Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Batuan Purba di Australia Ungkap Jejak Tabrakan Dahsyat yang Membentuk Bulan

Thalatie K Yani
07/11/2025 06:33
Batuan Purba di Australia Ungkap Jejak Tabrakan Dahsyat yang Membentuk Bulan
Peneliti menemukan batuan berusia 3,7 miliar tahun di Australia Barat yang memiliki kesamaan kimia dengan batuan Bulan.(NASA)

BATUAN tertua di Bumi yang terkubur di Australia Barat diduga menyimpan petunjuk baru, tentang peristiwa dahsyat yang melahirkan Bulan.

Dalam penelitian terbaru yang dipimpin University of Western Australia (UWA), para ilmuwan menganalisis kristal feldspar berusia 3,7 miliar tahun yang ditemukan dalam batuan anortosit magmatik di wilayah Murchison. Batuan ini termasuk potongan kerak Bumi tertua yang masih bertahan dan memiliki kemiripan mencolok dengan batuan Bulan. Sesuatu yang jarang ditemukan di Bumi, menurut pernyataan resmi UWA.

“Waktu dan laju pertumbuhan kerak awal Bumi masih menjadi perdebatan karena sangat sedikit batuan purba yang tersisa,” ujar Matilda Boyce, penulis utama studi sekaligus mahasiswa doktoral UWA. “Kami menggunakan metode analisis presisi tinggi untuk mengisolasi bagian kristal feldspar yang masih segar, guna merekam sidik jari isotop dari mantel purba.”

Batuan anortosit terbentuk ketika magma panas mendingin perlahan di bawah permukaan, memungkinkan kristal feldspar besar tumbuh dan mengunci petunjuk kimia tentang kondisi saat itu. Karena tetap utuh selama miliaran tahun, analisis isotop batuan ini memungkinkan para peneliti menelusuri kembali bagaimana kerak Bumi terbentuk di masa awal planet ini.

Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan benua tidak terjadi segera setelah Bumi terbentuk, melainkan dimulai sekitar 3,5 miliar tahun lalu, hampir satu miliar tahun setelah kelahiran Bumi.

Mirip Sampel Bulan

Yang paling mengejutkan, tanda kimia dari batuan Australia ini mirip dengan sampel Bulan yang dikumpulkan selama misi NASA Apollo. Temuan ini memperkuat teori tabrakan besar (giant impact theory), yang menyebutkan bahwa Bulan terbentuk setelah Bumi muda ditabrak oleh objek seukuran Mars sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Material dari benturan besar itu kemudian menyatu membentuk Bulan.

“Perbandingan kami menunjukkan Bumi dan Bulan memiliki komposisi awal yang sama sekitar 4,5 miliar tahun lalu,” kata Boyce. “Hal ini mendukung teori sebuah planet bertabrakan dengan Bumi purba dan menghasilkan energi besar yang memunculkan Bulan.”

Karena batuan utuh dari masa awal tata surya sangat langka, penemuan ini memberikan kesempatan unik untuk melihat langsung kondisi awal Bumi. Mineral purba tersebut mungkin menyimpan catatan kimia yang tersisa dari tabrakan kosmik yang menghubungkan Bumi muda dengan satelit alaminya. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya