Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
LEBIH dari 4,5 miliar tahun lalu, sebuah benda langit berukuran raksasa menabrak Bumi dalam sebuah tabrakan kosmik yang kemudian melahirkan Bulan. Riset terbaru menunjukkan benda tersebut, yang dikenal sebagai Theia, kemungkinan terbentuk di bagian dalam Tata Surya, dekat dengan tempat Bumi terbentuk. Artinya, Theia bisa saja pernah menjadi “tetangga” Bumi pada masa awal pembentukan planet.
Selama ini ilmuwan telah mengetahui bagaimana tabrakan tersebut membentuk Bulan dan memengaruhi bentuk, komposisi, hingga orbit Bumi. Namun Theia sendiri hancur total dalam benturan itu, menyisakan banyak pertanyaan, benda macam apa Theia itu? Seberapa besar? Terbuat dari apa? Dan dari mana ia berasal sebelum menghantam Bumi?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tim ilmuwan membuat semacam “daftar bahan” penyusun Theia berdasarkan data yang sudah ada. Analisis itu mengarah pada kesimpulan mengenai lokasi asalnya. “Skenario paling meyakinkan adalah sebagian besar material penyusun Bumi dan Theia berasal dari bagian dalam Tata Surya. Bumi dan Theia kemungkinan merupakan tetangga,” kata pemimpin tim, Timo Hopp, dari Max Planck Institute for Solar System Research (MPS). Penelitian ini dipublikasikan Kamis (20/11) di jurnal Science.
Para peneliti menelusuri asal-usul Theia melalui perbandingan isotop, variasi unsur berdasarkan jumlah neutron dalam inti atom, pada batuan Bumi dan Bulan. Pada masa awal Tata Surya, isotop tidak tersebar merata. Karena itu, rasio isotop dapat mengungkap apakah suatu benda terbentuk di dekat atau jauh dari Matahari.
Tim ini meneliti isotop besi, kromium, molibdenum, dan zirkonium dari 15 sampel batuan Bumi serta enam sampel batuan Bulan yang dibawa misi Apollo. Hasilnya kembali menegaskan hubungan kuat antara Bumi dan Bulan, sebagaimana temuan dari unsur lain sebelumnya. Namun penelitian ini melangkah lebih jauh dengan membandingkannya pada komposisi keseluruhan Bumi untuk mengevaluasi kemungkinan ukuran dan material penyusun Theia.
Salah satu petunjuk penting adalah fakta bahwa jauh sebelum tabrakan terjadi, Bumi telah membentuk inti cair tempat elemen seperti besi dan molibdenum terkonsentrasi. Hal ini membuat kedua elemen tersebut langka di mantel Bumi. Artinya, besi yang kini ditemukan di mantel kemungkinan berasal dari Theia. “Komposisi suatu benda mencatat seluruh sejarah pembentukannya, termasuk tempat asalnya,” ujar anggota tim, Thosten Klein (MPS).
Para peneliti juga membandingkan hasil mereka dengan komposisi meteorit, pecahan asteroid dari berbagai wilayah Tata Surya. Jika komposisi Bumi mencerminkan campuran beberapa jenis meteorit, material Theia tampak berbeda. Temuan ini mengindikasikan bahwa Theia mungkin tersusun dari material yang belum teridentifikasi sebelumnya dan mungkin terbentuk lebih dekat ke Matahari dibanding Bumi. (Space/Z-2)
Sekitar 4,5 miliar tahun lalu, Bumi muda diduga keras dihantam sebuah protoplanet sebesar Mars yang dikenal sebagai Theia.
Peneliti menemukan batuan berusia 3,7 miliar tahun di Australia Barat yang memiliki kesamaan kimia dengan batuan Bulan.
Ledakan ini berasal dari WSB 52, di mana semburan jet berkecepatan tinggi menghantam gas di sekitarnya, membentuk bola besar berisi materi panas bertekanan tinggi.
ALMA berhasil memetakan struktur internal galaksi awal dan menunjukkan bukti pembentukan cakram galaksi serta sisa tabrakan kosmik di era awal alam semesta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved