Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

50% UMKM, Termasuk di Bali Belum Mampu Bertransaksi Digital

Iis Zatnika
24/10/2025 21:25
50% UMKM, Termasuk di Bali Belum Mampu Bertransaksi Digital
Kegiatan Bincang Bisnis Bareng Tiktok itu didasari data jumlah kedatangan wisatawan internasional di Bali yang mencapai lebih dari 2,64 juta orang dalam lima bulan pertama 2025 dan diproyeksikan melampaui 7 juta pada akhir 2025.(Dok Istimewa)

60% masyarakat Asia Tenggara kini lebih memilih metode digital  dalam bertransaksi, namun pelaku UMKM masih banyak yang belum mengadopsi teknologi dan masih mengandalkan uang tunai. Kondisi serupa juga terjadi di Indonesia, hampir setengah dari UMKM di Indonesia masih belum memiliki akses pada perbankan. 

Hambatan yang menghalangi adopsi digital itu adalah persepsi biaya, keterbatasan penerimaan dari pemasok, dan kekuatiran pada keamanan. Hal itu juga didukung fakta bahwa 43% serangan siber menargetkan UMKM. 

Demikian terungkap dalam riset yang dilakukan Visa seperti dipaparkan Country Manager Visa untuk Indonesia Vira Widiyasari.   

Dukungan pada pengembangan ekosistem digital, kata Vira, dilakukan melalui kegiatan pemberdayaan pelaku UMKM berkolaborasi dengan TikTok di Bali. Kegiatan Bincang Bisnis Bareng Tiktok itu didasari data jumlah kedatangan wisatawan internasional di Bali yang mencapai lebih dari 2,64 juta orang dalam lima bulan pertama 2025 dan diproyeksikan melampaui 7 juta pada akhir 2025. 

Kondisi itu idealnya diimbangi implementasi solusi pembayaran digital oleh operator hotel, restoran, villa dan tur wisata, terutama menjelang musim puncak liburan pada akhir tahun. 

“Pembayaran digital akan membantu para pelaku UMKM menjangkau lebih banyak pelanggan, menjalankan operasional secara lebih efisien, dan bersaing di pasar internasional," kata Vira. 

Pada kolaborasi itu, diperkenalkan pula, insentif berupa kredit iklan hingga 6.000 dollar AS bagi mereka yang memenuhi kriteria pengeluaran tertentu di TikTok Ads Manager. "Kebutuhan lainnya dalam digitalisasi transaksi bagi UMKM adalah penyelesaian sengketa, dan perlindungan dari penipuan," kata Vira.

Salah satu pengusaha yang mengikuti kegiatan itu, Rina Iswahyuni, pemilik Balerina Fashion Makloon Premium menyatakan telah merasakan dampak dari opsi pembayaran digital bagi pelanggan. "Mudah, cepat, dan mampu melacak catatan pembayaran dengan mudah. Saya juga berharap dapat memperluas bisnis secara internasional," kata Rina. (X-8)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Iis Zatnika
Berita Lainnya