Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Era Kecerdasan Artifisial Butuh Jumlah SDM Digital Tinggi

Wisnu Arto Subari
24/1/2026 23:35
Era Kecerdasan Artifisial Butuh Jumlah SDM Digital Tinggi
Ilustrasi.(Freepik)

ERA kecerdasan artifisial ini membutuhkan ketersediaan SDM digital yang cukup tinggi. Karenanya, penting bagi pemerintah bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk mengisi kebutuhan tenaga digital tersebut termasuk di bidang kecerdasan artifisial.
 
"Indonesia harus berupaya agar tidak tertinggal dengan negara maju dan negara-negara lain dalam penguasaan teknologi AI," ujar Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) I Nyoman Adhiarna dalam keterangan resmi, Sabtu (24/1).  Ia mencontohkan beberapa negara seperti Tiongkok dan India sudah membangun model generatif AI sendiri.

"Kita jangan hanya jadi pasar. Kita juga harus menciptakan platform sendiri dengan menggunakan data yang kita miliki sendiri," tuturnya.

Untuk itu, Kemenkomdigi memiliki Program AI Talent Factory yang diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir dengan seleksi ketat. "Mereka diajari cara membangun foundation model, persis seperti menciptakan ChatGPT sendiri, tetapi dengan nuansa Indonesia. Jadi, lebih bisa memenuhi kebutuhan orang Indonesia," imbuhnya.

Itu disampaikannya pada ajang Indonesia Human Capital Brilliance Awards (IHCBA) 2025, Jakarta, pada Jumat, 23 Januari 2026. Sejumlah perusahaan terdiri dari badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), dan perusahaan swasta nasional dari seluruh Indonesia menerima penghargaan itu. 

Ketua Dewan Juri IHCBA 2025, Priyantono Rudito, menyampaikan bahwa teknologi AI memiliki dampak baik di level bisnis maupun human capital. Di tataran bisnis, AI banyak memberikan dorongan terhadap perubahan selain model bisnis dan landskap yang lebih luas. Di bidang human capital, AI juga berperan cukup signifikan untuk melakukan transformasi.

"Perusahaan yang masuk finalis adalah perusahaan yang mampu menghadapai tantangan di era AI yaitu perusahaan yang memiliki relevansi dengan tren global, melakukan transformasi human capital, kesiapan organisasi masa depan, serta pengembangan talenta digital," jelas Priyantono Rudito. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya