Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Crowdstrike (Nasdaq: CRWD) meluncurkan laporan terbaru berjudul CrowdStrike Threat Hunting 2023. Edisi keenam laporan tahunan ini mengupas adanya kecenderungan bentuk serangan dan metode yang digunakan pelaku berdasarkan pengamatan oleh pemantau threat dari CrowdStrike serta dari analis intelijen.
Laporan ini menyoroti terjadinya peningkatan jenis serangan identitas Kerberoasting sebesar 583% dan lonjakan dalam penyalahgunaan peranti pemantauan dan manajemen jarak jauh (Remote Monitoring & Management/RMM) sebesar tiga kali lipat. Kerberoasting adalah teknik serangan yang digunakan oleh pelaku kejahatan siber untuk memperoleh kredensial valid dari suatu akun layanan Microsoft Active Directory.
“Dalam upaya pelacakan kami terhadap lebih dari 215 pelaku serangan dalam setahun terakhir, kami melihat bahwa ancaman keamanan siber jadi kian rumit dan dalam, akibat para penjahat siber yang kian gencar beralih menggunakan strategi dan platform baru, contohnya penyalahgunaan kredensial yang valid dalam membidik celah-celah kerentanan (vulnerability) di cloud maupun perangkat lunak," ujar Adam Meyers, Head of Counter Adversary Operations, CrowdStrike, dalam siaran pers, Rabu, (30/8).
Baca juga: Ancaman Siber Marak Akibat Minimnya Kepatuhan
Adam menambahkan, di saat kita berbicara tentang cara menghentikan kejahatan siber, kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa para pelaku kejahatan ini terus bergerak dengan semakin lihai. Mereka menggunakan taktik yang sengaja dirancang untuk menghindari metode deteksi konvensional.
"Para pemimpin keamanan perlu berdiskusi dengan tim mereka untuk mencari solusi yang dapat menghentikan pergerakan lateral pelaku serangan siber dalam waktu tujuh menit saja," papar dia.
Sementara itu, waktu yang dibutuhkan oleh pelaku kejahatan siber dalam melancarkan aksinya hingga berhasil (breakout time) menjadi kian singkat, bahkan tercatat terendah sepanjang sejarah.
Baca juga: BSSN Klaim Maraknya Serangan Malware Akibat Software Bajakan
CrowdStrike juga mengungkapkan peningkatan signifikan jumlah insiden pembobolan berbasis identitas serta makin canggihnya para pelaku kejahatan siber dalam membidik cloud. Temuan yang tak kalah mengkhawatirkan adalah adanya lonjakan tiga kali lipat dalam penyalahgunaan RMM, sementara waktu breakout yang dibutuhkan pelaku untuk melancarkan aksinya kini kian singkat, bahkan tercatat terendah sepanjang sejarah.
Laporan ini juga membedah seluruh aktivitas serangan siber antara Juli 2022 hingga Juni 2023, sekaligus sebagai publikasi pertama dari tim Operasi Kontra-Penjahat Siber CrowdStrike yang secara resmi diumumkan minggu ini dalam ajang Black Hat USA 2023.
Enam Temuan Penting
Paling tidak ada enam temuan penting yang tersaji dalam laporan ini. Berikut penjabarannya.
1. Insiden serangan identitas Kerberoasting meningkat 583%. Ini menggambarkan adanya eskalasi terjadinya pembobolan keamanan berbasis identitas yang kian serius: CrowdStrike menemukan adanya kenaikan drastis hampir 6 kali lipat dari tahun ke tahun (YoY) dalam jumlah serangan Kerberoasting.
Teknik ini memungkinkan mereka tetap tidak terdeteksi dalam lingkungan korban selama periode waktu yang lebih lama. Secara keseluruhan, tercatat sebesar 62% dari seluruh kejadian serangan interaktif melibatkan penyalahgunaan akun valid. Sedangkan, upaya mencuri sandi rahasia serta kredensial lainnya melalui API metadata pada instans cloud tercatat mengalami peningkatan sebesar 160%.
2. Praktik penyalahgunaan RMM oleh pelaku kejahatan siber meningkat 312% YoY: Merujuk kepada data dari laporan CISA, tampak bahwa para penjahat siber semakin sering menggunakan aplikasi manajemen IT jarak jauh terkemuka guna menghindari deteksi dan menyamarkan diri agar dapat mengakses data sensitif, menyebarkan ransomware, atau menerapkan taktik serangan yang telah mereka sesuaikan sedemikian rupa.
3. Waktu breakout serangan siber menyentuh rekor tercepat, yakni 79 menit: Waktu rata-rata yang dibutuhkan pelaku kejahatan siber hingga mampu bergerak secara lateral dari korban pertama ke korban berikutnya kini makin cepat, tercatat turun dari 84 menit di tahun 2022 lalu kini mencapai rekor terendah baru yaitu hanya 79 menit saja di 2023.
"Yang lebih mencengangkan, waktu breakout tercepat dalam setahun antara Juli 2022 hingga Juni 2023 tercatat hanya tujuh menit," papar dia.
4. Industri keuangan mengalami lonjakan insiden serangan interaktif sebesar 80% YoY. Dalam sektor ini, gangguan yang paling umum terjadi adalah serangan hands-on-keyboard, di mana serangan dilakukan oleh operator manusia alih-alih bot atau program. Jumlah insiden gangguan interaktif ini naik sebesar 40% secara keseluruhan.
5. Jumlah iklan Access Broker meningkat sebesar 147% di komunitas kriminal atau bawah tanah (underground): Mudahnya akses ke akun-akun valid yang ditawarkan untuk dijual sangat membantu pelaku kejahatan dalam melakukan tindakan kriminal siber. Di lain sisi, penjahat siber yang sudah mumpuni juga melakukan ini untuk mengasah taktik mereka sehingga tujuan mereka tercapai dengan lebih efisien.
6. Terdapat lonjakan tiga kali lipat dalam pemanfaatan Linux privilege-escalation tool dalam mengeksploitasi lingkungan cloud: CrowdStrike mengamati adanya peningkatan tiga kali lipat jumlah insiden serangan pada Linux tool linPEAS, yang digunakan pelaku untuk memperoleh akses ke metadata di lingkungan cloud, atribut jaringan, dan berbagai kredensial yang bisa mereka salahgunakan.
(Z-9)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tak lazim dengan merekrut peretas dalam negeri untuk memperkuat sistem Coretax.
"Sekarang keamanan Cortex sudah bagus sekali. Dulu saya bilang, cyber security-nya 30 dari 100, sekarang sudah 95+. Kalau nilai sudah A+ security-nya."
Nama “Bjorka” selama dua tahun terakhir identik dengan sosok misterius berkemampuan tinggi di dunia maya. Namun, penangkapan WFT, 22, oleh Polda Metro Jaya justru memperlihatkan kontras: pemuda pengangguran, tidak lulus SMK, dan belajar IT secara otodidak.
Polisi mengusut dugaan WFT, 22 dengan akun X bernama @bjorka dan @bjorkanesia terkait dengan kebocoran data pejabat pemerintah
Polisi menangkap pria WFT, 22, asal Kakas Barat, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) yang mengaku sebagai hacker ‘Bjorka’
Polisi menangkap seorang pemuda asal Kakas Barat, Minahasa, Sulawesi Utara, berinisial WFT, 22. Ia ditangkap karena melakukan akses ilegal dan mengaku sebagai Bjorka
Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban.
CLOUDFLARE kembali mengalami down atau gangguan layanan yang berdampak pada zoom dan linkedin. Gangguan itu bukan akibat serangan siber melainkan sistem internal
Tim Riset Global Kaspersky menemukan bukti keterkaitan Memento Labs dengan kampanye spionase siber ForumTroll yang memanfaatkan celah zero-day di Google Chrome.
Discord alami kebocoran data besar yang memengaruhi dokumen identitas pengguna. Sistem dukungan disusupi untuk mencuri dan memeras data pribadi.
Serangan siber melumpuhkan sistem check-in di bandara besar Eropa seperti Heathrow dan Brussels.
Pelajari cara menghindari phishing di Gmail dengan tips keamanan: kenali ciri email, aktifkan 2FA, gunakan fitur Google, dan lindungi akun dari serangan siber.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved