Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BATUAN tertua di Bumi yang terkubur di Australia Barat diduga menyimpan petunjuk baru, tentang peristiwa dahsyat yang melahirkan Bulan.
Dalam penelitian terbaru yang dipimpin University of Western Australia (UWA), para ilmuwan menganalisis kristal feldspar berusia 3,7 miliar tahun yang ditemukan dalam batuan anortosit magmatik di wilayah Murchison. Batuan ini termasuk potongan kerak Bumi tertua yang masih bertahan dan memiliki kemiripan mencolok dengan batuan Bulan. Sesuatu yang jarang ditemukan di Bumi, menurut pernyataan resmi UWA.
“Waktu dan laju pertumbuhan kerak awal Bumi masih menjadi perdebatan karena sangat sedikit batuan purba yang tersisa,” ujar Matilda Boyce, penulis utama studi sekaligus mahasiswa doktoral UWA. “Kami menggunakan metode analisis presisi tinggi untuk mengisolasi bagian kristal feldspar yang masih segar, guna merekam sidik jari isotop dari mantel purba.”
Batuan anortosit terbentuk ketika magma panas mendingin perlahan di bawah permukaan, memungkinkan kristal feldspar besar tumbuh dan mengunci petunjuk kimia tentang kondisi saat itu. Karena tetap utuh selama miliaran tahun, analisis isotop batuan ini memungkinkan para peneliti menelusuri kembali bagaimana kerak Bumi terbentuk di masa awal planet ini.
Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan benua tidak terjadi segera setelah Bumi terbentuk, melainkan dimulai sekitar 3,5 miliar tahun lalu, hampir satu miliar tahun setelah kelahiran Bumi.
Yang paling mengejutkan, tanda kimia dari batuan Australia ini mirip dengan sampel Bulan yang dikumpulkan selama misi NASA Apollo. Temuan ini memperkuat teori tabrakan besar (giant impact theory), yang menyebutkan bahwa Bulan terbentuk setelah Bumi muda ditabrak oleh objek seukuran Mars sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Material dari benturan besar itu kemudian menyatu membentuk Bulan.
“Perbandingan kami menunjukkan Bumi dan Bulan memiliki komposisi awal yang sama sekitar 4,5 miliar tahun lalu,” kata Boyce. “Hal ini mendukung teori sebuah planet bertabrakan dengan Bumi purba dan menghasilkan energi besar yang memunculkan Bulan.”
Karena batuan utuh dari masa awal tata surya sangat langka, penemuan ini memberikan kesempatan unik untuk melihat langsung kondisi awal Bumi. Mineral purba tersebut mungkin menyimpan catatan kimia yang tersisa dari tabrakan kosmik yang menghubungkan Bumi muda dengan satelit alaminya. (Space/Z-2)
Menteri Komunikasi Australia Anika Wells memanggil pimpinan Roblox untuk membahas maraknya dugaan kasus pelecehan seksual terhadap anak yang terjadi di platform tersebut.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Mengusung semangat kolaborasi budaya, ajang ini menjadi panggung bagi keragaman cita rasa Australia untuk bersanding harmonis dengan kekayaan kuliner Indonesia.
Tony Mokbel, gembong narkoba legendaris Australia, resmi bebas setelah jaksa membatalkan persidangan ulang. Kasusnya runtuh akibat skandal pengkhianatan pengacara.
Beasiswa Australia Awards ditujukan bagi warga negara Indonesia yang ingin menempuh studi jenjang Magister (S2) maupun Doktor (S3) di berbagai universitas terkemuka di Australia.
Fokus utama dinamika atmosfer saat ini tertuju pada pemantauan Bibit Siklon Tropis 98P di daratan Australia bagian utara
Astronom berhasil abadikan fase 'remaja' sistem planet yang penuh kekacauan menggunakan teleskop ALMA. Temuan ini jelaskan asal-usul Bulan dan Sabuk Kuiper.
Sekitar 4,5 miliar tahun lalu, Bumi muda diduga keras dihantam sebuah protoplanet sebesar Mars yang dikenal sebagai Theia.
Penelitian terbaru menunjukkan Theia, benda raksasa yang menabrak Bumi hingga membentuk Bulan, kemungkinan berasal dari wilayah dalam Tata Surya dan pernah menjadi “tetangga” Bumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved