Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BATUAN tertua di Bumi yang terkubur di Australia Barat diduga menyimpan petunjuk baru, tentang peristiwa dahsyat yang melahirkan Bulan.
Dalam penelitian terbaru yang dipimpin University of Western Australia (UWA), para ilmuwan menganalisis kristal feldspar berusia 3,7 miliar tahun yang ditemukan dalam batuan anortosit magmatik di wilayah Murchison. Batuan ini termasuk potongan kerak Bumi tertua yang masih bertahan dan memiliki kemiripan mencolok dengan batuan Bulan. Sesuatu yang jarang ditemukan di Bumi, menurut pernyataan resmi UWA.
“Waktu dan laju pertumbuhan kerak awal Bumi masih menjadi perdebatan karena sangat sedikit batuan purba yang tersisa,” ujar Matilda Boyce, penulis utama studi sekaligus mahasiswa doktoral UWA. “Kami menggunakan metode analisis presisi tinggi untuk mengisolasi bagian kristal feldspar yang masih segar, guna merekam sidik jari isotop dari mantel purba.”
Batuan anortosit terbentuk ketika magma panas mendingin perlahan di bawah permukaan, memungkinkan kristal feldspar besar tumbuh dan mengunci petunjuk kimia tentang kondisi saat itu. Karena tetap utuh selama miliaran tahun, analisis isotop batuan ini memungkinkan para peneliti menelusuri kembali bagaimana kerak Bumi terbentuk di masa awal planet ini.
Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan benua tidak terjadi segera setelah Bumi terbentuk, melainkan dimulai sekitar 3,5 miliar tahun lalu, hampir satu miliar tahun setelah kelahiran Bumi.
Yang paling mengejutkan, tanda kimia dari batuan Australia ini mirip dengan sampel Bulan yang dikumpulkan selama misi NASA Apollo. Temuan ini memperkuat teori tabrakan besar (giant impact theory), yang menyebutkan bahwa Bulan terbentuk setelah Bumi muda ditabrak oleh objek seukuran Mars sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Material dari benturan besar itu kemudian menyatu membentuk Bulan.
“Perbandingan kami menunjukkan Bumi dan Bulan memiliki komposisi awal yang sama sekitar 4,5 miliar tahun lalu,” kata Boyce. “Hal ini mendukung teori sebuah planet bertabrakan dengan Bumi purba dan menghasilkan energi besar yang memunculkan Bulan.”
Karena batuan utuh dari masa awal tata surya sangat langka, penemuan ini memberikan kesempatan unik untuk melihat langsung kondisi awal Bumi. Mineral purba tersebut mungkin menyimpan catatan kimia yang tersisa dari tabrakan kosmik yang menghubungkan Bumi muda dengan satelit alaminya. (Space/Z-2)
BPS melaporkan nilai impor Indonesia Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, naik 18,21% yoy, didorong kenaikan impor migas dan non-migas terutama bahan baku dan barang modal.
Hangtuah Jakarta melakukan kunjungan strategis ke markas tim tersukses di Liga Basket Australia (NBL), Perth Wildcats
MENTERI Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto melakukan dialog strategis bersama 84 akademisi diaspora Indonesia di Australia.
Studi terbaru di Kepulauan Neptune, Australia Selatan, mengungkap hiu putih dapat menghilang hingga 92 hari tanpa kehadiran paus pembunuh.
Australia Barat mengeluarkan peringatan campak setelah dua kasus baru ditemukan. Penerbangan Batik Air Jakarta–Perth disebut sebagai lokasi paparan, memicu imbauan kewaspadaan.
DIRECTOR of Communicable Disease Control Directorate atau otoritas kesehatan Australia Barat di Perth mengeluarkan Kewaspadaan Campak (Measles Allert) untuk warganya pada 12 Februari 2026.
Astronom berhasil abadikan fase 'remaja' sistem planet yang penuh kekacauan menggunakan teleskop ALMA. Temuan ini jelaskan asal-usul Bulan dan Sabuk Kuiper.
Sekitar 4,5 miliar tahun lalu, Bumi muda diduga keras dihantam sebuah protoplanet sebesar Mars yang dikenal sebagai Theia.
Penelitian terbaru menunjukkan Theia, benda raksasa yang menabrak Bumi hingga membentuk Bulan, kemungkinan berasal dari wilayah dalam Tata Surya dan pernah menjadi “tetangga” Bumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved