Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA tahun 1984, tercata salah satu pencapaian paling berani dalam sejarah eksplorasi luar angkasa. Bruce McCandless II, astronot NASA, menjadi manusia pertama yang melayang sendirian di luar angkasa tanpa menggunakan tali pengaman.
Ia dikenal lewat foto ikonik yang memperlihatkannya melayang sendirian dengan latar belakang luar angkasa dan Bumi di kejauhan. Momen ikonik itu seolah menandai hal baru dalam teknologi dan keberanian manusia.
Ketika itu, McCandless mengenakan pakaian luar angkasa berwarna putih lengkap dengan alat di punggungnya yang disebut Manned Maneuvering Unit (MMU). Dengan alat tersebut, ia terbang dari pesawat ulang-alik Challenger, melayang hingga sekitar 90 meter dari wahana utama.
Di ruang angkasa yang kosong, ia benar-benar melayang sendirian tanpa tali pengaman, hanya bergantung pada teknologi. Foto McCandless melayang bebas di angkasa kemudian menjadi salah satu foto paling terkenal dalam sejarah NASA.
Banyak orang menjulukinya sebagai “The Most Lonely Man in Space,” manusia paling sepi di luar angkasa. Namun, bagi McCandless sendiri, pengalaman itu bukan tentang kesepian, melainkan tentang kebebasan dan pencapaian manusia yang luar biasa.
Dalam misi tersebut, McCandless tidak bekerja sendirian. Bersama sesama astronot, Robert Stewart, ia memelopori penggunaan MMU, perangkat ransel bertenaga dorong yang memungkinkan astronot bergerak bebas di luar pesawat. Setelah McCandless, Stewart kemudian menjadi orang kedua yang melakukan penerbangan serupa, sekitar dua jam setelah McCandless.
Dalam sebuah wawancara pada 2006, McCandless mengungkapkan bahwa dirinya sama sekali tidak merasa gugup saat melakukan spacewalk bersejarah itu. “Saya terlalu banyak berlatih. Saya hanya ingin keluar dan terbang. Meskipun udara di dalam pakaian luar angkasa terasa dingin hingga membuat menggigil, hal itu bukan masalah besar dibandingkan sensasi luar biasa bisa terbang bebas di ruang angkasa,” ujarnya kepada Daily Camera di Boulder, Colorado, dikutip dari guardian.
Dalam tulisan McCandless pada guardian, ia juga mengenang momen ketika istrinya yang bertugas di kontrol misi menyaksikan aksinya dengan tegang. Ia juga mengutip momen bersejarah Neil Armstrong, “Neil mungkin melangkah kecil di bulan, tapi bagi saya ini adalah lompatan besar,” tulisnya. Momen ikonik Bruce McCandless II itu kemudian dikenang sebagai catatan yang menginspirasi banyak orang untuk terus menjelajah.
Sumber: theguardian.com, nasa.gov
Fenomena astronomi langka akan kembali terjadi: Gerhana Matahari Total diprediksi melintasi sejumlah wilayah Eropa hingga kawasan Arktik pada 12 Agustus 2026.
NASA berupaya menghubungi kembali pengorbit Mars MAVEN yang mendadak diam sejak Desember lalu. Peluang pemulihan menipis setelah kegagalan deteksi terbaru.
BADAN Antariksa Amerika Serikat, NASA, memasuki tahap akhir persiapan misi Artemis II, yang menandai dimulainya kembalinya manusia ke sekitar Bulan setelah lebih dari setengah abad
NASA menyebut durasi totalitas gerhana matahari pada 2 Agustus 2027 diperkirakan mencapai sekitar 6 menit 23 detik.
Proyek ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi sains nasional di Amerika Serikat untuk memahami apakah kita sendirian di alam semesta.
Seiring mendekati jadwal peluncuran, NASA bersiap memindahkan roket Space Launch System (SLS) dan wahana Orion ke landasan peluncuran Launch Pad 39B di Kennedy Space Center
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved