Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
NASA (National Aeronautics and Space Administration) kini tengah mengembangkan helikopter Mars generasi berikutnya dengan teknologi terobosan. Helikopter ini memiliki desain enam rotor heksagonal yang dirancang untuk membawa muatan sains hingga 11 pon dan mampu menjelajah sejauh 1,9 mil per hari.
Kendaraan ini akan menjangkau wilayah yang sebelumnya tidak dapat diakses oleh rover darat. Seperti dikutip dari Fox News, misi mendatang menggunakan helikopter ini tidak hanya mencakup penerbangan.
NASA juga menjanjikan pemandangan unik Planet Merah yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Dengan kemampuan eksplorasi yang lebih luas, helikopter generasi baru ini membuka peluang penelitian lebih besar.
Helikopter ini dirancang untuk menjelajahi area berbahaya, termasuk medan yang sulit diakses oleh kendaraan darat, seperti lembah curam dan tebing tinggi.
Sebelum generasi baru ini, NASA telah mencatat sejarah dengan Helikopter Ingenuity. Kendaraan bertenaga surya pertama yang terbang di Mars ini melakukan penerbangan perdana pada April 2021.
Meski awalnya dirancang untuk lima penerbangan dalam 30 hari, Ingenuity telah menyelesaikan 72 penerbangan selama tiga tahun.
Sebagai pengintai udara untuk rover Perseverance, Ingenuity mencatatkan pencapaian luar biasa, termasuk terbang hingga ketinggian 78,7 kaki, kecepatan 22,4 mph, dan jarak penerbangan 2.310 kaki dalam satu misi.
Namun, NASA merasa perlu mengembangkan teknologi yang lebih canggih untuk eksplorasi Mars.
Navigasi menjadi tantangan utama dalam pengembangan helikopter generasi baru.
Permukaan Mars yang berpasir dan bergelombang, seperti di Kawah Jezero, membuat sistem navigasi berbasis penglihatan menghadapi kendala.
"Kurangnya tekstur permukaan membuat sistem navigasi kesulitan memperoleh informasi yang cukup," ungkap seorang insinyur NASA Havard Grip.
Namun, para ilmuwan telah merancang sistem baru yang lebih adaptif terhadap lanskap Mars. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kemampuan helikopter di medan yang sulit.
NASA juga mengembangkan rotor serat karbon lebih panjang yang mampu berputar hingga 3.500 rpm, lebih cepat dari rotor Helikopter Ingenuity.
Teknologi ini meningkatkan efisiensi di atmosfer Mars yang tipis, memungkinkan helikopter terbang lebih jauh dan membawa muatan lebih berat.
Helikopter generasi baru ini menjadi langkah penting dalam persiapan misi manusia ke Mars. Dengan kemampuannya menjelajahi lokasi pendaratan, kendaraan ini akan menjadi elemen kunci dalam misi mendatang.
Selain itu, teknologi yang diusungnya memungkinkan para ilmuwan memahami lingkungan Mars secara lebih mendetail.
Seperti dilaporkan oleh Fox News dan cyberguy.com, inovasi ini menunjukkan potensi besar untuk memperluas jangkauan eksplorasi di Planet Merah. (Foxnews.com, Cyberguy.com, Yahoo.com, Kanal YouTube NASA Jet Propulsion Laboratory/Z-10)
Ilmuwan mengungkap asal-usul Titan Saturnus dari tabrakan bulan purba. Simak kaitan pembentukan Titan dengan usia cincin Saturnus dan misi Dragonfly 2026.
Wilayah aktif AR 14098 memicu enam flare Matahari kelas X dalam kurang dari 96 jam pada awal Februari 2026. NASA memantau dampaknya terhadap cuaca antariksa dan satelit.
Studi terbaru mengungkap posisi otak astronot bergeser ke atas dan ke belakang setelah misi luar angkasa.
Berdasarkan laporan yang dilansir dari mixvale.com, instrumen SPHEREx merekam data dalam 102 panjang gelombang inframerah.
Teleskop SPHEREx milik NASA mendeteksi molekul organik seperti air dan karbon dioksida pada komet antarbintang 3I/ATLAS, membuka peluang riset asal-usul kehidupan.
NASA merilis citra terbaru Hubble yang mengungkap Nebula Telur, fase langka sebelum nebula planet terbentuk. Fenomena kosmik ini terjadi 1.000 tahun cahaya dari Bumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved