Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Bintang V Sagittae Berpotensi Meledak Terang di Siang Hari

Thalatie K Yani
10/12/2025 11:00
Bintang V Sagittae Berpotensi Meledak Terang di Siang Hari
Sistem bintang V Sagittae diprediksi menuju ledakan nova dan supernova yang dapat terlihat dengan mata telanjang, bahkan pada siang hari. (NASA)

SISTEM bintang sangat terang yang selama bertahun-tahun membingungkan para astronom. V Sagittae, diperkirakan dapat menghasilkan cahaya seterang ribuan matahari dan terlihat dari Bumi dengan mata telanjang, baik pada malam maupun siang hari. Temuan ini muncul dari penelitian terbaru yang mengamati perilaku ekstrem dua bintang di dalam sistem tersebut.

V Sagittae terletak sekitar 10.000 tahun cahaya di konstelasi Sagitta dan terdiri dari sebuah white dwarf, inti padat sisa bintang seperti Matahari, serta satu bintang pendamping yang lebih masif. "White dwarf ini menyedot materi dari rekannya pada tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya,” menurut pernyataan tim peneliti.

Kedua bintang ini saling mengorbit hanya dalam waktu 12,3 jam dan perlahan bergerak semakin dekat. Para peneliti kini memastikan tarian berbahaya ini pada akhirnya akan berujung benturan dan memicu supernova yang sangat terang sehingga dapat disaksikan di siang hari.

“Massa yang menumpuk di white dwarf kemungkinan akan menghasilkan ledakan nova dalam beberapa tahun mendatang, di mana V Sagittae akan terlihat dengan mata telanjang,” kata Pablo Rodríguez-Gil dari Institute of Astrophysics of the Canary Islands.

Penelitian Spektroskopi Ungkap Karakter V Sagittae

Dalam studi yang dipublikasikan November lalu di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, tim internasional yang dipimpin Universitas Turku, Finlandia, menganalisis cahaya V Sagittae menggunakan instrumen X-Shooter di Very Large Telescope, Cile. Pengamatan selama 120 hari ini memungkinkan mereka meninjau ulang karakter sistem bintang tersebut.

Hasil baru ini mengindikasikan total massa sistem kemungkinan kurang dari 2,1 massa Matahari, dengan kedua bintang masing-masing berada di kisaran satu massa Matahari. Namun, ketidakpastian tetap besar karena pola cahaya V Sagittae yang terus berubah.

“Tidak ada yang berhasil mengidentifikasi secara pasti gerak orbit masing-masing komponen, sehingga kami belum memiliki ukuran massa yang baik untuk masing-masing bintang,” ujar Phil Charles dari University of Southampton.

Reaktor Nuklir Mengorbit

Peneliti juga mengidentifikasi V Sagittae sebagai supersoft X-ray source (SSS), yaitu sistem yang menghasilkan sinar-X berenergi rendah akibat proses akresi ekstrem. Reaksi termonuklir berkelanjutan di permukaan white dwarf membuatnya menjadi “reaktor nuklir mengorbit” dan menjadi sumber SSS terang di galaksi.

Dalam fase redup sekalipun, V Sagittae tetap 100 kali lebih terang dari sistem bintang variabel lainnya. Gas berlebih yang tidak sempat diserap white dwarf membentuk lingkaran besar atau cakram gas yang mengelilingi kedua bintang.

Menuju Ledakan Nova dan Supernova

Perilaku kacau ini menunjukkan bahwa V Sagittae semakin mendekati fase kehancuran. Ledakan nova diperkirakan menjadi awal dari rangkaian fenomena sebelum akhirnya kedua bintang bertabrakan dan membentuk supernova yang dapat terlihat dari Bumi pada siang hari. Rodríguez-Gil menegaskan bahwa ledakan ini akan menjadi “supernova yang sangat terang hingga dapat terlihat dari Bumi bahkan di siang hari.”

Studi sebelumnya pada 2020 memperkirakan peristiwa ini bisa terjadi sekitar tahun 2067, meskipun para peneliti menekankan prediksi tersebut masih dapat berubah. (Live Science/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik