Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SISTEM bintang sangat terang yang selama bertahun-tahun membingungkan para astronom. V Sagittae, diperkirakan dapat menghasilkan cahaya seterang ribuan matahari dan terlihat dari Bumi dengan mata telanjang, baik pada malam maupun siang hari. Temuan ini muncul dari penelitian terbaru yang mengamati perilaku ekstrem dua bintang di dalam sistem tersebut.
V Sagittae terletak sekitar 10.000 tahun cahaya di konstelasi Sagitta dan terdiri dari sebuah white dwarf, inti padat sisa bintang seperti Matahari, serta satu bintang pendamping yang lebih masif. "White dwarf ini menyedot materi dari rekannya pada tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya,” menurut pernyataan tim peneliti.
Kedua bintang ini saling mengorbit hanya dalam waktu 12,3 jam dan perlahan bergerak semakin dekat. Para peneliti kini memastikan tarian berbahaya ini pada akhirnya akan berujung benturan dan memicu supernova yang sangat terang sehingga dapat disaksikan di siang hari.
“Massa yang menumpuk di white dwarf kemungkinan akan menghasilkan ledakan nova dalam beberapa tahun mendatang, di mana V Sagittae akan terlihat dengan mata telanjang,” kata Pablo Rodríguez-Gil dari Institute of Astrophysics of the Canary Islands.
Dalam studi yang dipublikasikan November lalu di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, tim internasional yang dipimpin Universitas Turku, Finlandia, menganalisis cahaya V Sagittae menggunakan instrumen X-Shooter di Very Large Telescope, Cile. Pengamatan selama 120 hari ini memungkinkan mereka meninjau ulang karakter sistem bintang tersebut.
Hasil baru ini mengindikasikan total massa sistem kemungkinan kurang dari 2,1 massa Matahari, dengan kedua bintang masing-masing berada di kisaran satu massa Matahari. Namun, ketidakpastian tetap besar karena pola cahaya V Sagittae yang terus berubah.
“Tidak ada yang berhasil mengidentifikasi secara pasti gerak orbit masing-masing komponen, sehingga kami belum memiliki ukuran massa yang baik untuk masing-masing bintang,” ujar Phil Charles dari University of Southampton.
Peneliti juga mengidentifikasi V Sagittae sebagai supersoft X-ray source (SSS), yaitu sistem yang menghasilkan sinar-X berenergi rendah akibat proses akresi ekstrem. Reaksi termonuklir berkelanjutan di permukaan white dwarf membuatnya menjadi “reaktor nuklir mengorbit” dan menjadi sumber SSS terang di galaksi.
Dalam fase redup sekalipun, V Sagittae tetap 100 kali lebih terang dari sistem bintang variabel lainnya. Gas berlebih yang tidak sempat diserap white dwarf membentuk lingkaran besar atau cakram gas yang mengelilingi kedua bintang.
Perilaku kacau ini menunjukkan bahwa V Sagittae semakin mendekati fase kehancuran. Ledakan nova diperkirakan menjadi awal dari rangkaian fenomena sebelum akhirnya kedua bintang bertabrakan dan membentuk supernova yang dapat terlihat dari Bumi pada siang hari. Rodríguez-Gil menegaskan bahwa ledakan ini akan menjadi “supernova yang sangat terang hingga dapat terlihat dari Bumi bahkan di siang hari.”
Studi sebelumnya pada 2020 memperkirakan peristiwa ini bisa terjadi sekitar tahun 2067, meskipun para peneliti menekankan prediksi tersebut masih dapat berubah. (Live Science/Z-2)
Astronomer akhirnya membuktikan keberadaan Siwarha, bintang pendamping Betelgeuse. Penemuan ini menjelaskan mengapa bintang raksasa merah ini sering meredup secara aneh.
NASA lewat James Webb berhasil mendeteksi supernova paling awal dan paling jauh, terjadi 730 juta tahun setelah Big Bang. Fenomena ini membuka wawasan baru tentang bintang awal
Supernova merupakan peristiwa ledakan bintang raksasa yang sangat hebat dan dramatis.
Sinyal gelombang gravitasi AT2025ulz diduga menjadi bukti pertama keberadaan superkilonova. Peristiwa kosmik langka yang melibatkan supernova dan penggabungan bintang neutron.
Para astronom tengah menyoroti sebuah peristiwa di alam semesta yang diduga sebagai superkilonova, jenis ledakan kosmik yang selama ini hanya ada dalam teori.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved