pelatihan akhir, simulasi misi, dan pemeriksaan medis dengan protokol kesehatan yang ketat.
"Selama karantina, kru dapat terus melakukan kontak reguler dengan teman, keluarga, dan kolega yang mampu mematuhi pedoman karantina, serta akan menghindari tempat umum, mengenakan masker, dan menjaga jarak dari orang lain," jelas pihak NASA.
Sekitar enam hari sebelum peluncuran, para kru akan terbang ke Kennedy Space Center (KSC) di Florida untuk persiapan akhir. Sementara itu, tim teknis NASA tengah bersiap menghadapi ujian krusial berupa uji pengisian bahan bakar (wet dress rehearsal) pada roket Space Launch System (SLS) yang dijadwalkan pada 2 Februari.
Uji coba ini sangat menentukan mengingat pengalaman pada misi Artemis 1 (tanpa awak) tahun 2022 lalu sempat mengalami penundaan panjang akibat kebocoran bahan bakar hidrogen cair. Jika tes kali ini berjalan mulus, perjalanan manusia menuju Bulan tinggal menghitung hari. (Space/Z-2)
Berdasarkan laporan yang dilansir dari mixvale.com, instrumen SPHEREx merekam data dalam 102 panjang gelombang inframerah.
Teleskop SPHEREx milik NASA mendeteksi molekul organik seperti air dan karbon dioksida pada komet antarbintang 3I/ATLAS, membuka peluang riset asal-usul kehidupan.
NASA merilis citra terbaru Hubble yang mengungkap Nebula Telur, fase langka sebelum nebula planet terbentuk. Fenomena kosmik ini terjadi 1.000 tahun cahaya dari Bumi.
NASA memulai uji coba teknologi sayap CATNLF menggunakan jet F-15B. Inovasi ini dirancang untuk mengurangi hambatan udara dan menekan biaya bahan bakar pesawat komersial.
NASA ungkap tantangan teknis di balik terbatasnya jadwal peluncuran Artemis 2. Simak mengapa misi berawak pertama ke Bulan dalam 50 tahun ini sangat bergantung pada mekanika orbital dan cuaca.
Melalui Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), para ilmuwan menemukan bahwa planet raksasa gas ternyata memiliki kapasitas pertumbuhan yang jauh melampaui teori-teori sebelumnya.
NASA bersiap meluncurkan misi Artemis 2, penerbangan berawak pertama ke Bulan dalam 50 tahun terakhir.
Tiongkok melakukan uji coba darat roket Long March-10 sebagai persiapan misi berawak ke Bulan sebelum 2030.
Empat astronot kru Artemis 2 NASA menjalani latihan intensif, termasuk simulasi darurat malam hari di Kennedy Space Center.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved