Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Cloudflare Down, Penyebabnya bukan Serangan Siber, melainkan Sistem

Media Indonesia
06/12/2025 09:48
Cloudflare Down, Penyebabnya bukan Serangan Siber, melainkan Sistem
Ilustrasi.(freepik)

CLOUDFLARE kembali mengalami gangguan down layanan baru-baru ini.  Gangguan tersebut berlangsung singkat, namun intens, beberapa layanan di dunia mengalami gangguan atau menjadi tidak stabil, termasuk platform besar seperti Zoom dan LinkedIn. 

Dilansir dari Chiangrai Times, perusahaan tersebut mengonfirmasi bahwa mereka mengalami gangguan layanan yang serius. Gangguan ini bukan akibat serangan siber, melainkan disebabkan oleh masalah sistem internal.

 Aktivitas komunikasi sehari-hari, pekerjaan, dan kegiatan bisnis terganggu, dan dampaknya menyebar dengan cepat di Asia, terutama di Thailand dan juga Indonesia.

Cloudflare, penyedia infrastruktur global terkemuka, memberikan pelayanan pada banyak situs web dan penggunanya. Perusahaan ini menyediakan layanan keamanan, jaringan pengiriman konten (CDN), dan resolusi domain untuk sebagian besar lalu lintas internet. Perkiraan menunjukkan bahwa Cloudflare menangani hampir 20% dari lalu lintas web global. 

Menurut Cloudflare, insiden tersebut bermula dari perubahan konfigurasi. Perubahan tersebut dimaksudkan untuk mengatasi masalah keamanan baru yang memengaruhi industri secara luas. 

Pembaruan tersebut gagal dan menyebabkan kelebihan beban pada bagian-bagian jaringan internal Cloudflare. Akibatnya, terjadi banjir kode kesalahan HTTP 500 yang memengaruhi situs web dan layanan online di seluruh dunia.

Dampak langsungnya sangat signifikan dan meluas. Individu dan bisnis yang bergantung pada akses konstan ke alat online tiba-tiba menghadapi hambatan. Banyak platform besar berhenti berfungsi atau hanya memuat sebagian. Laporan gangguan berdatangan di media sosial dan situs status layanan, beberapa di antaranya juga terdampak karena menggunakan Cloudflare sendiri.

LinkedIn tidak dapat diakses, profesional di seluruh dunia mengalami keterlambatan dalam mengelola profil, berjejaring, atau melamar pekerjaan. Di pasar kerja di mana pesan, tawaran, dan lamaran bergerak cepat, bahkan gangguan singkat pun dapat menyebabkan peluang terlewatkan dan kesepakatan batal.

Dampak gangguan Zoom terasa lebih personal. Dengan kerja jarak jauh, kelas online, dan pertemuan lintas batas kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, gangguan Zoom berarti panggilan dibatalkan, pelajaran terlewatkan, dan negosiasi terhenti. Bagi banyak perusahaan, ini berarti pertemuan klien, wawancara kerja, dan briefing internal tidak terjadi. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik