Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Astronom Terima Sinyal Radio dari Komet Antarbintang 3I/ATLAS, Bukan Bukti Kehadiran Alien

Thalatie K Yani
12/11/2025 12:30
Astronom Terima Sinyal Radio dari Komet Antarbintang 3I/ATLAS, Bukan Bukti Kehadiran Alien
Astronom mendeteksi sinyal radio pertama dari komet antarbintang 3I/ATLAS. Meski sempat dikaitkan dengan teori alien, ternyata sinyal itu berasal dari proses alami di inti komet.(International Gemini Observatory)

ASTRONOM berhasil mendeteksi sinyal radio pertama yang berasal dari komet antarbintang 3I/ATLAS, tepat saat benda langit itu melintasi pertengahan jalur perjalanannya di tata surya. Meski penemuan ini sempat memunculkan spekulasi tentang asal-usul “alien”, hasil pengamatan justru menunjukkan hal sebaliknya.

3I/ATLAS merupakan objek antarbintang ketiga yang pernah melintasi tata surya manusia. Komet ini pertama kali terlihat pada Juli lalu, melesat menuju Matahari dengan kecepatan lebih dari 210.000 kilometer per jam. Penelitian menunjukkan, komet tersebut kemungkinan berasal dari sistem bintang asing di tepi galaksi Bima Sakti sekitar 7 miliar tahun lalu.

Sejak ditemukan, sebagian kecil ilmuwan, termasuk astrofisikawan Harvard dan pemburu alien terkenal Avi Loeb, berpendapat tanpa bukti 3I/ATLAS mungkin adalah pesawat luar angkasa. Klaim ini mengulang perdebatan serupa saat penemuan objek antarbintang pertama, ‘Oumuamua, pada 2017.

Namun, hasil terbaru dari teleskop radio MeerKAT di Afrika Selatan justru menepis teori tersebut. Para astronom mendeteksi sinyal radio yang bukan berasal dari teknologi, melainkan dari molekul alami, radikal hidroksil (OH), di sekitar komet. Molekul ini terbentuk ketika air di permukaan komet terurai sinar matahari melalui proses alami bernama outgassing, tanda klasik dari aktivitas komet sejati.

Sebelumnya, peneliti NASA juga menemukan semburan air kuat dari 3I/ATLAS pada awal Oktober. Saat komet mendekati titik terdekatnya dengan Matahari (perihelion) pada 29 Oktober, air tersebut terurai akibat radiasi matahari, sesuai dengan perilaku komet biasa.

Avi Loeb mengakui temuan molekul hidroksil ini di blog pribadinya. Namun tidak menyinggung lebih jauh apakah itu menegaskan aktivitas alami komet atau bukan.

Sinyal radio pertama kali terdeteksi pada 24 Oktober, tidak lama setelah komet menghilang di balik Matahari. Setelah muncul kembali, komet sempat tampak kehilangan ekor dan berubah warna, tetapi pengamatan lanjutan membantah anggapan itu.

3I/ATLAS sebelumnya juga menunjukkan beberapa keanehan seperti permukaan yang sangat terpapar radiasi, kadar karbon dioksida tinggi, dan fenomena “anti-tail”. Meski demikian, semua hal ini telah dijelaskan oleh para astronom sebagai gejala alamiah dari benda antarbintang yang mengalami tekanan ekstrem saat mendekati Matahari.

Sementara itu, teori lain yang menyebut adanya “objek hampir antarbintang” yang diduga dikirim 3I/ATLAS juga terbantahkan. Benda tersebut kini diidentifikasi sebagai komet biasa bernama C/2025 V1 (Borisov).

Dengan demikian, seluruh bukti terbaru menguatkan pandangan ilmiah bahwa 3I/ATLAS bukanlah pesawat alien, melainkan komet alami yang membawa informasi penting tentang asal-usul materi di luar tata surya. (Live Science/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya