Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PlLATFORM distribusi video singkat terdepan, TikTok, kembali melanjutkan inisiatif proaktif di bawah kampanye #SalingJaga untuk melindungi integritas pemilu dan melawan misinformasi.
Kali ini, TikTok meluncurkan sebuah video panduan kreatif untuk mengedukasi pengguna dan masyakat umum tentang cara #SalingJaga dari bahaya misinformasi di platform digital.
Video ini, beserta rangkaian inisiatif lainnya, juga bertujuan untuk mengingatkan masyarakat luas agar terus #SalingJaga saat mengekspresikan diri, berbagi sudut pandang, dan menjadi bagian dari percakapan yang lebih luas khususnya menjelang Pesta Demokrasi di tahun 2024 mendatang.
Baca juga: TikTok Sediakan Akses ke Informasi Kredibel dan Otoritatif Seputar Pemilu
"Derasnya arus informasi yang bergulir setiap hari tidak jarang membuat warganet kewalahan saat mengolah informasi yang ada, termasuk untuk mengonfirmasi kredibilitas dari informasi yang ditemukan di platform digital dan media sosial," ungkap Faris Mufid, Public Policy and Government Relations, TikTok Indonesia dalam keterangan, Kamis (14/12/20223)
"Karenanya, kami ingin membantu masyarakat untuk tidak hanya bersiap menghadapi, tapi juga memahami cara melawan misinformasi di ranah digital," ucap Faris.
Dalam video #SalingJaga ini, TikTok menggandeng figur publik dan kreator dari berbagai latar belakang profesi dan generasi yaitu Angga Yunanda, Merry Riana, Sania Leonardo, serta Dims The Meat Guy.
Keempat figur ini akan memberikan edukasi kreatif tentang bagaimana pengguna dapat #SalingJaga di platform digital melalui serangkaian tips melawan misinformasi yang mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat luas.
Baca juga: TikTok akan Hapus Video Hoaks selama Proses Pemilu
Merry Riana, figur publik yang ikut membintangi video ini juga mengingatkan pentingnya bagi pengguna untuk bersikap bijak saat berinteraksi di platform digital.
"Kemajuan teknologi membantu semua kalangan, termasuk generasi muda untuk semakin berani menyuarakan pendapatnya. Namun, kemudahan ini perlu diiringi dengan rasa tanggung jawab yang besar," jelas Merry Riana, Entrepreneur, Investor, dan Content Creator.
"Kita semua harus terus melaksanakan peran kita untuk #SalingJaga, misalnya dengan menerapkan kebiasaan cek fakta sebelum membagikan sebuah cuplikan video tanpa tahu keseluruhan konteks dan kebenarannya," ucap Merry.
Di TikTok, sistem rekomendasi di laman For You pada TikTok bekerja dengan mempertimbangkan preferensi pengguna, yakni berdasarkan interaksi pengguna tersebut di TikTok (komentar, like, share, dan sebagainya), informasi dalam video, serta pengaturan perangkat dan akun.
Dengan demikian, melalui video #SalingJaga, TikTok kembali mengingatkan bahwa pengguna bisa mengambil kendali atas pengalaman mereka di platform ini, termasuk konten-konten yang mereka konsumsi.
Baca juga: Budaya Kritis Membaca di Media Sosial agar Terhindar Hoaks
Pengguna bisa memanfaatkan fitur keamanan TikTok untuk mengelola konten yang hadir di laman For You mereka, antara lain memilih 'Tidak Tertarik' (Not Interested), menyaring 'Kata Kunci' (Keyword Filter), melaporkan konten yang terduga mengandung misinformasi lewat fitur 'Laporkan' (Report), hingga menyegarkan kembali laman For You (Refresh Your For You Feed).
"Sering kali, kita hanya melihat potongan video atau kutipan yang sengaja diunggah supaya mengarah ke konteks tertentu, yang bisa jadi jauh dari kejadian sebenarnya, atau justru narasi dari satu pihak saja," kata Dimas Ramadhan (Dims The Meat Guy), Kreator TikTok.
"Sebelum membagikan suatu konten atau informasi yang kamu lihat di platform digital, cari tahu dulu kebenarannya supaya kita bisa #SalingJaga sesama kita dari dampak misinformasi," ucap Dimas.
Di bawah kampanye #SalingJaga, TikTok telah meluncurkan serangkaian upaya proaktif untuk menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas Pemilu dan melawan penyebaran misinformasi.
Komitmen ini diwujudkan melalui kerja sama dengan Rekata Studio dalam film "Budi Pekerti" untuk mengemukakan pesan #SalingJaga; meluncurkan "Pusat Panduan Pemilu 2024" yang didukung KPU dan Bawaslu.
Selain itui, laman khusus di platform TikTok; bekerja sama dengan mitra cek fakta independen, yakni AFP, Mafindo dan Perludem.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang upaya TikTok #SalingJaga guna menyediakan ruang digital yang aman dan nyaman bagi semua jelang Pemilu 2024, kunjungi Pusat Panduan Pemilu 2024 TikTok Indonesia. (RO/S-4)
###
Dengan akun TikTok, pengguna bisa mengunggah dan mengedit video, menyukai, mengomentari, dan menyimpan video, mengikuti dan diikuti akun lain, menerima notifikasi, serta melihat statistik.
Password TikTok merupakan kunci utama untuk menjaga akun tetap aman. Fungsi Password TikTok untuk melindungi akun dari akses orang lain, menjaga data pribadi, mengamankan aktivitas login.
Kalau kamu ingin jadi kreator, fitur seperti Analytics, Playlist, Stitch, dan Auto Caption sangat membantu meningkatkan performa konten.
Céline Dion akhirnya merambah dunia TikTok di awal 2026. Simak video perdananya yang lucu dan pesan menyentuh untuk para penggemar.
Fenomena baru tengah ramai diperbincangkan di TikTok menjelang akhir 2025. Tren tersebut dikenal dengan nama Great Lock In.
Penyanyi Camila Cabello tanggapi meme "Quismois" yang viral sejak penampilannya di Gedung Putih. Intip pengakuannya soal trauma di bulan Desember.
Kegiatan ini sekaligus menjadi kampanye cinta lingkungan dengan pesan utama Cintai Alam, Cintai Lingkungan Beserta Habitatnya.
MAHASISWA dan dosen Program Magister (S2) Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar kegiatan social volunteering bagi pelajar di SMA Negeri 1 Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
Para astronom menjelaskan bahwa gerhana Matahari bukanlah peristiwa acak, melainkan fenomena yang dapat diprediksi secara ilmiah melalui perhitungan orbit Bulan dan Bumi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Ekoteologi tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus menjadi perilaku nyata umat dalam kehidupan sehari-hari.
Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada anak usia 5–14 tahun sebesar 26,8% dan pada usia 15–24 tahun sebesar 32%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved