Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

TikTok Perkuat Perlindungan Pengguna, 25 Juta Konten Bermasalah Dihapus Sepanjang 2025

Salma Anisa Afriani
17/12/2025 12:21
TikTok Perkuat Perlindungan Pengguna, 25 Juta Konten Bermasalah Dihapus Sepanjang 2025
Konferensi Pers #AmanDiTiktok: Kilas Balik Upaya Tiktok Lindungi Pengguna Sepanjang 2025 pada Selasa (16/12/2025) di Hotel Des Indes, Menteng, Jakarta Pusat.(MI/Salma Anisa Afriani)

TikTok Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan pengguna sepanjang 2025, seiring meningkatnya aktivitas dan tantangan di ruang digital. Upaya ini dilakukan melalui penguatan kebijakan, pengembangan fitur keamanan, serta kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.

Head of Public Policy and Government Relations TikTok Indonesia, Hilmi Adrianto, mengatakan perlindungan pengguna tidak hanya berfokus pada penindakan konten bermasalah, tetapi juga pada penciptaan ruang berekspresi yang aman dan positif. 

"Bagi kami, menjaga keamanan di TikTok bukan sekadar menghilangkan konten berbahaya, tetapi juga memastikan semua pengguna, termasuk remaja, dapat berinovasi dan berekspresi secara aman dan positif," ujarnya dalam acara Kilas Balik Upaya TikTok Lindungi Pengguna Sepanjang 2025 di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, TikTok memperkuat sistem moderasi konten di platformnya. Pada paruh pertama 2025, lebih dari 25 juta konten yang melanggar Pedoman Komunitas berhasil dihapus melalui sistem moderasi berlapis yang mengombinasikan teknologi otomatis dan penilaian manusia.

Hilmi menegaskan, penguatan moderasi dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga ekosistem digital tetap sehat. "Kami terus memperkuat sistem moderasi agar dapat merespons potensi pelanggaran secara cepat dan konsisten," katanya.

Selain penindakan konten, TikTok juga menggencarkan perlindungan bagi remaja dan keluarga melalui program literasi digital bekerja sama dengan Yayasan Sejiwa dan Yayasan Keluarga Kita yang telah menjangkau lebih dari 100 ribu remaja, guru, dan orang tua di berbagai daerah. Pengembangan fitur Pelibatan Keluarga juga terus dilakukan untuk mendukung pengawasan orang tua.

Upaya lain diarahkan pada pencegahan perjudian online melalui kampanye "Lawan Judol" bersama Kementerian Komunikasi dan Digital. Sepanjang semester pertama 2025, lebih dari 424 ribu video terkait perjudian online serta 1,6 juta komentar pendukung praktik tersebut berhasil dihapus, sebagian besar sebelum ada laporan dari pengguna.

TikTok juga meluncurkan kampanye "Pikir 2x" untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan digital melalui pendekatan edukatif 3C, yaitu Cek, Cegah, dan Cegat. Sepanjang 2025, lebih dari 232 ribu konten penipuan dan 180 ribu iklan bermasalah berhasil ditindak.

Melengkapi rangkaian upaya tersebut, TikTok menghadirkan fitur Waktu dan Kesejahteraan guna mendorong perilaku digital yang lebih sehat dan seimbang. Seluruh langkah ini menegaskan komitmen TikTok untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat dalam membangun ekosistem digital yang aman dan berkelanjutan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik