Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SELASA (18/3), Zoom Communications, Inc meluncurkan kemampuan agentic pada platformnya, sebuah pengembangan baru yang memungkinkan AI Companion bertindak sebagai “agen” untuk fitur-fitur seperti Zoom Meetings, Zoom Team Chat, Zoom Docs, Zoom Phone, Zoom Whiteboard, Zoom Contact Center, dan produk lain yang dirancang khusus untuk pelanggan bisnis.
Pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), selama ini, banyak bergantung pada Large Language Models (LLMs) yang memiliki kemampuan luar biasa dalam menjawab “prompt” pengguna yang kemudian menghasilkan berbagai respon.
Namun, Zoom menempuh jalur pengembangan AI “agentic” berbasis Small Language Models (SLM) dalam fitur AI Companion mereka.
SLM mengandalkan data pelatihan dan parameter yang lebih terfokus, sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan LLMs, tetapi lebih ringan dan efisien.
Dengan kemampuan “agentic AI”, Zoom AI Companion kini dapat bertindak sebagai agen, yang tidak hanya sekedar menjadi asisten pintar, tetapi menjadi perpanjangan tangan dalam menjalankan berbagai tugas dalam sebuah platform.
“AI Companion berevolusi dari sebuah asisten menjadi agen, sebuah terobosan besar tentang bagaimana AI dapat meningkatkan produktivitas dan kolaborasi di lingkungan kerja,” kata Chief Product Officer Zoom, Smita Hashim.
“Kami terus memberikan nilai tambah bagi para pelanggan lewat kehadiran agen AI dan kemampuan ‘agentic’ yang dapat menyelesaikan masalah mereka, membantu mereka terhubung, berkolaborasi, serta hal lainnya hanya dalam platform Zoom yang dipercaya dan dicintai pengguna kami,” lanjutnya.
Chief Information Officer Saint Leo University, Steven Carrol, mengatakan pihaknya telah menggunakan Zoom AI Companion sejak awal diluncurkan, sekaligus menjadi saksi bagaimana teknologi ini mampu mengubah kegiatan akademik dan administratif di kampusnya.
“Teknologi ini tidak hanya memberikan efisiensi, tetapi juga memungkinkan para staf kami menghemat waktu dari tugas-tugas manual. Mereka jadi memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan kolaborasi yang bermakna, serta lebih fokus pada tugas utama kami, yaitu mendukung pembelajaran para mahasiswa,” tutupnya. (Z-1)
Bermula dari medium ekspresi sederhana, SnackVideo kini berkembang menjadi kekuatan yang mendorong dampak sosial nyata bagi komunitas di berbagai daerah.
Aplikasi ini diunduh oleh dua juta investor di sepanjang tahun ini, naik 37% dibandingkan tahun 2024
Money Lovers merupakan aplikasi untuk pencatatan keuangan pribadi mulai dari pencatatan pengeluaran harian, pengaturan anggaran, pengingat tagihan, hingga analisis laporan pengeluaran.
Hindari kemacetan saat libur Nataru dengan aplikasi pantau kemacetan lalu lintas terbaik. Cek kondisi jalan dan rute alternatif secara real-time.
Kini, pengguna aplikasi bisa dengan mudah cek jadwal film, pilih kursi dan bayar tiket bioskop tanpa perlu berpindah aplikasi.
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin populer sebagai penyelamat di detik-detik akhir ketika seseorang harus membuat presentasi cepat
Ashley St. Clair, ibu dari anak Elon Musk, menggugat xAI setelah chatbot Grok diduga menghasilkan citra seksual eksplisit dirinya tanpa izin.
Fitur AI Google Photos kini mampu menghapus objek, mengedit foto dengan teks, dan mengganti latar, menjadikannya alternatif Photoshop yang praktis.
Teknologi AI baru bernama CytoDiffusion mampu mendeteksi tanda halus leukemia pada sel darah dengan akurasi tinggi, bahkan melampaui kemampuan dokter spesialis.
Kesadaran akan pentingnya kesiapan data mulai muncul di seluruh spektrum perusahaan, baik skala besar maupun menengah.
Model tersebut berguna bagi investor sebagai alat bantu dalam investasi kuantitatif, dan akademisi dapat menggunakan hasilnya untuk menguji serta menyempurnakan teori.
EKSPLOITASI seksual anak di ruang digital kian mengkhawatirkan dengan maraknya manipulasi konten seksual berupa foto dan video melalui fitur kecerdasan buatan atau AI misalnya lewat Grok.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved