Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
LOKAPASAR Lazada bersama Kantar merilis laporan terkait ‘Adopsi Penggunaan Artificial Intelligence di Asia Tenggara’. Melakukan survei kepada 6.000 pelanggan e-commerce di enam negara di Asia Tenggara, hasil survei menyebut sebanyak 88% responden membuat keputusan pembelian berdasarkan konten dan rekomendasi produk yang dihasilkan oleh artificial intellegence (AI).
Laporan ini juga mengungkapkan tingkat kepercayaan yang sangat tinggi terhadap platform berbasis AI, dengan mayoritas responden mengandalkan AI untuk mendapatkan rekomendasi produk (92%) dan ringkasan produk (90%) yang dipersonalisasi.
“Peluncuran laporan perdana kami menandakan momen penting untuk memahami peran AI yang membentuk masa depan eCommerce. Seiring dengan evolusi teknologi, ekspektasi konsumen pun ikut berevolusi. Laporan ini mengeksplorasi potensi transformatif AI dan memberikan wawasan tentang bagaimana bisnis di Asia Tenggara dapat memanfaatkan AI untuk menciptakan pengalaman belanja yang dirancang secara personal, mulus, dan cerdas,” kata Chief Executive Officer Lazada Group James Dong dalam keterangan pers, Jumat (1/11).
Laporan ini juga mengeksplorasi motivasi konsumen dalam memanfaatkan AI untuk belanja online, lebih dari separuh responden (52%) di Asia Tenggara menyebutkan kemudahan belanja sebagai alasan utama mengadopsi penggunaan AI dalam kehidupan mereka.
Melihat peran AI yang semakin krusial, sebagian besar pembeli (83%) bahkan rela membayar lebih untuk merasakan peran AI ketika belanja online. Hal ini dapat dikaitkan dengan manfaat penggunaan AI yang dirasakan pelanggan, dengan hampir separuh responden (49%) menyatakan AI memudahkan pencarian produk, meningkatkan layanan pelanggan, dan meningkatkan kenyamanan belanja online.
Dengan hasil survei ini, Lazada melihat bahwa platform e-commerce dapat memperdalam upaya integrasi AI di masa depan, untuk menghadirkan pengalaman belanja yang lebih holistik dan menyenangkan.
“Di Lazada, kami berkomitmen untuk tetap berada di garis terdepan inovasi, memastikan AI mendorong efisiensi dan meningkatkan keterlibatan pelanggan di semua aspek. Ke depannya, kami akan terus berinvestasi dalam AI dan teknologi mutakhir untuk merevolusi ekosistem eCommerce,” tukas James Dong.(M-3)
Dengan ribuan brand, penjual terkurasi, dan distributor terverifikasi di Indonesia, Lazada menjamin 100% keaslian dan kualitas premium untuk semua produk di LazMall.
Fitur yang membantu para ibu khususnya bagi mereka yang memiliki anak kecil, untuk menemukan produk kebutuhan anak yang memiliki kualitas terbaik dan terpercaya
Berbekal peralatan sederhana di rumah, Hasan secara konsisten terus membuat konten dan perlahan membangun basis audiens yang loyal hingga sekarang.
Jumlah pengguna e-commerce di Indonesia diprediksi akan terus mengalami pertumbuhan, dengan peningkatan 11,2% secara tahunan.
USAHA mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan penggerak roda perekonomian Indonesia yang berkontribusi cukup besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Kementerian UMKM Republik Indonesia bekerja sama dengan Lazada Indonesia (Lazada) menyelenggarakan pelatihan bagi 150 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan di Banyumas.
FILM drama keluarga dengan sentuhan fiksi ilmiah (Sci-fi), Esok Tanpa Ibu segera tayang di bioskop, dibalut dengan pendekatan teknologi Artificial Intelligence (AI)
Pada 2025, jumlah pengguna PLN Mobile melonjak drastis hingga melampaui 50 juta pengunduh dan total transaksi tahunan lebih dari 30 juta transaksi.
Marhaenisme sebagai ideologi organisasi tidak boleh anti-teknologi. Sebaliknya, teknologi harus dikendalikan oleh nilai-nilai ideologis untuk kepentingan rakyat kecil.
Inilah paradoks utama media massa di era AI.
Perusahaan manajemen medis global, Medix, menilai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi menjadi kunci penting untuk menutup kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia.
KEGELISAHAN guru terhadap kehadiran teknologi di ruang kelas kerap dianggap sebagai gejala baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved